Rabu, 15 Februari 2017

Jakarta makin cerdas Ahok menang

Kemungkinan besar pada putaran II Ahok Jarot akan menang Pilkada DKI!!!

Hasil Quick Count Pilkada DKI putaran I sudah didapat, hasil resmi KPU belum keluar, tetapi kemungkinan akan sama dengan hasil Quick Count, karena semua lembaga survai menghasilkan hasil Quick Count yang seragam. Ahok Jarot mendapat sekitar 42,5 persen dan Anis Sandy 39,5 persen atau selisih 3 persen.

Pasangan Ahok Jarot mendapat dana kampanye lebih dari 90 persen dari rakyat termasuk dari rakyat kecil yang hanya menyumbang Rp 10.000, sedangkan pasangan Anis Sandy mendapat sumbangan yang 90 persen dari pengusaha Sandy Uno yang adalah calon wakil gubernur nomor urut 3 dan juga pasangan Anis. Artinya pasangan Ahok Jarot lebih dicintai rakyat dari berbagai golongan.

Beda 3 persen suara memang tidak banyak, tetapi biasanya pemenang putaran pertama Pilkada akan memenangkan juga putaran kedua pilkada.

Melalui hasil polling, maka pada saat Ahok mulai dirundung masalah keagamaan, maka perolehan suaranya sedikit, tetapi ketika sidang sudah mencapai yang ke-10, maka pendukung anti Ahok di sekitar jalannya sidang sudah jauh lebih sedikit, karena mereka mungkin mulai sadar bahwa ini adalah masalah Pilkada dan bukan masalah keagamaan. Yang hanya ikut-ikutan tanpa mengerti masalahnya pasti sudah tidak mau ikut demo lagi, apalgi yang cerdas. Yusuf Kalla mengatakan, kalau tak ada Pilkada, maka mungkin tidak akan ada sidang Ahok.

Dari gesture Anis terlihat bahwa ia memang ingin merangkul massa Islam demikian juga ketika Agus mengumumkan kekalahannya, maka Anissa Pohan istrinya bernuansa Muslim, sesuatu yang mungkin tidak sering dilakukannya, terdengar juga teriakan Takbir pada saat pidato Agus tersebut.

Akankah suara Agus akan beralih ke Anis pada Pilkada putaran II, pasti ada, tetapi belum tentu banyak.  Seseorng milih Agus mungkin karena ia suka figur SBY, figur Agus dan bisa juga, karena ia anggota atau simpatisan Partai Demokrat.

Apakah kartu Islam masih bisa dimainkan. Mungkin masih bisa, tetapi efektifitasnya semakin hari semakin kecil. Hal itu sudah tampak sejak Pemilu tahun 2009.

http://pembauran-sejati.blogspot.co.id/2009/04/hasil-pemilu-legislatif-dan-pembauran.html
http://pembauran-sejati.blogspot.co.id/2009/07 selamat-tinggal-primordialisme-hidup-indonesia.html

Tampaknya popularitas partai-partai Islam, makin hari makin merosot, apalagi di DKI. PPP yang dulu pernah berjaya di DKI, sekarang sudah tidak terlalu bergigi, sedangkan PAN tadinya saya pikir memiliki kursi yang banyak di DKI, karena Amin Rais ribut bener soal Ahok, tetapi ternyata kursinya hanya 2 atau sekitar 2 persen  Apakah teriakan Amin Rais tersebut merupakan teriakan terakhirnya?

Rizieg Shihabpun dulunya ngotot benar soal Ahok, tetapi belakangan ini, ketika dirundung banyak masalah, maka, ia menyebut-nyebut ingin mediasi, tetapi kenapa tidak menyebut-nyebut hal ini, ketika Ahok mulai dirundung masalah. Pendapat saya sederhana, jangan gunakan Agama untuk Bisnis, Penggelapan uang, Penyerobotan Tanah ataupuin untuk Meraih Kekuasaan. Primordialisme akan semakin susut, issue agama jelas semakin tidak laku.

Pada Pilkada DKI Putaran II nanti, kemungkinan yang belum sempat menyoblos pada Putaran pertama, kemungkinan akan menyoblos Ahok, mereka adalah orang-orang yang rasional, menentukan pada saat-saat terakhir.

Kalaupun nanti ternyata Ahok kalah, maka emosi keagamaan massa DKI masih kuat dan tidak cukup rasional.

Tulisan ini dibuat, tentunya dalam rangka Pembauran Sejati menuju Negara Bangsa Indonesia dengan mencintai NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila yang Sila Pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Yang bilang cinta NKRI belum tentu berani menyatakan dalam pidatonya, bahwa mencintai Pancasila dengan Sila Pertamanya Ketuhan Yang Maha Esa.

Trend masa kini adalah Negara Bangsa, silakan baca untuk memperluas wawasan:

https://en.wikipedia.org/wiki/Toronto

Jumat, 15 Januari 2016

Terorisme berhasilkah? Dugaan dan Analisa

Jawabnya hanya sebagian kecil terorisme yang berhasil. Berhasil dalam publisitas, tetapi tidak untuk tujuannya.

Dulu ketika jamannya milis saya telah mengatakan, bahwa jika Bali dibompun tak akan berpengaruh apa-apa terhadap NKRI dan ini tentunya saya ungkapkan sebelum adanya Bom Bali. Saya lebih suka milis dibandingkan forum pada saat ini, karena milis umumnya ada moderatornya, sehingga hanya yang berkualitas yang dimuat, jadi hampir tak ada haters, apalagi orang jualan.

Beberapa saat setelah BOM WTC, saya ke Bali dan saya berbaur dengan Bule, mereka semua membicarakannya dan mereka heran Amerika bisa kecolongan. Menurut saya ini adalah perencanaan yang sangat jenius. Steven Spielbergpun mungkin tak akan pernah bisa berpikir/berkhayal sampai ke sini. Dilakukan siang hari bolong dan tentunya akan menjadi siaran langsung yang sangat berkualitas dari segi visual. Menara I sudah terbakar dan semua mata tertuju kepada menara kembar tersebut dan ketika Menara II dihajar juga semuanya menyaksikannya secara langsung. Menara kembar tersebut terbuat dari mayoritas baja yang akan melentur/meliuk kena panas dan pasti akan ambruk hanya dalam hitungan jam, berbeda dengan bangunan beton. Di Jakarta bangunan seperti ini adalah Landmark Tower A dan B, tetapi jika hanya pecah kaca-kacanya seperti Bom Kuningan, maka kurang dramatis, karena agak jauh dari jalan raya. BOM WTC boleh dikatakan sangat berhasil dari segi apapun. Tetapi hal semacam ini mungkin tak akan terulang kembali, karena Amerika sekarang ini sangat protektif. Prinsip Amerika adalah menjauhkan segenap keributan di luar negaranya yang dibalas oleh para teroris dengan menghajar kepentingan/simbol Amerika dan akhir-akhir ini juga menghajar negara-negara sekutu Amerika, jadi yang dihajar bukan hanya simbolnya, tetapi termasuk publik negara yang bersangkutan.

Setelah Bom Bali I, turis asing memang berkurang, tapi tidak banyak. Setelah Bom Bali II, turis asing boleh dikatakan nol, banyak hotel yang tidak ada sama sekali turisnya, walaupun Bom Bali II boleh dikatakan kecil. Di beberapa hotel masih ada turis lokal, walaupun hanya sedikit, sampai-sampai saya merasa yang punya hotel. Ekonomi Bali yang boleh dikatakan sangat dipengaruhi oleh turisme boleh dikatakan lumpuh. Pukul 9 malam Kuta dan Legian sepi dan boleh dikatakan tak ada lagi toko yang buka. Yang tidak diduga oleh para teroris adalah kejadian ini memukul supplier yang umumnya dari Jawa, misalnya kaos, batu paras, tanah liat, demikian juga banyak pekerja dari Jatim yang harus pulang kampung. BOM Bali I dan II yang berbeda setahun boleh dikatakan berhasil untuk skala Bali, tetapi tidak untuk skala Indonesia. Walaupun sulit, pemboman seperti Bom Bali II yang hanya menggunakan ransel mungkin dapat terjadi lagi.

Bom Kuningan berhasil dari segi publisitas. Asap Bom Kuningan yang putih bersih membumbung ke udara menunjukkan, kualitas peledak yang baik dan jelas bukan jenis low explosive, seperti yang digunakan di BOM Bali I. Visualnya sangat bagus, karena dilakukan di siang hari bolong dan tanpa awan.

Bom Paris/Perancis berhasil dari segi publisitas dan juga korbannya. Dilakukan malam hari, karena konser dilakukan malam hari, maka dari segi visual tidak akan dihasilkan gambar yang dramatis, tetapi penyerangan di beberapa tempat di waktu yang hampir bersamaan dan proses penyanderaan yang memakan waktu relatif lama bisa menjadi trend dan merupakan publisitas yang baik.

Bom Sarinah/Jakarta Theatre/ StarBucks sangat berhasil dari segi publisitas. Dilakukan di siang hari bolong, seperti halnya BOM WTC, maka liputannya sangat menarik, apalagi banyak publik yang ikut mengabadikannya dari gedung-gedung di sekitarnya, sesuatu yang mungkin tidak diduga oleh aparat dan bisa jadi menjadi trend di masa yang akan datang. Dari bom dan senjata yang dibawa, jelas mereka tidak menargetkan korban yang banyak. Walaupun seandainya ada yang berhasil meledakkan bom di dalam Gedung Sarinah, korban tidak akan banyak dan ini lebih kepada memberikan pesan, bahwa penjagaan yang kuatpun bisa di tembus. Hal ini sudah terbukti di Afganistan dan Irak dimana penjagaan Amerika yang kuatpun dapat ditembus, termasuk Kedutaan Amerika di Irak.

Trend masa depan dalam penyerangan teroris adalah:
Menyerang beberapa tempat sekaligus, tetapi harus ada simbol negara yang dituju
Kombinasi penggunaan bom dan senjata api, dimana bom berskala besarnya cukup satu, tetapi bom berskala kecilnya banyak.
Jika perlu dilakukan penyanderaan untuk memperpanjang waktu tayang Siaran Langsung.
Penggunaan racun di ruang tertutup bisa dilakukan sebagai tambahan untuk menimbulkan korban yang banyak dan termasuk mudah dilakukan, tetapi penggunaan racun sendirian tidak akan memberikan efek dramatis, karena tidak ada kerusakan bangunan ataupun kaki yang menjadi buntung.

Kebanyakan teroris belajar hanya satu agama dan sekolah bukan di sekolah umum yang heterogen, tetapi belajar di sekolah yang lebih menitik beratkan pada agama tertentu saja. PEMBAURAN dalam pengertian yang paling sederhana harus dilakukan untuk mengurangi kemungkinan seseorang menjadi teroris. Yang paling mudah, sekolahlah di sekolah umum yang heterogen.

Tambahan 15 Juli 2016: Truk yang menabrak kerumunan orang-orang di Nice, Perancis menewaskan setidaknya 84 orang dan ratusan orang yang luka-luka. Dari segi korban yang banyak, teror ini berhasil dan karena dilakukan di tempat terbuka banyak orang yang melihatnya, walaupun tidak menjadi korban. Biaya untuk melakukan teror ini juga sebenarnya relatif murah dan persiapan maupun pelaksanaannya mudah dilakukan oleh kebanyakan orang. Pengemudi truk juga membawa senjata dan juga granat yang mungkin belum sempat digunakannya untuk menambah sensasi. Jelas sasaran teror ini adalah negara untuk merubah kebijaksanannya terhadap kawan-kawan teroris. Untuk masa mendatang tentunya cara ini akan banyak ditiru oleh para teroris, misalnya menabrakkan truk ke gerbong kereta api di perlintasan kereta api, dan bisa jadi truk tersebut adalah truk bahan bakar, gas atau kimia berbahaya.

Rabu, 29 Juli 2015

Islam Nusantara: Islam Tidak Satu

Pada tanggal 14 Juni 2015, Presiden NKRI Joko Widodo menyebut Islam Nusantara, tanpa penjelasan yang lengkap, sehingga menimbulkan multi tafsir. Tetapi setidak-tidaknya Islam Nusantara berbeda dengan Islam Malaysia, karena masing-masing memiliki muatan lokal terkait nilai budaya dan tradisi lokal.

Jadi Islam Nusantara bukan milik satu golongan saja, karena di Indonesia terdapat banyak golongan, termasuk Islam Abangan, maka Lebarannya juga berbeda-beda dengan versi Pemerintah, ada yang mendahului, ada yang sama dan ada juga yang telat. Komplit dah.

Suka tidak suka Islam itu Tidak Satu, setidaknya ada Sunni dan Syiah. Bahkan ketika saya tanya pada salah seorang dari Turki apakah ia penganut Sunni atau Syiah, dia menjawab bukan kedua-duanya.

Sampai saat ini antara Sunni dan Syiahpun masih terdapat pertentangan, sehingga diadakan Islam and Peace Conference di Lund, Swedia http://www.salaminstitute.org/Lund.html Dan ternyata di dalam Sunni dan Syiahpun masih terdapat golongan-golongan lagi, jadi mirip dengan Katolik, ada Katolik Roma, ada Katolik Orthodox, demikian pula Protestan, ada Protestan Pantekosta, ada Protestan HKBP dan sebagainya.

Jadi lebih baik menghargai Prularisme, daripada menginginkan orang lain untuk mengikuti anda.

Jumat, 05 September 2014

Menggugat Undang-undang Perkawinan ke MK

Pada pertengahan 2014 seorang mahasiswa dan 4 alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia melayangkan gugatan pada Mahkamah Konstitusi khususnya Pasal 2 ayat (1) UU No 1 Tahun 1974 yang berbunyi: "Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaan itu" yang menyebabkan ketidakpastian hukum bagi yang akan melakukan perkawinan beda agama di Indonesia.

Beberapa cara untuk menyiasati Perkawinan Beda Agama yang telah terjadi adalah:
* Meminta Pengadilan Negeri untuk menetapkan Perkawinan antara si A dan pasangannya adalah sah secara hukum. (Repot, habis banyak waktu dan biaya)
* Melakukan pernikahan dengan mengikuti masing-masing agama yang menikah, jadi masing-masing akan melakukan pernikahan secara agama masing-masing 2x dan masing-masing memiliki 2 surat nikah. (Jika bercerai, kedua surat nikah tersebut harus disebutkan)
* Berpura-pura pindah agama hanya untuk mengikuti pernikahan salah satu agama. (Paling murah, tetapi sanksi sosialnya terhadap pelaku harus dipertimbangkan)
* Menikah di tempat di mana Perkawinan Beda Agama diperkenankan dan kemudian dicatatkan di Catatan Sipil (jika dilakukan di Luar Negeri, biayanya mahal, paling murah jika dilakukan di Bali dan masing-masing pihak seolah-olah beragama Hindu dan kemudian dicatatkan di Catatan Sipil)

Saat ini masih dilakukan sidang gugatan tersebut dan semoga apa yang digugat dikabulkan, karena tidak selayaknya negara mengatur kehidupan pribadi seseorang.
 

Selasa, 19 Oktober 2010

Pernikahan Muslimah Happy Salma Tjokorda Bagus

Happy Salma telah menikah dengan keluarga Puri Ubud, Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthayasa di Catatan Sipil Sydney, Australia pada tanggal 18 September 2010, karena di Indonesia pernikahan beda agama belum diakui. Sebenarnya pernyataan eksplisit yang melarang pernikahan beda agama itu tidak ada. Hanya prosedur atau tata cara untuk pencatatan sipil mengharuskan kita untuk mendapatkan surat pernikahan terlebih dahulu dari tempat ibadah yang melangsungkan pernikahan tersebut. Pihak Gereja Katolik beberapa tahun terakhir ini telah membolehkan salah satu pasangannya yang non-Katolik menikah di Gereja Katolik dengan pasangannya yang Katolik. Sedangkan Kantor Urusan Agama (KUA) Islam hanya mau menikahkan pasangan yang keduanya beragama Islam, mualaf sekalipun.

Pada tanggal 3 Oktober 2010, digelarlah ritual pernikahan dengan adat Hindu di Puri Saren Kauh, Ubud, Bali yang berlangsung hikmat dan semarak. Selanjutnya diselenggarakan kembali acara resepsi pernikahan pada tanggal 16 Oktober 2010 di tempat kelahiran Happy Salma, Sukabumi dengan adat Sunda yang kental dan terdengar pula lantunan ayat suci Alquran.

Melakukan pencatatan sipil di Australia yang dilakukan pasangan ini mirip dengan yang dilakukan oleh pasangan Titi Kamal Christian Sugiono. Mungkin ini langkah yang paling tepat untuk pasangan Happy-Tjok, sehingga terlihat bersifat netral, karena Tjokorda Bagus berasal dari Bali. Ini tentunya berbeda, jika pasangan tersebut Islam Kristen dan keduanya berasal dari Luar Bali menikah di Bali.

Sedangkan resepsi pernikahan dilakukan dua kali, pertama karena ada dananya dan keluarga Tjok 'harus' melakukan resepsi tersebut, karena masih mengikuti adat istiadat bangsawan, kedua keluarga Happy Salma mengadakan resepsi untuk pengimbang, supaya terlihat netral sekaligus 'ngunduh mantu'. Tentunya jika dana terbatas dan kaum kebanyakan saja dapat dipilih resepsi pernikahan satu kali saja yang bersifat netral, misalnya berpola barat atau mungkin juga selera Nusantara atau bahkan malah Nikah Tamasya saja.

Senin, 21 Juni 2010

Kawin Campur Choky Sitohang Menjaga Perasaan

Pada tanggal 18 Juni 2010, telah dilangsungkan pernikahan Choky Sitohang dengan Melissa Ariyani dengan resepsi ala Batak. Sedangkan akadnya sendiri konon menggunakan cara Kristen sesuai dengan Agama Choky Sitohang. Hal inilah yang katanya dianggap tidak adil oleh pihak orang tua perempuan yakni tak adanya Akad Nikah secara Islam. Benarkah hal ini, sampai saat ini tak ada klarifikasi yang jelas dari kedua belah pihak, sehingga timbul dugaan pernikahan bermasalah. Padahal setidak-tidaknya Haji Ansori yang merupakan orang tua Melissa telah eksplisit merestuinya. Memang biasanya seorang Ayah lebih toleran daripada Ibu dalam kasus-kasus seperti ini. Hal ini terlihat dalam pernikahan Angelica Sondakh dengan Adjie Massaid dan juga dalam kasus Alter dan Jane, walaupun ayah Jane juga katanya tidak setuju, tetapi setidaknya lebih lunak dari Ibunya. Kerabat dekat saya juga ada yang demikian, ketika anaknya menikah dengan Bule, Ibunya tidak setuju, walaupun Ayahnya setuju dan alhasil mereka berdua tidak datang dalam akad nikah maupun resepsi pernikahan; Sang Ayah tak datang, karena tak mau ribut dengan Istrinya. Jadi Haji Ansori telah selangkah lebih maju dengan datang ke Resepsi Pernikahan Putrinya, walaupun sebagai tamu.

Masalah Akad Nikah memang menjadi masalah. Saya belum pernah tahu adanya pasangan yang melakukan Akad Nikah 2 kali, masing-masing sesuai dengan agama pihak pria dan pihak wanita. Tetapi Resepsi Pernikahan ada yang 2 kali atau 1 kali saja, tetapi Hybrid yakni menggabungkan kedua adat dari kedua mempelai.
Choky Sitohang sebagai orang Batak adatnya sangat kuat (setidak-tidaknya adat orang tuanya), makanya resepsinya ala Batak. Saya tidak tahu apakah telah ada upacara penerimaan Melissa Ariyani sebagai orang yang diakui sebagai Batak atau belum.
Masalah Resepsi Pernikahan sebenarnya dengan mudah diatasi yakni dengan mengadakan Resepsi ala Barat yang sifatnya Netral. Tetapi masalah Akad Nikah lebih sulit mengatasinya dan mungkin sebaiknya mengikuti cara Christian Sugiono dan Titi Kamal (Blog saya ini, Juli 2009).

Hukum Catatan Sipil kita memiliki kelemahan yaitu hanya dapat mencatatkan mereka yang telah Akad Nikah secara Agama. Padahal Akad Nikah Beda Agama inilah yang sebenarnya menjadi masalah. Sebenarnya bisa dipermudah, kenapa dipersulit. Tetapi Catatan Sipil kita bisa mencatat/meregistrasi Pernikahan yang telah diadakan di Luar Negeri. Hal inilah yang tampaknya juga telah dilakukan oleh pasangan Christian Sugiono dan Titi Kamal.

Bagaimanapun selamat kepada Choky dan Melissa semoga rukun dan bahagia. Perbedaan Agama bukan merupakan issue yang penting sebenarnya, jika ada Toleransi. Yang penting kecocokan berdua dan Cinta Sejati menuju Negara Bangsa Indonesia.

CATATAN:Artikel tentang PEMBAURAN di atas banyak pembacanya, mungkin anda juga tertarik membaca:
* Tentang kawin campur yang terjadi pada selebriti Indonesia dan Internasional:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/08/kawin-campur-selebriti-indonesia.html
* Tentang bola salju kawin campur selebriti Indonesia dan Internasional:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/seleb-indonesia-internasional-kawin.html
* Tentang Muslimah Happy Salma yang menikah dengan seorang penganut Hindu:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2010/10/pernikahan-muslimah-happy-salma.html
* Tentang Negara Bangsa Indonesia:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2010/06/kawin-campur-choky-sitohang-menjaga.html
* Tentang permasalahan kawin campur beda agama:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/07/kawin-campur-beda-agama.html

CATATAN:Artikel di blog saya yang lain dan banyak pembacanya:
* Tentang pemilihan Waterproofing dan cat DryLok untuk Dek yang rembes, Kolam Renang dan Kolam Ikan:
http://allsarwa.blogspot.com/2013/04/cat-acrylic-waterprof-tahan-lama.html

Rabu, 03 Februari 2010

Cinta Sejati Negara Bangsa Indonesia

Mencari Jawaban Cinta Sejati demi Pembauran Negara Bangsa Indonesia haruslah terlebih dahulu menelaah Pembauran/Asimilasi di negara-negara: Belanda, Perancis, Amerika Serikat, Brazil, Singapura, Malaysia dan tentunya di Indonesia sendiri.

Belanda. Lebih dari 10% warga negara Belanda memiliki darah Indonesia khususnya Maluku. Asimilasi di sana sejauh ini berlangsung baik. Tetapi Belanda Negara Kecil, maka pengaruh Pembauran di Dunia adalah minim bahkan untuk ukuran Eropa sekalipun.

Perancis. Penjajah Perancis dulu banyak memiliki wilayah jajahan/koloni di Afrika. Warga Afrika yang bermukim di Perancis kini cukup banyak. Banyak dari pemain Liga Perancis bahkan Pemain Nasionalnya adalah keturunan Afrika (atau Campurannya), sehingga ada yang berseloroh apakah ini Kesebelasan Perancis atau Kesebelasan Afrika?
Liberte, Egalite, Fraternite adalah semboyan Republik Perancis yang maksudnya Kemerdekaan, Persamaan dan Persaudaraan. Semoga semboyan ini mengantarkan Perancis menjadi motor Pembauran Cinta Sejati di Eropa.

Amerika Serikat. Sejak Barack Obama menjadi Presiden, maka tampaknya Pembauran di Amerika Serikat tidak menjadi masalah lagi, tetapi bagaimana kelanjutan kemajuan pelaksanaan Pembauran Sejati haruslah kita tunggu setidaknya 1 (satu) sampai 2 (dua) dekade lagi.
Pria Kulit Putih dan Wanita Hispanik menjadi motor Pembauran, tetapi hal itu hanya banyak terjadi di Negara Bagian yang dekat dengan perbatasan Mexico Amerika Serikat.
Negara Bagian California di Pantai Pasifik diharapkan menjadi tempat Pembauran Sejati di masa depan, karena kedekatannya dengan Asia dan hal ini telah tampak dengan keberagaman penduduknya.
Hawaii merupakan satu-satunya tempat di AS yang telah mendekati kesempurnaan dalam Pembauran Sejati.
Dapat dibaca juga:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/05/statistik-kawin-campursilang-di-usa.html
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/05/melting-pot-assimilation-mix-married.html

Brazil. Mungkin ini adalah satu-satunya Negara Bangsa yang Besar yang berhasil/ideal dengan Pembaurannya.
Karnaval di Rio de Janeiro adalah cermin dari Pembauran Cinta Sejati tersebut dimana banyak sekali orang yang beranekaragam turut serta memeriahkannya.

Singapura. Beberapa kali saya ke Singapura, maka saya perhatikan di MRT bahwa masing-masing etnis/suku berkelompok sendiri-sendiri. Bacaan/Koran yang mereka bacapun berbeda. Di Indonesia, Koran yang berkiblat kesukuan atau etnis tertentu hidupnya sekarat atau mungkin malah sudah wafat.

Malaysia. Saya belum pernah ke Malaysia, tetapi dari beberapa bacaan yang saya telaah hampir semuanya berpendapat Pembauran di Indonesia jauh lebih baik. Banyaknya TKI di Malaysia tentunya dapat menjadi nara sumber dan pengamat yang baik.

Indonesia. Indonesia lebih unggul dari Amerika Serikat. Pernyataan yang menggelitik.
Ketika wanita Amerika Serikat masih tidak boleh ikut Pemilu, maka Indonesia (dahulu Hindia Belanda) telah mulai dengan Emansipasi Kartini dan Pemilu Pertama Indonesiapun telah diikuti oleh wanita.
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/04/kartini-padang-dan-pembauran.html
Kaum Kulit Hitam di Amerika Serikat baru mendapatkan kesetaraan dengan Warga Negara AS lainnya beberapa tahun setelah Martin Luther King tewas ditembak dan berarti lama sekali setelah Indonesia Merdeka.
Hambatan terbesar Pembauran Cinta Sejati di Indonesia adalah Kawin Campur Beda Agama terutama yang menyangkut penganut agama Islam dimana mereka memiliki Pengadilan Agamanya sendiri. ---> Hambatan Hukum.
Terobosan Kawin Campur Beda Agama konon dapat dilakukan dengan menikah di Bali menggunakan Pandita tidak peduli apa agama masing-masing mempelai pria dan wanita. Kemudian setelah upacara pemberkatan selesai mempelai dapat mendaftarkan diri sebagai suami-istri di Catatan Sipil (bukan KUA).
Lebih lengkap dan menarik dapat dibaca pada:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/07/kawin-campur-beda-agama.html

Seyogyanya Indonesia akan mengejar dan menyamai bahkan mengungguli Brazil dalam hal Pembauran Sejati Negara Bangsa dan hal itu akan terwujud dengan adanya Cinta Sejati.