Rabu, 15 Februari 2017

Jakarta makin cerdas Ahok menang

Kemungkinan besar pada putaran II Ahok Jarot akan menang Pilkada DKI!!!

Hasil Quick Count Pilkada DKI putaran I sudah didapat, hasil resmi KPU belum keluar, tetapi kemungkinan akan sama dengan hasil Quick Count, karena semua lembaga survai menghasilkan hasil Quick Count yang seragam. Ahok Jarot mendapat sekitar 42,5 persen dan Anis Sandy 39,5 persen atau selisih 3 persen.

Pasangan Ahok Jarot mendapat dana kampanye lebih dari 90 persen dari rakyat termasuk dari rakyat kecil yang hanya menyumbang Rp 10.000, sedangkan pasangan Anis Sandy mendapat sumbangan yang 90 persen dari pengusaha Sandy Uno yang adalah calon wakil gubernur nomor urut 3 dan juga pasangan Anis. Artinya pasangan Ahok Jarot lebih dicintai rakyat dari berbagai golongan.

Beda 3 persen suara memang tidak banyak, tetapi biasanya pemenang putaran pertama Pilkada akan memenangkan juga putaran kedua pilkada.

Melalui hasil polling, maka pada saat Ahok mulai dirundung masalah keagamaan, maka perolehan suaranya sedikit, tetapi ketika sidang sudah mencapai yang ke-10, maka pendukung anti Ahok di sekitar jalannya sidang sudah jauh lebih sedikit, karena mereka mungkin mulai sadar bahwa ini adalah masalah Pilkada dan bukan masalah keagamaan. Yang hanya ikut-ikutan tanpa mengerti masalahnya pasti sudah tidak mau ikut demo lagi, apalgi yang cerdas. Yusuf Kalla mengatakan, kalau tak ada Pilkada, maka mungkin tidak akan ada sidang Ahok.

Dari gesture Anis terlihat bahwa ia memang ingin merangkul massa Islam demikian juga ketika Agus mengumumkan kekalahannya, maka Anissa Pohan istrinya bernuansa Muslim, sesuatu yang mungkin tidak sering dilakukannya, terdengar juga teriakan Takbir pada saat pidato Agus tersebut.

Akankah suara Agus akan beralih ke Anis pada Pilkada putaran II, pasti ada, tetapi belum tentu banyak.  Seseorng milih Agus mungkin karena ia suka figur SBY, figur Agus dan bisa juga, karena ia anggota atau simpatisan Partai Demokrat.

Apakah kartu Islam masih bisa dimainkan. Mungkin masih bisa, tetapi efektifitasnya semakin hari semakin kecil. Hal itu sudah tampak sejak Pemilu tahun 2009.

http://pembauran-sejati.blogspot.co.id/2009/04/hasil-pemilu-legislatif-dan-pembauran.html
http://pembauran-sejati.blogspot.co.id/2009/07 selamat-tinggal-primordialisme-hidup-indonesia.html

Tampaknya popularitas partai-partai Islam, makin hari makin merosot, apalagi di DKI. PPP yang dulu pernah berjaya di DKI, sekarang sudah tidak terlalu bergigi, sedangkan PAN tadinya saya pikir memiliki kursi yang banyak di DKI, karena Amin Rais ribut bener soal Ahok, tetapi ternyata kursinya hanya 2 atau sekitar 2 persen  Apakah teriakan Amin Rais tersebut merupakan teriakan terakhirnya?

Rizieg Shihabpun dulunya ngotot benar soal Ahok, tetapi belakangan ini, ketika dirundung banyak masalah, maka, ia menyebut-nyebut ingin mediasi, tetapi kenapa tidak menyebut-nyebut hal ini, ketika Ahok mulai dirundung masalah. Pendapat saya sederhana, jangan gunakan Agama untuk Bisnis, Penggelapan uang, Penyerobotan Tanah ataupuin untuk Meraih Kekuasaan. Primordialisme akan semakin susut, issue agama jelas semakin tidak laku.

Pada Pilkada DKI Putaran II nanti, kemungkinan yang belum sempat menyoblos pada Putaran pertama, kemungkinan akan menyoblos Ahok, mereka adalah orang-orang yang rasional, menentukan pada saat-saat terakhir.

Kalaupun nanti ternyata Ahok kalah, maka emosi keagamaan massa DKI masih kuat dan tidak cukup rasional.

Tulisan ini dibuat, tentunya dalam rangka Pembauran Sejati menuju Negara Bangsa Indonesia dengan mencintai NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila yang Sila Pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Yang bilang cinta NKRI belum tentu berani menyatakan dalam pidatonya, bahwa mencintai Pancasila dengan Sila Pertamanya Ketuhan Yang Maha Esa.

Trend masa kini adalah Negara Bangsa, silakan baca untuk memperluas wawasan:

https://en.wikipedia.org/wiki/Toronto

Jumat, 15 Januari 2016

Terorisme berhasilkah? Dugaan dan Analisa

Jawabnya hanya sebagian kecil terorisme yang berhasil. Berhasil dalam publisitas, tetapi tidak untuk tujuannya.

Dulu ketika jamannya milis saya telah mengatakan, bahwa jika Bali dibompun tak akan berpengaruh apa-apa terhadap NKRI dan ini tentunya saya ungkapkan sebelum adanya Bom Bali. Saya lebih suka milis dibandingkan forum pada saat ini, karena milis umumnya ada moderatornya, sehingga hanya yang berkualitas yang dimuat, jadi hampir tak ada haters, apalagi orang jualan.

Beberapa saat setelah BOM WTC, saya ke Bali dan saya berbaur dengan Bule, mereka semua membicarakannya dan mereka heran Amerika bisa kecolongan. Menurut saya ini adalah perencanaan yang sangat jenius. Steven Spielbergpun mungkin tak akan pernah bisa berpikir/berkhayal sampai ke sini. Dilakukan siang hari bolong dan tentunya akan menjadi siaran langsung yang sangat berkualitas dari segi visual. Menara I sudah terbakar dan semua mata tertuju kepada menara kembar tersebut dan ketika Menara II dihajar juga semuanya menyaksikannya secara langsung. Menara kembar tersebut terbuat dari mayoritas baja yang akan melentur/meliuk kena panas dan pasti akan ambruk hanya dalam hitungan jam, berbeda dengan bangunan beton. Di Jakarta bangunan seperti ini adalah Landmark Tower A dan B, tetapi jika hanya pecah kaca-kacanya seperti Bom Kuningan, maka kurang dramatis, karena agak jauh dari jalan raya. BOM WTC boleh dikatakan sangat berhasil dari segi apapun. Tetapi hal semacam ini mungkin tak akan terulang kembali, karena Amerika sekarang ini sangat protektif. Prinsip Amerika adalah menjauhkan segenap keributan di luar negaranya yang dibalas oleh para teroris dengan menghajar kepentingan/simbol Amerika dan akhir-akhir ini juga menghajar negara-negara sekutu Amerika, jadi yang dihajar bukan hanya simbolnya, tetapi termasuk publik negara yang bersangkutan.

Setelah Bom Bali I, turis asing memang berkurang, tapi tidak banyak. Setelah Bom Bali II, turis asing boleh dikatakan nol, banyak hotel yang tidak ada sama sekali turisnya, walaupun Bom Bali II boleh dikatakan kecil. Di beberapa hotel masih ada turis lokal, walaupun hanya sedikit, sampai-sampai saya merasa yang punya hotel. Ekonomi Bali yang boleh dikatakan sangat dipengaruhi oleh turisme boleh dikatakan lumpuh. Pukul 9 malam Kuta dan Legian sepi dan boleh dikatakan tak ada lagi toko yang buka. Yang tidak diduga oleh para teroris adalah kejadian ini memukul supplier yang umumnya dari Jawa, misalnya kaos, batu paras, tanah liat, demikian juga banyak pekerja dari Jatim yang harus pulang kampung. BOM Bali I dan II yang berbeda setahun boleh dikatakan berhasil untuk skala Bali, tetapi tidak untuk skala Indonesia. Walaupun sulit, pemboman seperti Bom Bali II yang hanya menggunakan ransel mungkin dapat terjadi lagi.

Bom Kuningan berhasil dari segi publisitas. Asap Bom Kuningan yang putih bersih membumbung ke udara menunjukkan, kualitas peledak yang baik dan jelas bukan jenis low explosive, seperti yang digunakan di BOM Bali I. Visualnya sangat bagus, karena dilakukan di siang hari bolong dan tanpa awan.

Bom Paris/Perancis berhasil dari segi publisitas dan juga korbannya. Dilakukan malam hari, karena konser dilakukan malam hari, maka dari segi visual tidak akan dihasilkan gambar yang dramatis, tetapi penyerangan di beberapa tempat di waktu yang hampir bersamaan dan proses penyanderaan yang memakan waktu relatif lama bisa menjadi trend dan merupakan publisitas yang baik.

Bom Sarinah/Jakarta Theatre/ StarBucks sangat berhasil dari segi publisitas. Dilakukan di siang hari bolong, seperti halnya BOM WTC, maka liputannya sangat menarik, apalagi banyak publik yang ikut mengabadikannya dari gedung-gedung di sekitarnya, sesuatu yang mungkin tidak diduga oleh aparat dan bisa jadi menjadi trend di masa yang akan datang. Dari bom dan senjata yang dibawa, jelas mereka tidak menargetkan korban yang banyak. Walaupun seandainya ada yang berhasil meledakkan bom di dalam Gedung Sarinah, korban tidak akan banyak dan ini lebih kepada memberikan pesan, bahwa penjagaan yang kuatpun bisa di tembus. Hal ini sudah terbukti di Afganistan dan Irak dimana penjagaan Amerika yang kuatpun dapat ditembus, termasuk Kedutaan Amerika di Irak.

Trend masa depan dalam penyerangan teroris adalah:
Menyerang beberapa tempat sekaligus, tetapi harus ada simbol negara yang dituju
Kombinasi penggunaan bom dan senjata api, dimana bom berskala besarnya cukup satu, tetapi bom berskala kecilnya banyak.
Jika perlu dilakukan penyanderaan untuk memperpanjang waktu tayang Siaran Langsung.
Penggunaan racun di ruang tertutup bisa dilakukan sebagai tambahan untuk menimbulkan korban yang banyak dan termasuk mudah dilakukan, tetapi penggunaan racun sendirian tidak akan memberikan efek dramatis, karena tidak ada kerusakan bangunan ataupun kaki yang menjadi buntung.

Kebanyakan teroris belajar hanya satu agama dan sekolah bukan di sekolah umum yang heterogen, tetapi belajar di sekolah yang lebih menitik beratkan pada agama tertentu saja. PEMBAURAN dalam pengertian yang paling sederhana harus dilakukan untuk mengurangi kemungkinan seseorang menjadi teroris. Yang paling mudah, sekolahlah di sekolah umum yang heterogen.

Tambahan 15 Juli 2016: Truk yang menabrak kerumunan orang-orang di Nice, Perancis menewaskan setidaknya 84 orang dan ratusan orang yang luka-luka. Dari segi korban yang banyak, teror ini berhasil dan karena dilakukan di tempat terbuka banyak orang yang melihatnya, walaupun tidak menjadi korban. Biaya untuk melakukan teror ini juga sebenarnya relatif murah dan persiapan maupun pelaksanaannya mudah dilakukan oleh kebanyakan orang. Pengemudi truk juga membawa senjata dan juga granat yang mungkin belum sempat digunakannya untuk menambah sensasi. Jelas sasaran teror ini adalah negara untuk merubah kebijaksanannya terhadap kawan-kawan teroris. Untuk masa mendatang tentunya cara ini akan banyak ditiru oleh para teroris, misalnya menabrakkan truk ke gerbong kereta api di perlintasan kereta api, dan bisa jadi truk tersebut adalah truk bahan bakar, gas atau kimia berbahaya.

Rabu, 29 Juli 2015

Islam Nusantara: Islam Tidak Satu

Pada tanggal 14 Juni 2015, Presiden NKRI Joko Widodo menyebut Islam Nusantara, tanpa penjelasan yang lengkap, sehingga menimbulkan multi tafsir. Tetapi setidak-tidaknya Islam Nusantara berbeda dengan Islam Malaysia, karena masing-masing memiliki muatan lokal terkait nilai budaya dan tradisi lokal.

Jadi Islam Nusantara bukan milik satu golongan saja, karena di Indonesia terdapat banyak golongan, termasuk Islam Abangan, maka Lebarannya juga berbeda-beda dengan versi Pemerintah, ada yang mendahului, ada yang sama dan ada juga yang telat. Komplit dah.

Suka tidak suka Islam itu Tidak Satu, setidaknya ada Sunni dan Syiah. Bahkan ketika saya tanya pada salah seorang dari Turki apakah ia penganut Sunni atau Syiah, dia menjawab bukan kedua-duanya.

Sampai saat ini antara Sunni dan Syiahpun masih terdapat pertentangan, sehingga diadakan Islam and Peace Conference di Lund, Swedia http://www.salaminstitute.org/Lund.html Dan ternyata di dalam Sunni dan Syiahpun masih terdapat golongan-golongan lagi, jadi mirip dengan Katolik, ada Katolik Roma, ada Katolik Orthodox, demikian pula Protestan, ada Protestan Pantekosta, ada Protestan HKBP dan sebagainya.

Jadi lebih baik menghargai Prularisme, daripada menginginkan orang lain untuk mengikuti anda.

Jumat, 05 September 2014

Menggugat Undang-undang Perkawinan ke MK

Pada pertengahan 2014 seorang mahasiswa dan 4 alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia melayangkan gugatan pada Mahkamah Konstitusi khususnya Pasal 2 ayat (1) UU No 1 Tahun 1974 yang berbunyi: "Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaan itu" yang menyebabkan ketidakpastian hukum bagi yang akan melakukan perkawinan beda agama di Indonesia.

Beberapa cara untuk menyiasati Perkawinan Beda Agama yang telah terjadi adalah:
* Meminta Pengadilan Negeri untuk menetapkan Perkawinan antara si A dan pasangannya adalah sah secara hukum. (Repot, habis banyak waktu dan biaya)
* Melakukan pernikahan dengan mengikuti masing-masing agama yang menikah, jadi masing-masing akan melakukan pernikahan secara agama masing-masing 2x dan masing-masing memiliki 2 surat nikah. (Jika bercerai, kedua surat nikah tersebut harus disebutkan)
* Berpura-pura pindah agama hanya untuk mengikuti pernikahan salah satu agama. (Paling murah, tetapi sanksi sosialnya terhadap pelaku harus dipertimbangkan)
* Menikah di tempat di mana Perkawinan Beda Agama diperkenankan dan kemudian dicatatkan di Catatan Sipil (jika dilakukan di Luar Negeri, biayanya mahal, paling murah jika dilakukan di Bali dan masing-masing pihak seolah-olah beragama Hindu dan kemudian dicatatkan di Catatan Sipil)

Saat ini masih dilakukan sidang gugatan tersebut dan semoga apa yang digugat dikabulkan, karena tidak selayaknya negara mengatur kehidupan pribadi seseorang.
 

Selasa, 19 Oktober 2010

Pernikahan Muslimah Happy Salma Tjokorda Bagus

Happy Salma telah menikah dengan keluarga Puri Ubud, Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthayasa di Catatan Sipil Sydney, Australia pada tanggal 18 September 2010, karena di Indonesia pernikahan beda agama belum diakui. Sebenarnya pernyataan eksplisit yang melarang pernikahan beda agama itu tidak ada. Hanya prosedur atau tata cara untuk pencatatan sipil mengharuskan kita untuk mendapatkan surat pernikahan terlebih dahulu dari tempat ibadah yang melangsungkan pernikahan tersebut. Pihak Gereja Katolik beberapa tahun terakhir ini telah membolehkan salah satu pasangannya yang non-Katolik menikah di Gereja Katolik dengan pasangannya yang Katolik. Sedangkan Kantor Urusan Agama (KUA) Islam hanya mau menikahkan pasangan yang keduanya beragama Islam, mualaf sekalipun.

Pada tanggal 3 Oktober 2010, digelarlah ritual pernikahan dengan adat Hindu di Puri Saren Kauh, Ubud, Bali yang berlangsung hikmat dan semarak. Selanjutnya diselenggarakan kembali acara resepsi pernikahan pada tanggal 16 Oktober 2010 di tempat kelahiran Happy Salma, Sukabumi dengan adat Sunda yang kental dan terdengar pula lantunan ayat suci Alquran.

Melakukan pencatatan sipil di Australia yang dilakukan pasangan ini mirip dengan yang dilakukan oleh pasangan Titi Kamal Christian Sugiono. Mungkin ini langkah yang paling tepat untuk pasangan Happy-Tjok, sehingga terlihat bersifat netral, karena Tjokorda Bagus berasal dari Bali. Ini tentunya berbeda, jika pasangan tersebut Islam Kristen dan keduanya berasal dari Luar Bali menikah di Bali.

Sedangkan resepsi pernikahan dilakukan dua kali, pertama karena ada dananya dan keluarga Tjok 'harus' melakukan resepsi tersebut, karena masih mengikuti adat istiadat bangsawan, kedua keluarga Happy Salma mengadakan resepsi untuk pengimbang, supaya terlihat netral sekaligus 'ngunduh mantu'. Tentunya jika dana terbatas dan kaum kebanyakan saja dapat dipilih resepsi pernikahan satu kali saja yang bersifat netral, misalnya berpola barat atau mungkin juga selera Nusantara atau bahkan malah Nikah Tamasya saja.

Senin, 21 Juni 2010

Kawin Campur Choky Sitohang Menjaga Perasaan

Pada tanggal 18 Juni 2010, telah dilangsungkan pernikahan Choky Sitohang dengan Melissa Ariyani dengan resepsi ala Batak. Sedangkan akadnya sendiri konon menggunakan cara Kristen sesuai dengan Agama Choky Sitohang. Hal inilah yang katanya dianggap tidak adil oleh pihak orang tua perempuan yakni tak adanya Akad Nikah secara Islam. Benarkah hal ini, sampai saat ini tak ada klarifikasi yang jelas dari kedua belah pihak, sehingga timbul dugaan pernikahan bermasalah. Padahal setidak-tidaknya Haji Ansori yang merupakan orang tua Melissa telah eksplisit merestuinya. Memang biasanya seorang Ayah lebih toleran daripada Ibu dalam kasus-kasus seperti ini. Hal ini terlihat dalam pernikahan Angelica Sondakh dengan Adjie Massaid dan juga dalam kasus Alter dan Jane, walaupun ayah Jane juga katanya tidak setuju, tetapi setidaknya lebih lunak dari Ibunya. Kerabat dekat saya juga ada yang demikian, ketika anaknya menikah dengan Bule, Ibunya tidak setuju, walaupun Ayahnya setuju dan alhasil mereka berdua tidak datang dalam akad nikah maupun resepsi pernikahan; Sang Ayah tak datang, karena tak mau ribut dengan Istrinya. Jadi Haji Ansori telah selangkah lebih maju dengan datang ke Resepsi Pernikahan Putrinya, walaupun sebagai tamu.

Masalah Akad Nikah memang menjadi masalah. Saya belum pernah tahu adanya pasangan yang melakukan Akad Nikah 2 kali, masing-masing sesuai dengan agama pihak pria dan pihak wanita. Tetapi Resepsi Pernikahan ada yang 2 kali atau 1 kali saja, tetapi Hybrid yakni menggabungkan kedua adat dari kedua mempelai.
Choky Sitohang sebagai orang Batak adatnya sangat kuat (setidak-tidaknya adat orang tuanya), makanya resepsinya ala Batak. Saya tidak tahu apakah telah ada upacara penerimaan Melissa Ariyani sebagai orang yang diakui sebagai Batak atau belum.
Masalah Resepsi Pernikahan sebenarnya dengan mudah diatasi yakni dengan mengadakan Resepsi ala Barat yang sifatnya Netral. Tetapi masalah Akad Nikah lebih sulit mengatasinya dan mungkin sebaiknya mengikuti cara Christian Sugiono dan Titi Kamal (Blog saya ini, Juli 2009).

Hukum Catatan Sipil kita memiliki kelemahan yaitu hanya dapat mencatatkan mereka yang telah Akad Nikah secara Agama. Padahal Akad Nikah Beda Agama inilah yang sebenarnya menjadi masalah. Sebenarnya bisa dipermudah, kenapa dipersulit. Tetapi Catatan Sipil kita bisa mencatat/meregistrasi Pernikahan yang telah diadakan di Luar Negeri. Hal inilah yang tampaknya juga telah dilakukan oleh pasangan Christian Sugiono dan Titi Kamal.

Bagaimanapun selamat kepada Choky dan Melissa semoga rukun dan bahagia. Perbedaan Agama bukan merupakan issue yang penting sebenarnya, jika ada Toleransi. Yang penting kecocokan berdua dan Cinta Sejati menuju Negara Bangsa Indonesia.

CATATAN:Artikel tentang PEMBAURAN di atas banyak pembacanya, mungkin anda juga tertarik membaca:
* Tentang kawin campur yang terjadi pada selebriti Indonesia dan Internasional:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/08/kawin-campur-selebriti-indonesia.html
* Tentang bola salju kawin campur selebriti Indonesia dan Internasional:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/seleb-indonesia-internasional-kawin.html
* Tentang Muslimah Happy Salma yang menikah dengan seorang penganut Hindu:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2010/10/pernikahan-muslimah-happy-salma.html
* Tentang Negara Bangsa Indonesia:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2010/06/kawin-campur-choky-sitohang-menjaga.html
* Tentang permasalahan kawin campur beda agama:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/07/kawin-campur-beda-agama.html

CATATAN:Artikel di blog saya yang lain dan banyak pembacanya:
* Tentang pemilihan Waterproofing dan cat DryLok untuk Dek yang rembes, Kolam Renang dan Kolam Ikan:
http://allsarwa.blogspot.com/2013/04/cat-acrylic-waterprof-tahan-lama.html

Rabu, 03 Februari 2010

Cinta Sejati Negara Bangsa Indonesia

Mencari Jawaban Cinta Sejati demi Pembauran Negara Bangsa Indonesia haruslah terlebih dahulu menelaah Pembauran/Asimilasi di negara-negara: Belanda, Perancis, Amerika Serikat, Brazil, Singapura, Malaysia dan tentunya di Indonesia sendiri.

Belanda. Lebih dari 10% warga negara Belanda memiliki darah Indonesia khususnya Maluku. Asimilasi di sana sejauh ini berlangsung baik. Tetapi Belanda Negara Kecil, maka pengaruh Pembauran di Dunia adalah minim bahkan untuk ukuran Eropa sekalipun.

Perancis. Penjajah Perancis dulu banyak memiliki wilayah jajahan/koloni di Afrika. Warga Afrika yang bermukim di Perancis kini cukup banyak. Banyak dari pemain Liga Perancis bahkan Pemain Nasionalnya adalah keturunan Afrika (atau Campurannya), sehingga ada yang berseloroh apakah ini Kesebelasan Perancis atau Kesebelasan Afrika?
Liberte, Egalite, Fraternite adalah semboyan Republik Perancis yang maksudnya Kemerdekaan, Persamaan dan Persaudaraan. Semoga semboyan ini mengantarkan Perancis menjadi motor Pembauran Cinta Sejati di Eropa.

Amerika Serikat. Sejak Barack Obama menjadi Presiden, maka tampaknya Pembauran di Amerika Serikat tidak menjadi masalah lagi, tetapi bagaimana kelanjutan kemajuan pelaksanaan Pembauran Sejati haruslah kita tunggu setidaknya 1 (satu) sampai 2 (dua) dekade lagi.
Pria Kulit Putih dan Wanita Hispanik menjadi motor Pembauran, tetapi hal itu hanya banyak terjadi di Negara Bagian yang dekat dengan perbatasan Mexico Amerika Serikat.
Negara Bagian California di Pantai Pasifik diharapkan menjadi tempat Pembauran Sejati di masa depan, karena kedekatannya dengan Asia dan hal ini telah tampak dengan keberagaman penduduknya.
Hawaii merupakan satu-satunya tempat di AS yang telah mendekati kesempurnaan dalam Pembauran Sejati.
Dapat dibaca juga:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/05/statistik-kawin-campursilang-di-usa.html
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/05/melting-pot-assimilation-mix-married.html

Brazil. Mungkin ini adalah satu-satunya Negara Bangsa yang Besar yang berhasil/ideal dengan Pembaurannya.
Karnaval di Rio de Janeiro adalah cermin dari Pembauran Cinta Sejati tersebut dimana banyak sekali orang yang beranekaragam turut serta memeriahkannya.

Singapura. Beberapa kali saya ke Singapura, maka saya perhatikan di MRT bahwa masing-masing etnis/suku berkelompok sendiri-sendiri. Bacaan/Koran yang mereka bacapun berbeda. Di Indonesia, Koran yang berkiblat kesukuan atau etnis tertentu hidupnya sekarat atau mungkin malah sudah wafat.

Malaysia. Saya belum pernah ke Malaysia, tetapi dari beberapa bacaan yang saya telaah hampir semuanya berpendapat Pembauran di Indonesia jauh lebih baik. Banyaknya TKI di Malaysia tentunya dapat menjadi nara sumber dan pengamat yang baik.

Indonesia. Indonesia lebih unggul dari Amerika Serikat. Pernyataan yang menggelitik.
Ketika wanita Amerika Serikat masih tidak boleh ikut Pemilu, maka Indonesia (dahulu Hindia Belanda) telah mulai dengan Emansipasi Kartini dan Pemilu Pertama Indonesiapun telah diikuti oleh wanita.
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/04/kartini-padang-dan-pembauran.html
Kaum Kulit Hitam di Amerika Serikat baru mendapatkan kesetaraan dengan Warga Negara AS lainnya beberapa tahun setelah Martin Luther King tewas ditembak dan berarti lama sekali setelah Indonesia Merdeka.
Hambatan terbesar Pembauran Cinta Sejati di Indonesia adalah Kawin Campur Beda Agama terutama yang menyangkut penganut agama Islam dimana mereka memiliki Pengadilan Agamanya sendiri. ---> Hambatan Hukum.
Terobosan Kawin Campur Beda Agama konon dapat dilakukan dengan menikah di Bali menggunakan Pandita tidak peduli apa agama masing-masing mempelai pria dan wanita. Kemudian setelah upacara pemberkatan selesai mempelai dapat mendaftarkan diri sebagai suami-istri di Catatan Sipil (bukan KUA).
Lebih lengkap dan menarik dapat dibaca pada:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/07/kawin-campur-beda-agama.html

Seyogyanya Indonesia akan mengejar dan menyamai bahkan mengungguli Brazil dalam hal Pembauran Sejati Negara Bangsa dan hal itu akan terwujud dengan adanya Cinta Sejati.

Sabtu, 05 Desember 2009

NO Merry Christmas (certain individual?)

Can't Merry Christmas. Fugacious title appears on the bizzare. Forget it first.
I say Merry Christmas to all who celebrate.
Without knowing my relegion, I also say Happy Idul Fitri when the Islam fasting month ended, Happy Waicak to who celebrate, I also say Happy Nyepi-Galungan-Kuningan (Hindu Bali ritual celebration) and so on.
But there are some people who do not say Congratulations to the people who do not have same religion with them, regard the other as Kafir. They only knew that only Jesus saves, only Allah and Muhammad is so saving it and so on.
Each of the religious fanatics and the other is rubbish.
Clearly they do not even know mixing on the lowest level of social mixing. But they have.

Task in front of the eye so that Truly Mixing can be realized.

Comments can also be addressed directly at: gsarwa@indosat.net.id

Additional: I've talked with someone who confess post graduate from Religion-Comparison faculty, Egypt that says the act does not provide for the Congratulations of different religious person was certain individual act.
The problem is that certain individual is quite a lot and they are just follow what their (religion) leader said.

Rabu, 23 September 2009

Famous International Celebrity Bi/Multiracial Mix Married Surge

Looking at the list of International Celeb below that the Truly Mixing/Assimilation through Mixed Married that there Celeb has only 1/8 certain race/ethnic/tribe just like Tiger Woods. Or even that there is Celeb who the Mixing already complex/complicated and difficult to trace/tracked back as well as Nicole Richie. Seems Mixing/Assimilation Surge as a Snowball.

With the good actual recording of Genealogy, so anyone can know what the blood flowing in him/her. Genealogy DNA can better ensure which components are included in the Mix Married. Not impossible that we are descendants of Genghis Khan/Kubilai Khan who according to calculation of experts now the descendants reach dozens of million people around the world (Many White persons in Europe might be not realize that they also have blood of Genghis Khan/Kubilai Khan!)

For a list of Indonesian Celeb Mix Married (in Indonesian Language - Bahasa Indonesia), please click:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/seleb-indonesia-internasional-kawin.html

International Celeb result of Mix Married:
Halle Berry, Actress, her mother is White British, her father is Afro-American.
Sam Brodie, Reality TV England contestant, his/her father is Scotland, his/her mother is Indonesian; he/she would like become an Indonesian famous artist as well as done abroad, but seemly fail, might be easier become an artist in abroad comparing in Indonesia?!
Naomi Campbell, Model, Jamaican mother, Jamaican-Chinese father.
Mariah Carey, Singer, Irish-American mother with Afro-Venezuelan father.
Mark Dacascos, Filipino Actor, Spanish and Chinese on his father's side, Irish and Japanese on his mother's.
Ryan Giggs, Welsh footballer, mixed Black and White father, White mother.
Mata Hari, Spy, Dancer, Dutch father and Japanese mother.
Jimi Hendrix, American musician, White Irish, Black and Cherokee.
Enrique Iglesias, Singer, son of Spanish singer Julio Iglesias and Spanish-Filipino - Mestiza Socialite and Journalist Isabel Preysler.
Alicia Keys, Singer, her mother's Irish Italian, Jamaican father.
Nancy Kwan, Actress (The World of Suzie Wong), Chinese father (architect Kwan Wing Hong), White British mother (model Marquita Scott).
Bruce Lee, Martial Artist and Actor, 3/4 Chinese, 1/4 German.
Bob Marley, Musician, Welsh father, Jamaican mother.
Yannick Noah, French tennis player and also popular singer, White French mother, African Cameroonian father.
Barack Obama, President of the United States of America, Kenyan father and White American mother.
Quddus, MTV VJ, 3/4 Black, 1/4 White.
Keanu Reeves, Actor, Chinese, Hawaiian and Irish father with British mother.
George Richards, President of Trinidad and Tobago, Chinese, European, African, Carib (Amerindian).
Nicole Richie, Television Personality, Richie has stated that she is a mix of a number of extractions; Main ones are African-American, White and unspecified Hispanic.
Nicole Scherzinger, Lead Singer of The Pussycat Dolls, Hawaiian, Filipino, German and Russian descent.
Rob Schneider, Actor and Comedian, 1/2 Jewish, 1/4 Filipino, 1/4 Other European.
Kimora Lee Simmons, Baby Phat CEO, Black father, Japanese mother.
Donita Rose, MTV VJ, 1/2 Filipino and 1/2 American.
JRD Tata, Businessman, India/Indian father and French mother.
David Usher, Canadian rock musician, Jewish father and Thai mother.
Giovanni van Bronckhorst, Dutch soccer player, Dutch and Indonesian parentage.
Vanessa Williams, American Singer and Actress. The first African-American woman to be crowned as Miss America. Half African-American/half white father and Half African-American/half white mother.
Tiger Woods, Professional Golfer, 1/4 Chinese, 1/4 Thai, 1/4 African-American, 1/8 Native American, 1/8 Dutch.
Tata Young, Thai pop music singer and actress, Half White European and Half Thai.

For a list of Indonesian Celeb Mix Married (in Bahasa Indonesia - Indonesian Language) please click:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/seleb-indonesia-internasional-kawin.html

Selasa, 01 September 2009

Statistik Bhinneka Tunggal Ika (Prediksi)

Saya sangat sayang dan kagum pada Garudaku yang Gagah Berani menjaga Bhinneka Tunggal Ika dengan cengkeramannya yang kuat. Di dadanya ada perisai/tameng yang menyimbolkan PancaSila dengan Sila Pertamanya: Ketuhanan Yang Maha Esa dan terletak di tengah-tengah. Secara Subyektif harus saya nyatakan bahwa Garudaku selain Gagah Berani juga paling Cakap/Cantik dibandingkan Garudanya Paman Sam (USA/Amerika Serikat) atau Garudanya Republik Federasi Jerman.

Saya Prediksikan berabad-abad yang akan datang tidak mustahil terbentuk Negara Bangsa Indonesia yang sesungguhnya.

Berhubung Data Statistik Indonesia belum saya punyai atau malah mungkin belum tersedia secara lengkap, maka saya akan menguraikan Data Statistik Amerika Serikat (US Census Bureau) sebagai ilustrasi mengenai Minoritas-Mayoritas yang maksudnya secara Nasional adalah Minoritas, tetapi pada Daerah-daerah tertentu menjadi Mayoritas.

Tahun 2006:
Hampir Sepersepuluh dari 3141 Daerah atau sebanyak 303 Daerah telah menjadi Daerah Minoritas-Mayoritas dimana lebih dari 50% populasinya (Mayoritas) adalah kaum yang dikategorikan sebagai Minoritas secara Nasional.
Secara garis besar kelompok masyarakat tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
Hispanik: Starr County, Texas populasi Hispaniknya mencapai 97%. 11 County terbesar populasi Hispaniknya terletak di Negara Bagian Texas yang berbatasan langsung dengan Negara Mexico.
Hitam: Claiborne County, Miss. memiliki penduduk 85% orang berkulit Hitam. Seluruh 50 County dengan persentase Hitam terbesar terletak di Bagian Selatan Amerika Serikat. Ini tentunya berhubungan dengan perbudakan pada zamannya.
Asia: Honolulu County, Hawaii memiliki penduduk Asia 59%.
Indian Amerika dan Pribumi Alaska: Shennon County, South Dakota berpenduduk 88% kelompok ini.
Pribumi Hawaii dan Penduduk Pulau-pulau Lainnya di Pasifik: Tidak terdapat kelompok ini sebagai Minoritas-Mayoritas.

Terlihat bahwa pola penyebaran Ras/Etnis/Suku ternyata sangat beragam.
Di Indonesia kasus Minoritas-Mayoritas mungkin dapat dicontohkan terdapat di Singkawang, kurang lebih 100 km Utara Pontianak, Kalimantan Barat dimana Orang Cina menjadi Mayoritas padahal secara Nasional Orang Cina adalah Minoritas. Glodok China Town juga merupakan kasus Minoritas-Mayoritas untuk Jakarta.
Dari sudut Agama, maka Bali juga dapat dikatakan kasus Minoritas-Mayoritas.

Pembauran ataupun Kawin Campur/Silang tentunya dapat terjadi di mana saja. tetapi akan lebih mudah terjadi di tempat dimana penduduknya sangat Heterogen.
Jika seseorang penduduk Jakarta ditanya: Orang apa?, maka jawabannya mungkin adalah Saya Orang Jakarta daripada susah-susah menerangkan bahwa Ayahnya Jawa Madura sedangkan Ibunya Sunda Bali apalagi Istrinya juga hasil Kawin Campur/Silang Batak Minang Ambon Papua.

Beberapa abad yang akan datang penduduk Kota-kota Besar di Indonesia yang juga diikuti penduduk Kota-kota Kecil Lainnya pasti akan mirip penduduk Metropolitan Jakarta.
We change believe in, saya percaya suatu hari kelak Pembauran Sejati Negara Bangsa Indonesia yang sesungguhnya akan terwujud.

Sabtu, 15 Agustus 2009

Kahwin Campur Ajang Cari Jodoh

Ajang Cari Pasangan Take Me Out Indonesia di Indosiar tampaknya menuai sukses, sehingga ditayangkan pula Take Him Out Indonesia bahkan Tayang Ulang Take Me Out Indonesia juga dilakukan. Durasi Tayang masing-masing acara -/+ 2,5 jam, maka ditambah acara Happy Song berdurasi -/+ 2 jam yang disiarkan tiap hari Senin s/d Sabtu - Indosiar tampaknya akan leluasa mengisi sisa slot acaranya dengan acara-acara lainnya yang bermutu.

Sebenarnya acara Reality Show Ajang Cari Jodoh semacam ini bukan yang pertama kali ditayangkan di Indonesia, dahulu pernah ada acara serupa yang dinamai Date Express. Bedanya acara yang sekarang ditayangkan Indosiar ini bersifat 'One from Many' yang maksudnya Seseorang memilih dari Banyak Calon Seseorang yang disukainya, sedangkan Date Express bersifat 'One/Many to One/Many yang artinya Tiap-tiap Orang memilih Sesorang dari Banyak Calon. Date Express mirip Setengah Kompetisi dimana masing-masing Peserta berkesempatan tanya jawab dengan Semua calon pasangannya satu persatu. Date Express lebih ditujukan kepada remaja ataupun pemuda-pemudi berusia tidak lebih dari 24 tahun. Pertanyaan di antara mereka cukup 'ganas', berani dan terbuka sesuai dengan Usia Muda mereka, meliputi Keperawanan, Sex sebelum Nikah, Banyak Kali Pacaran dan sebagainya.

Dalam acara Take Me/Him Out Indonesia si Pemilih memperkenalkan dirinya dengan Nama, Pekerjaan dan Agama (walaupun ada juga yang tidak menyebutkan Agamanya).
Agama tampaknya merupakan kriteria penting untuk Memilih atau Dipilih, sehingga ada Pemilih yang bertanya kepada Calon yang mungkin akan Dipilihnya: Apakah anda Kristen?
Pekerjaan yang Mapan untuk Pria/Lelaki tampaknya juga modal besar bagi dirinya untuk Memilih atau Dipilih. Ada seorang Direktur Utama pria yang sampai harus memilih satu di antara sembilan wanita yang masih memberi kesempatan padanya untuk memilih.
Beda Usia yang jauh tampaknya juga banyak dihindari. Seseorang Wanita berusia 21 tahun segera mematikan lampu (menolak), ketika calonnya berusia 37 tahun dan hanya beda usia 2 tahun dengan ayahnya. Walaupun demikian ada Wanita Matang yang Gesit berusia 24 tahun yang memilih Pria Mapan berusia 38 tahun.
Model, Artis, Seniman ataupun yang Nyentrik tampaknya sulit untuk mendapatkan jodoh, karena kurang mapan dan juga penampilannya yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan si Pencari Jodoh. Walaupun demikian ada seorang Model Catwalk Cantik berusia 21 tahun yang 'berhasil' dalam menemukan jodohnya. Kadang-kadang saya berpikir apakah sebagian calon-calon ini memang sengaja disiapkan oleh Indosiar sendiri sebagai Penggembira untuk memeriahkan suasana. Juru Keplok, Juru Sorak ataupun Juru Tawa dalam acara TV sekarang ini kan lagi marak. Coba saja perhatikan baik-baik tayangan: Bukan Empat Mata, Tawa Sutra, Missing Lyrics bahkan Happy Song (Dalam Happy Song selalu ada Sorakan: Ayo ... (Nama Peserta)).
Paket maksudnya Single Parent. Single Parent Pria maupun Single Parent Wanita tampaknya sama-sama sulit untuk mendapatkan jodoh. Sampai-sampai Jessie meneteskan air matanya, ketika untuk kesekian kalinya tidak terpilih dan bergumam: Tidak Laku Lagi. Baru ada masing-masing satu Single Parent Pria dan Single Parent Wanita yang mendapatkan jodohnya.
Wanita Sangat Cerdas. Yenita seorang Ibu Dosen dengan 5 gelar tampaknya juga sulit untuk mendapatkan jodohnya bahkan sekarang ini sudah tidak tampil lagi, entah mengundurkan diri atau entah sengaja 'dilengserkan' oleh Indosiar? Tampaknya Pria belum berani menghadapi Wanita Sangat Cerdas dibandingkan menghadapi Wanita Mapan.

Sejauh ini baru ada satu pasang peserta yang putus cintanya sebelum mencapi usia seminggu. Juiz si Penari Salsa menyatakan bahwa belum menemukan gregetnya selama ini bersama Alfonso yang Cukup Mapan.
Kemapanan/Harta boleh jadi bukan satu-satunya faktor penentu mencari Soul Mate apalagi kalau sang Wanita juga Mapan atau Anaknya Orang Kaya.

Mengamati Reality Show dengan cukup banyak Sample semacam ini, walaupun mungkin tidak cukup Valid/Sah, karena bukan Random Sampling, tetapi hanya melalui Audisi, sebenarnya dapat menggambarkan Pola Pencarian Jodoh.
Yang luput dari perhatian mungkin adalah Perbedaan Etnis. Menurut pengamatan saya Pria Etnis Cina hanya memilih Wanita Etnis Cina, tetapi Pria Etnis Pribumi ada yang berusaha memilih Wanita Etnis Cina. Yang menggembirakan adalah adanya beberapa Wanita Pribumi yang berhasil memilih Pria Etnis Cina (Take Him Out Indonesia). Pengamatan saya ini mungkin saja bisa salah mengingat tidak pernah sekalipun peseserta menyebutkan Suku/Ras (Etnis Cina) mereka, kecuali yaa ... Agama.
Pernikahan mungkin masih jauh, tetapi bukan mustahil beberapa Kawin Campur Silang menuju Pembauran Sejati akan terwujud melalui Ajang Cari Jodoh ini.

Tulisan lain mengenai Unreality Show Take Me/Him Out Indonesia dapat dibaca pada:
http://serbasarwa.blogspot.com/2009/10/unreality-show-take-mehim-out-indonesia.html

Senin, 03 Agustus 2009

Kawin Campur Selebriti Indonesia Internasional (lanjutan)

Terlihat dalam daftar Seleb Internasional di bawah ini, bahwa dalam Pembauran Sejati melalui Kawin Campur/Silang terdapat Seleb yang memiliki hanya 1/8 ras/etnis/suku tertentu saja seperti halnya Tiger Woods. Atau bahkan terdapat Seleb yang menyatakan percampurannya sudah rumit/kompleks dan sulit untuk dirunut/dilacak kembali seperti halnya Nicole Richie.

Sebenarnya dengan pencatatan Silsilah/Genealogy yang baik, maka siapapun dapat mengetahui darah apa saja yang mengalir dalam dirinya. Genealogy DNA dapat lebih memastikan komponen apa saja yang terdapat dalam Kawin Campur/Silang. Tidak mustahil bahwa kita masih keturunan Genghis Khan/Kubilai Khan yang menurut perhitungan para ahli keturunannya sekarang ini mencapai belasan juta orang di seluruh dunia (Banyak Bule di Eropa yang tidak menyangka bahwa dalam dirinya mengalir juga darah Genghis Khan/Kubilai Khan!).


Untuk daftar Kawin Campur Seleb Indonesia, silakan klik:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/seleb-indonesia-internasional-kawin.html


Seleb Internasional hasil Kawin Campur/Silang:
Jessica Alba, aktris, ibunya Denmark-Perancis, ayahnya Meztizo Meksiko.
Halle Berry, aktris, ibunya Inggris kulit putih, ayahnya Afro-Amerika.
Sam Brodie, kontestan Reality TV Inggris, ayahnya Skotlandia, ibunya Indonesia; ingin menjadi artis Indonesia yang terkenal seperti halnya di Luar Negeri.
Naomi Campbell, model, ibunya Jamaika, ayahnya Cina-Jamaika.
Mariah Carey, penyanyi, ibunya Irlandia-Amerika, ayahnya Afro-Venezuela.
Nadine Chandrawinata, peserta Miss Universe 2006, ayahnya Jawa, ibunya Jerman.
Mark Dacascos, Philipino, ayahnya Cina-Spanyol, ibunya Irlandia-Jepang.
Ryann Giggs, pesepakbola Inggris, ayahnya campuran Hitam dan Putih, ibunya kulit Putih.
Mata Hari, penari, mata-mata, ayahnya Belanda, ibunya Jawa.
Jimi Hendrix, musisi Amerika, kulit putih Irlandia, Hitam dan Cherokee.
Nadya Hutagalung, model, Batak Indonesia dengan Australia.
Enrique Iglesias, penyanyi, putra penyanyi Spanyol Julio Iglesias dan Isabel Preysler seorang mestiza Filipino-Spanyol.
Alicia Keys, penyanyi, ibunya Irlandia-Italia, ayahnya Jamaika.
Nancy Kwan, aktris (the World of Suzie Wong), ayahnya Cina, ibunya model Inggris.
Bruce Lee, aktor Kung Fu, 3/4 Cina, 1/4 Jerman.
Bob Marley, musisi, ayahnya Inggris, ibunya Jamaika.
Yannick Noah, petenis Perancis dan penyanyi terkenal, ibunya Perancis kulit Putih, ayahnya Kamerun.
Barack Obama, Presiden Amerika Serikat, ayahnya Kenya, ibunya Amerika kulit Putih.
Sean Paul, artis hiphop/reggae, ibunya 1/2 Inggris dan 1/2 Cina, ayahnya 1/4 Hitam, 1/4 Inggris dan 1/2 Portugis.
Quddus, MTV VJ, 3/4 Hitam, 1/4 Putih.
Keanu Reeves, aktor, ayahnya Cina, Hawaii dan Irlandia, ibunya Inggris.
George Richards, Presiden Trinidad dan Tobago, campuran dari China, Eropa, Afrika, Karibia.
Nicole Richie, artis TV, Richie menyatakan bahwa ia campuran dari beberapa campuran, yang terutama Afro-Amerika, kulit Putih dan Hispanik.
Nicole Scherzinger, anggota Pussycat Dolls, keturunan Hawaii, Philipina, Jerman dan Rusia.
Rob Schneider, aktor, 1/2 Yahudi, 1/4 Filipino, 1/4 Eropa.
Kimora Lee Simmons, CEO Baby Phat, ayahnya Hitam, ibunya Jepang.
Donita Rose, MTV VJ, 1/2 Filipino, 1/2 Amerika.
JRD Tata, pengusaha, ayahnya India, ibunya Perancis.
David Usher, musisi rock Kanada, ibunya Thailand, ayahnya Yahudi.
Giovanni van Bronckhorst, pesepakbola Belanda, Belanda Kawin campur dengan Indonesia.
Vanessa Williams, aktris dan penyanyi, Afro-Amerika yang pertama dimahkotai sebagai Miss America. Ayahnya 1/2 Afro-Amerika, 1/2 kulit Putih dan Ibunya 1/2 Afro-Amerika, 1/2 kulit Putih.
Tiger Woods, pegolf profesional, 1/4 Cina, 1/4 Thailand, 1/4 Afro-Amerika, 1/8 Pribumi Amerika, 1/8 Belanda.
Tata Young, aktris dan penyanyi Thailand, hasil Kawin Campur/Silang Thai dan kulit Putih Eropa.

Untuk daftar Kawin Campur Seleb Indonesia silakan klik:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/seleb-indonesia-internasional-kawin.html

Sabtu, 01 Agustus 2009

Celebrity Tree DNA Genealogy Mix Married

Are Famous Celebs need Tree DNA Genealogy?
Genealogy is a hobby at this time a flare (trend) in North America.
Genealogy is simple as can be said about Science or Philosophy of Descendants.

At the present in Indonesia, Tree Genealogy has very rarely especially to descendant of to-6. If we want to see published in the Web is certainly more rare.
But once we get it and we scrutinize it, we will surprise that so many things that do not yet know before. Suppose that we have fathers who are White and still far brothers with Kwik Kian Gie (the Famous Chinese Indonesian Minister).

Examine the actual names we can roughly estimate ethinicity/tribe, for example, Sambodo marry with Ni Nyoman means the Javanese Mix Married with the Balinese.
Name of model Jessica Michibata shows that she was White-Japanese and the ex-girlfriend of the F1 racer Jenson Button actually is the daughter of Original Japanese mother with mix of Mr. Spain, Argentina and Italy. Jessica visible using the clan name of her mother, who may also become a trend at this time. I heard Indonesian actress Ayu Azhari also apply to the Court so that her children can be given the name 'clan' of Azhari legally. (Azhari is a family birth name of Ayu and not a family name from her ex-husband or neither related to Dr. Azhari, the Terorist!). While the name of Putri Miranti shows that she is the daughter of mother Miranti (Putri is Indonesian language of daughter (of)).

In fact the Mixing through Mix Married has occured many centuries ago and Tree Genealogy shows it.
Genealogy Tree DNA will reveal more (Truly) Mixing and it is useful not only for Famous Celebrities but for all of us.

Kamis, 09 Juli 2009

Selamat Tinggal Primordialisme, Hidup Indonesia!

Bravo Indonesia, saya ucapkan Selamat kepada Negara Bangsa Indonesia dan seluruh rakyatnya yang telah melakukan Pemilihan Presiden pada tanggal 8 Juli 2009 dengan tenang dan damai.

Walaupun hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum diumumkan, tetapi berdasarkan Quick Count dan Exit Poll telah didapatkan gambaran hasil Pemilihan Presiden sebagai berikut:
Pasangan Jawa & Jawa, Susilo Bambang Yudhoyono & Budiono memperoleh suara -/+ 62 %.
Pasangan Jawa & Jawa, Megawati Sukarno Putri & Prabowo Subianto memperoleh suara -/+ 28%.
Pasangan Luar Jawa & Jawa, Jusuf Kalla & Wiranto memperoleh suara -/+ 10%.
Mengingat perolehan suara ketiga pasangan tersebut di atas sangat berbeda jauh, maka apapun hasil resmi Komisi Pemilihan Umum dapat dipastikan tidak akan mengubah urutan kemenangan ketiga pasangan tersebut.

Terlihat bahwa Pasangan yang konon ideal yakni Pasangan Luar Jawa & Jawa, Jusuf Kalla & Wiranto hanya memperoleh suara yang sangat minim. Pasangan ini hanya menang di beberapa Propinsi di Pulau Sulawesi, pulau dimana Jusuf Kalla dilahirkan dan dibesarkan. Di Kawasan Luar Jawa lainnya Jusuf Kalla atau JK dan pasangannya tidak menang sama sekali yang berarti di Kawasan Timur Indonesiapun pasangan JK & Wiranto kurang penggemarnya.
Hal ini tentu menggembirakan yang berarti dikotomi Jawa & Luar Jawa semakin pupus dan berarti Selamat Tinggal Primordialisme.
Yang lebih menggembirakan pasangan JK & Wiranto yang pada akhir-akhir masa kampanye tampak didukung oleh para petinggi Islam rupanya pada Pemilihan Presiden diabaikan oleh wong cilik atau kaum akar rumput yang lebih memilih Nasionalisme Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan politik di Indonesia telah dewasa dan independen.

Matinya Primodialisme dalam Pemilihan Presiden tentunya merupakan angin surga bagi Kawin Campur/Silang Beda Ras/Etnis/Suku Beda Agama/Keyakinan menuju Pembauran Sejati.

Jumat, 03 Juli 2009

Different Religion Mix Married

In Indonesia Different Ethnic/Race/Tribe Mix Married with Same Religion seems easier than going Different Religion/Faith Mix Married with Same Ethnic/Race/Tribe.

2 weeks ago, I attended the wedding reception of my sister away; wedding bless done in Jakarta Cathedral Church, but I did not present.
Mix Married of Different Religion Chinese fellow is given Dispensation by the Catholic Church, but not by the Non-Catholic Christian Church.
A matter of 'strange' happens when wedding bless will occur, the Christian Non-Catholics want to participate in the wedding bless ceremony. Thanks to the 'lobby' of Catholic bride to 3 Pastor who give blessing, the Non-Catholics allowed to participate, but not to make leadership in wedding bless. Then there were 'unique' wedding bless in which the Word of God is read by the Non-Catholics along with candle-wax. Consequently procession lasted for 2.5 hours.

At the wedding reception I try to get opinions from someone who is still family member of the Catholic bride, but he is Christian Non-Catholic. I say that the Catholic Church was quite tolerant of Different Religion Mix Married, but he said that should be the Word of God should be followed.
As a far I know the Catholic Church more support Same Catholic Married, but in fact to get same friend living faith is not easy going, so the Catholic Church come to be realistic: Marriage right is one of Human Rights, so Catholic Church provide exemption for Mix Married (Different Church and/or Different Religion). Is never mentioned Different Race/Ethnic/Tribe.

Before I also attended a friend's wedding bless who his father is Ambonese and his mother is Chinese which marry a Chinese maiden who is also the daughter of Young Priest of the Church. This same faith married is not get any obstacle/retention of Different Ethnic/Tribe from the two sides of the family.

Seems Different Religion Mix Married with Same Race/Ethnic/Tribe have more obstacles/retentions than Same Religion Mix Married with Different Race/Ethnic/Tribe.
Are you agree if someone said The Religion and who Religious Fanatics disturb flowing of Mix Married toward Truly Mixing? Please your comments to: gsarwa@indosat.net.id
Please read also:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/mixing-vs-fanaticsm-religion-and.html

Kamis, 02 Juli 2009

Kawin Campur Beda Agama

Di Indonesia Kawin Campur/Silang Beda Etnis/Ras/Suku, tetapi agamanya Sama tampaknya lebih mudah terjadi daripada Kawin Campur/Silang Satu Etnis/Ras/Suku Beda Agama/Keyakinan.

10 hari yang lalu, saya menghadiri resepsi pernikahan saudara jauh saya, pemberkatan pernikahan dilakukan di Gereja Kathedral Jakarta, tetapi saya tidak menghadirinya.
Kawin Campur Sesama Cina/Tionghoa Beda Agama ini diberikan Dispensasi oleh Gereja Katolik, tetapi tidak oleh pihak Gereja Kristen Non-Katolik.
Suatu hal yang 'aneh' terjadi saat pemberkatan pernikahan, pihak Non-Katolik ingin ikut serta dalam upacara pemberkatan pernikahan. Berkat 'lobby' mempelai wanita yang Katolik terhadap 3 Pastor yang memberkati, maka pihak Non-Katolik diperkenankan ikut serta, tetapi tidak untuk melakukan kepemimpinan dalam pemberkatan pernikahan. Maka terjadilah pemberkatan pernikahan yang 'unik' dimana Firman Tuhan dibacakan oleh pihak Non-Katolik disertai lilin-lilin. Alhasil prosesi berlangsung selama 2,5 jam.

Pada resepsi pernikahan saya coba mendapatkan opini dari seseorang yang masih anggota keluarga mempelai wanita yang Katolik, tetapi beragama Kristen Non-Katolik. Saya katakan bahwa Gereja Katolik cukup toleran terhadap Kawin Campur Beda Agama, tetapi dia menyatakan bahwa seharusnya Firman Tuhan Harus Diikuti.
Setahu saya Gereja Katolik lebih mendukung Perkawinan Seiman, tetapi berhubung untuk mendapatkan teman hidup seiman tidak selalu mudah terjadi, maka Gereja Katolik bersikap realistis: Mengingat hak nikah itu termasuk hak azasi manusia (HAM), maka Gereja Katolik memberikan Dispensasi untuk Perkawinan Campur (Beda Gereja dan/atau Beda Agama). Sama sekali tidak pernah disebutkan Beda Ras/Etnis/Suku.

Saya juga pernah menghadiri pemberkatan pernikahan teman yang ayahnya Ambon dan ibunya Cina dengan gadis Cina teman Satu Gereja yang juga merupakan putri Pendeta Muda Gereja yang bersangkutan. Perkawinan seiman ini tidak mengalami hambatan/retensi Beda Etnis/Suku dari kedua belah pihak keluarga.

Tampaknya Kawin Campur Beda Agama Satu Ras/Etnis/Suku lebih mengalami hambatan/retensi daripada Kawin Campur Satu Agama Beda Ras/Etnis/Suku.
Setujukah anda bila dikatakan bahwa Agama, Kaum Agamawan dan mereka yang Agama Fanatik dikatakan menghambat Kawin Campur/Silang menuju Pembauran Sejati? Please Email to: gsarwa@indosat.net.id
Silakan baca juga:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/05/pembauran-ala-adjie-massaid-dan.html
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2008/12/pembauran-vs-fanatisme.html

Rabu, 01 Juli 2009

China/Chinese, Arab Mixing

Title at the top should be added with Pakistan Mixing, India Mixing and so on. Title just want to show the existence of a quite significant different between the two.

Arab Mixing generally not problematic in Indonesia, probably because they are Moslem and the majority of Indonesian citizens also Islamite (Is this because the Khilafah Islamiyah?). Some of them even still the descendants of the Prophet Muhammad SAW. Arab children's Mixing next married again with many other Indonesian citizens.

While China Mixing is generally not Moslem and a lot of Chinese children's Mixing married with the other children of Chinese Mixing or in the other words same hybrid hybrid marry। This is the cause as though Sustainable/Sustainability Mixing seems stopped in the place. So Truly Mixing in Chinese Community through Mixed Married as ideal aim is difficult to achieve.

White Mixing in Indonesia pattern is rather similar to the Arab Mixing, although many of them are non-Moslem.

While India Mixing pattern more similar to Chinese Mixing, but they are relatively small on population, so they rarely highlighted although they have their own temples and sometimes more introvert/solitaire than Chinese.

If you have a different view of this article please reply or can also directly contact to: gsarwa@indosat.net.id

Very different views will be esteem highly. We are Unity in Diversity, aren't we?

Sabtu, 13 Juni 2009

Seleb Indonesia-Internasional Kawin Campur (Bola Salju?!)

Kaum Selebritas tampaknya akan menjadi Bola Salju Kawin Campur/Silang di Indonesia dan Dunia.
Seleb belum tentu Artis, tetapi Seleb adalah siapapun yang cukup terkenal dan biasanya menghiasi Layar Infotaintment. Hingga kini belum ada Data Statistik Indonesia yang menyatakan bahwa kaum Seleb lebih banyak melakukan Kawin Campur/Silang menuju Pembauran Sejati daripada kaum Kebanyakan atau Khalayak Ramai, tetapi karena kaum Seleb menjadi Sorotan, maka tidak mustahil mereka juga akan menjadi Panutan (Bola salju).


Daftar ringan di bawah ini ingin mencoba memaparkan beberapa Seleb Indonesia yang telah melakukan Kawin Campur:
Anggota DPR, Adjie Massaid, Jawa Kawin Campur dengan Anggota DPR, Angelica 'Angie' Sondakh, Manado.
Artis, Christian Sugiono, Kristen Kawin Campur dengan Artis, Titi Kamal, Islam.
Anggun Cipta Sasmi, Penyanyi, sekarang Warga Negara Perancis pernah Kawin Campur dengan Michael de Gea, Perancis pada usia 18 tahun kemudian Kawin Campur dengan Oliver Maury, Kanada dan akhirnya Kawin Campur dengan Cyril Montana, Perancis dan dikaruniai seorang Putri yang dinamai Kirana.
Yulia Perez Kawin Campur dengan Damian Perez, Perancis.
Fauzi Baadilla Kawin Campur dengan Senk Lotta model Uzbekistan. Saya prediksi di masa yang akan datang akan terjadi banyak Kawin Campur dengan model Uzbekistan di Indonesia, karena mereka Cantik dan Muslim, sehingga tak ada hambatan Beda Agama.
R.A. Srimulat, 42 tahun Kawin Campur dengan Teguh Slamet Rahardjo (Kho Djien Tiong), 24 tahun dan kemudian Teguh Srimulat Kawin Campur dengan Jujuk Djuariah.
Feby Febiola Kawin Campur dengan Bruce Nicolas Delteil, Perancis.
Maudy Koesnaedi Kawin Campur dengan Erick Meijer, Belanda.
Marcellius Hamonangan Siahaan atau lebih dikenal dengan Marcell Siahaan mantan suami Dewi Lestari Kawin Campur dengan Rima Melati Sheila Adams, artis Singapura.
Anne J. Cotto Kawin Campur dengan Mark Hanusz, Amerika.
Tamara Geraldine Kawin Campur dengan Tien Thinh Pham, Vietnam.
Tamara Blezinsky pernah Kawin Campur dengan Teuku Rafli Pasha, Aceh.
(bersambung/berlanjut ...)

Rabu, 10 Juni 2009

Mixing vs Fanaticism (Religion and Ethnic/Tribe)

With Mixing, we expect decrease in Horizontal Conflict.
Horizontal Conflict occurs, because there are parties who feel more than the other, though perhaps equally poor.
The trigger can be religion because that is dogmatic or cannot be touched.
With the limited perspective of the followers, the Fanaticsm can arise especially when this is associated with a particular tribe or ethnic. Where the Mixing occured through Mix Married between 2 different tribe/ethnic also added by different religion of the couple, so Religion Fanaticsm and Horizontal Conflict will be eased next can be avoided or not even appear.

It is my hope that input from readers about the success of couple who has run the Mixing.
The success does not mean a lot of money. Harmony Family with Happiness I think is a success also.

Your comment is waiting, or you may also contact:
gsarwa@indosat.net.id

Minggu, 07 Juni 2009

Stats: Mix Married in USA (White-Black-Asia/Yellow-Other)

Statistics Truly Mixing through Mix Married in United States of America is as follows: (developed from Wikipedia)
Year 2006:
Married couples was 59.5 million more.
Couples who married without Mix Married over 57.2 million (96.1%).
Couples who married with Mix Married over 2.3 million (3.9%).

In Mix Married society is classified into 4 groups, namely:
White, Black, Asian and Other (not included in White/Black/Asian).
Details Mix Married are as follows:
White - Other : 44.6%
White - Asian : 30.7%
White - Black : 17.6%
Black - Other : 2.9%
Asian - Other : 2.4%
Black - Asian : 1.8%
*When people ... in Indonesia there are statistics such as this?*
Seen that the Mix Married involving the skin of many White people, because the skin of White population is the majority/dominant. But in the Mix Married, White skin prefer Other than Black or Asian. Also Other more selected by the Black and Asian compared to Mix Married between Black-Asian.

The more interesting in Mix Married White-Other, then White Husband choose Wife classified as Other and Husband classified as Other choose White Wife come to balance amount. This does not happen on a combination of other/different Mix Married. Single motor drive of Mix Married seems classified as Other and this could be because fathers Others may have experienced the Mix Married many times, so They are difficult to claim that they are ethnic/tribe specific.
Group classified as Other could be a 'snow ball' in Mix Married toward Truly Mixing.

Personal Contact E-mail: gsarwa@indosat.net.id