In Indonesia Different Ethnic/Race/Tribe Mix Married with Same Religion seems easier than going Different Religion/Faith Mix Married with Same Ethnic/Race/Tribe.
2 weeks ago, I attended the wedding reception of my sister away; wedding bless done in Jakarta Cathedral Church, but I did not present.
Mix Married of Different Religion Chinese fellow is given Dispensation by the Catholic Church, but not by the Non-Catholic Christian Church.
A matter of 'strange' happens when wedding bless will occur, the Christian Non-Catholics want to participate in the wedding bless ceremony. Thanks to the 'lobby' of Catholic bride to 3 Pastor who give blessing, the Non-Catholics allowed to participate, but not to make leadership in wedding bless. Then there were 'unique' wedding bless in which the Word of God is read by the Non-Catholics along with candle-wax. Consequently procession lasted for 2.5 hours.
At the wedding reception I try to get opinions from someone who is still family member of the Catholic bride, but he is Christian Non-Catholic. I say that the Catholic Church was quite tolerant of Different Religion Mix Married, but he said that should be the Word of God should be followed.
As a far I know the Catholic Church more support Same Catholic Married, but in fact to get same friend living faith is not easy going, so the Catholic Church come to be realistic: Marriage right is one of Human Rights, so Catholic Church provide exemption for Mix Married (Different Church and/or Different Religion). Is never mentioned Different Race/Ethnic/Tribe.
Before I also attended a friend's wedding bless who his father is Ambonese and his mother is Chinese which marry a Chinese maiden who is also the daughter of Young Priest of the Church. This same faith married is not get any obstacle/retention of Different Ethnic/Tribe from the two sides of the family.
Seems Different Religion Mix Married with Same Race/Ethnic/Tribe have more obstacles/retentions than Same Religion Mix Married with Different Race/Ethnic/Tribe.
Are you agree if someone said The Religion and who Religious Fanatics disturb flowing of Mix Married toward Truly Mixing? Please your comments to: gsarwa@indosat.net.id
Please read also:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/mixing-vs-fanaticsm-religion-and.html
Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 Juli 2009
Different Religion Mix Married
Label:
Barack Obama,
Bikini,
Catholic,
China,
Christian Sugiono,
Destination,
Hawaii,
Hindu Bali,
Indulgent,
Katolik,
Korubo,
Kuta,
Legian,
Lombok,
Lyre,
Melting Pot,
Nude,
Panties,
Travel,
Vacation
Kamis, 02 Juli 2009
Kawin Campur Beda Agama
Di Indonesia Kawin Campur/Silang Beda Etnis/Ras/Suku, tetapi agamanya Sama tampaknya lebih mudah terjadi daripada Kawin Campur/Silang Satu Etnis/Ras/Suku Beda Agama/Keyakinan.
10 hari yang lalu, saya menghadiri resepsi pernikahan saudara jauh saya, pemberkatan pernikahan dilakukan di Gereja Kathedral Jakarta, tetapi saya tidak menghadirinya.
Kawin Campur Sesama Cina/Tionghoa Beda Agama ini diberikan Dispensasi oleh Gereja Katolik, tetapi tidak oleh pihak Gereja Kristen Non-Katolik.
Suatu hal yang 'aneh' terjadi saat pemberkatan pernikahan, pihak Non-Katolik ingin ikut serta dalam upacara pemberkatan pernikahan. Berkat 'lobby' mempelai wanita yang Katolik terhadap 3 Pastor yang memberkati, maka pihak Non-Katolik diperkenankan ikut serta, tetapi tidak untuk melakukan kepemimpinan dalam pemberkatan pernikahan. Maka terjadilah pemberkatan pernikahan yang 'unik' dimana Firman Tuhan dibacakan oleh pihak Non-Katolik disertai lilin-lilin. Alhasil prosesi berlangsung selama 2,5 jam.
Pada resepsi pernikahan saya coba mendapatkan opini dari seseorang yang masih anggota keluarga mempelai wanita yang Katolik, tetapi beragama Kristen Non-Katolik. Saya katakan bahwa Gereja Katolik cukup toleran terhadap Kawin Campur Beda Agama, tetapi dia menyatakan bahwa seharusnya Firman Tuhan Harus Diikuti.
Setahu saya Gereja Katolik lebih mendukung Perkawinan Seiman, tetapi berhubung untuk mendapatkan teman hidup seiman tidak selalu mudah terjadi, maka Gereja Katolik bersikap realistis: Mengingat hak nikah itu termasuk hak azasi manusia (HAM), maka Gereja Katolik memberikan Dispensasi untuk Perkawinan Campur (Beda Gereja dan/atau Beda Agama). Sama sekali tidak pernah disebutkan Beda Ras/Etnis/Suku.
Saya juga pernah menghadiri pemberkatan pernikahan teman yang ayahnya Ambon dan ibunya Cina dengan gadis Cina teman Satu Gereja yang juga merupakan putri Pendeta Muda Gereja yang bersangkutan. Perkawinan seiman ini tidak mengalami hambatan/retensi Beda Etnis/Suku dari kedua belah pihak keluarga.
Tampaknya Kawin Campur Beda Agama Satu Ras/Etnis/Suku lebih mengalami hambatan/retensi daripada Kawin Campur Satu Agama Beda Ras/Etnis/Suku.
Setujukah anda bila dikatakan bahwa Agama, Kaum Agamawan dan mereka yang Agama Fanatik dikatakan menghambat Kawin Campur/Silang menuju Pembauran Sejati? Please Email to: gsarwa@indosat.net.id
Silakan baca juga:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/05/pembauran-ala-adjie-massaid-dan.html
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2008/12/pembauran-vs-fanatisme.html
10 hari yang lalu, saya menghadiri resepsi pernikahan saudara jauh saya, pemberkatan pernikahan dilakukan di Gereja Kathedral Jakarta, tetapi saya tidak menghadirinya.
Kawin Campur Sesama Cina/Tionghoa Beda Agama ini diberikan Dispensasi oleh Gereja Katolik, tetapi tidak oleh pihak Gereja Kristen Non-Katolik.
Suatu hal yang 'aneh' terjadi saat pemberkatan pernikahan, pihak Non-Katolik ingin ikut serta dalam upacara pemberkatan pernikahan. Berkat 'lobby' mempelai wanita yang Katolik terhadap 3 Pastor yang memberkati, maka pihak Non-Katolik diperkenankan ikut serta, tetapi tidak untuk melakukan kepemimpinan dalam pemberkatan pernikahan. Maka terjadilah pemberkatan pernikahan yang 'unik' dimana Firman Tuhan dibacakan oleh pihak Non-Katolik disertai lilin-lilin. Alhasil prosesi berlangsung selama 2,5 jam.
Pada resepsi pernikahan saya coba mendapatkan opini dari seseorang yang masih anggota keluarga mempelai wanita yang Katolik, tetapi beragama Kristen Non-Katolik. Saya katakan bahwa Gereja Katolik cukup toleran terhadap Kawin Campur Beda Agama, tetapi dia menyatakan bahwa seharusnya Firman Tuhan Harus Diikuti.
Setahu saya Gereja Katolik lebih mendukung Perkawinan Seiman, tetapi berhubung untuk mendapatkan teman hidup seiman tidak selalu mudah terjadi, maka Gereja Katolik bersikap realistis: Mengingat hak nikah itu termasuk hak azasi manusia (HAM), maka Gereja Katolik memberikan Dispensasi untuk Perkawinan Campur (Beda Gereja dan/atau Beda Agama). Sama sekali tidak pernah disebutkan Beda Ras/Etnis/Suku.
Saya juga pernah menghadiri pemberkatan pernikahan teman yang ayahnya Ambon dan ibunya Cina dengan gadis Cina teman Satu Gereja yang juga merupakan putri Pendeta Muda Gereja yang bersangkutan. Perkawinan seiman ini tidak mengalami hambatan/retensi Beda Etnis/Suku dari kedua belah pihak keluarga.
Tampaknya Kawin Campur Beda Agama Satu Ras/Etnis/Suku lebih mengalami hambatan/retensi daripada Kawin Campur Satu Agama Beda Ras/Etnis/Suku.
Setujukah anda bila dikatakan bahwa Agama, Kaum Agamawan dan mereka yang Agama Fanatik dikatakan menghambat Kawin Campur/Silang menuju Pembauran Sejati? Please Email to: gsarwa@indosat.net.id
Silakan baca juga:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/05/pembauran-ala-adjie-massaid-dan.html
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2008/12/pembauran-vs-fanatisme.html
Label:
Angelica Sondakh,
Barack Obama,
Cerai,
China,
chinese,
Community,
Dilema,
Forum,
Gereja,
Iman,
Katolik,
Keyakinan,
Korban,
Membandingkan,
Mudah,
Nafa Urbach,
Perbedaan Agama,
Poligami,
Terbaik,
US
Rabu, 01 Juli 2009
China/Chinese, Arab Mixing
Title at the top should be added with Pakistan Mixing, India Mixing and so on. Title just want to show the existence of a quite significant different between the two.
Arab Mixing generally not problematic in Indonesia, probably because they are Moslem and the majority of Indonesian citizens also Islamite (Is this because the Khilafah Islamiyah?). Some of them even still the descendants of the Prophet Muhammad SAW. Arab children's Mixing next married again with many other Indonesian citizens.
While China Mixing is generally not Moslem and a lot of Chinese children's Mixing married with the other children of Chinese Mixing or in the other words same hybrid hybrid marry। This is the cause as though Sustainable/Sustainability Mixing seems stopped in the place. So Truly Mixing in Chinese Community through Mixed Married as ideal aim is difficult to achieve.
White Mixing in Indonesia pattern is rather similar to the Arab Mixing, although many of them are non-Moslem.
While India Mixing pattern more similar to Chinese Mixing, but they are relatively small on population, so they rarely highlighted although they have their own temples and sometimes more introvert/solitaire than Chinese.
If you have a different view of this article please reply or can also directly contact to: gsarwa@indosat.net.id
Very different views will be esteem highly. We are Unity in Diversity, aren't we?
Arab Mixing generally not problematic in Indonesia, probably because they are Moslem and the majority of Indonesian citizens also Islamite (Is this because the Khilafah Islamiyah?). Some of them even still the descendants of the Prophet Muhammad SAW. Arab children's Mixing next married again with many other Indonesian citizens.
While China Mixing is generally not Moslem and a lot of Chinese children's Mixing married with the other children of Chinese Mixing or in the other words same hybrid hybrid marry। This is the cause as though Sustainable/Sustainability Mixing seems stopped in the place. So Truly Mixing in Chinese Community through Mixed Married as ideal aim is difficult to achieve.
White Mixing in Indonesia pattern is rather similar to the Arab Mixing, although many of them are non-Moslem.
While India Mixing pattern more similar to Chinese Mixing, but they are relatively small on population, so they rarely highlighted although they have their own temples and sometimes more introvert/solitaire than Chinese.
If you have a different view of this article please reply or can also directly contact to: gsarwa@indosat.net.id
Very different views will be esteem highly. We are Unity in Diversity, aren't we?
Minggu, 07 Juni 2009
Stats: Mix Married in USA (White-Black-Asia/Yellow-Other)
Statistics Truly Mixing through Mix Married in United States of America is as follows: (developed from Wikipedia)
Year 2006:
Married couples was 59.5 million more.
Couples who married without Mix Married over 57.2 million (96.1%).
Couples who married with Mix Married over 2.3 million (3.9%).
In Mix Married society is classified into 4 groups, namely:
White, Black, Asian and Other (not included in White/Black/Asian).
Details Mix Married are as follows:
White - Other : 44.6%
White - Asian : 30.7%
White - Black : 17.6%
Black - Other : 2.9%
Asian - Other : 2.4%
Black - Asian : 1.8%
*When people ... in Indonesia there are statistics such as this?*
Seen that the Mix Married involving the skin of many White people, because the skin of White population is the majority/dominant. But in the Mix Married, White skin prefer Other than Black or Asian. Also Other more selected by the Black and Asian compared to Mix Married between Black-Asian.
The more interesting in Mix Married White-Other, then White Husband choose Wife classified as Other and Husband classified as Other choose White Wife come to balance amount. This does not happen on a combination of other/different Mix Married. Single motor drive of Mix Married seems classified as Other and this could be because fathers Others may have experienced the Mix Married many times, so They are difficult to claim that they are ethnic/tribe specific.
Group classified as Other could be a 'snow ball' in Mix Married toward Truly Mixing.
Personal Contact E-mail: gsarwa@indosat.net.id
Year 2006:
Married couples was 59.5 million more.
Couples who married without Mix Married over 57.2 million (96.1%).
Couples who married with Mix Married over 2.3 million (3.9%).
In Mix Married society is classified into 4 groups, namely:
White, Black, Asian and Other (not included in White/Black/Asian).
Details Mix Married are as follows:
White - Other : 44.6%
White - Asian : 30.7%
White - Black : 17.6%
Black - Other : 2.9%
Asian - Other : 2.4%
Black - Asian : 1.8%
*When people ... in Indonesia there are statistics such as this?*
Seen that the Mix Married involving the skin of many White people, because the skin of White population is the majority/dominant. But in the Mix Married, White skin prefer Other than Black or Asian. Also Other more selected by the Black and Asian compared to Mix Married between Black-Asian.
The more interesting in Mix Married White-Other, then White Husband choose Wife classified as Other and Husband classified as Other choose White Wife come to balance amount. This does not happen on a combination of other/different Mix Married. Single motor drive of Mix Married seems classified as Other and this could be because fathers Others may have experienced the Mix Married many times, so They are difficult to claim that they are ethnic/tribe specific.
Group classified as Other could be a 'snow ball' in Mix Married toward Truly Mixing.
Personal Contact E-mail: gsarwa@indosat.net.id
Kamis, 04 Juni 2009
Barack Obama inspirasi PEMBAURAN SEJATI: Kawin Campur/Silang
Apakah Pembauran Sejati akhirnya dapat terwujud, maka dengan mengutip election jargon Barack Hussein Obama saya katakan: Yes We Can. Perubahan harus terjadi - Barack Obama's YouTube/Facebook: change we need, change we believe in. Barack Obama salah satu pemimpin sejati yang memberi pencerahan tentang Negara Bangsa - There are only United States of America and Americans.
Pembauran Sejati tidak bisa tidak hanya terwujud dengan adanya Kawin Campur/Silang atau percampuran darah antara mereka yang berlainan ras/etnis/suku melalui perkawinan. Sebuah pernyataan yang Kontroversial, tetapi mungkin benar adanya.
Ada penulis yang menyatakan bahwa Pembauran/Asimilasi telah terjadi dengan sangat baik di Makassar antara Tionghoa/Chinese yang hidup harmonis dan membaur/berbaur dengan Pribumi. Padahal yang terjadi di Makassar tersebut hanya percampuran kebudayaan belaka atau penerimaan budaya pendatang oleh Pribumi atau diterimanya budaya lokal oleh kaum Pendatang. Tentunya ini bukan Pembauran Sejati atau Pembauran yang sesungguhnya terbukti dengan terjadinya Kerusuhan Rasial yang berulang di Makassar sejak tahun 1965.
Dikatakan bahwa terjadinya kerusuhan rasial tersebut kemungkinan besar akibat 'kecemburuan sosial' atau 'kesenjangan ekonomi' yang tercipta akibat adanya Kolonialisme Penjajah. Hal ini malah jelas menunjukkan adanya 2 kelompok sosial yang berbeda, yakni Cina dan Pribumi yang belum membaur/berbaur. Generasi Pertama Cina Pendatang banyak yang kawin dengan Pribumi, karena jodoh/cinta ataupun mungkin karena keterpaksaan (mayoritas Pendatang hanya lelaki saja). Keturunan para Pendatang Cina tersebut kemudian kawin dengan keturunan para Pendatang Cina lainnya atau dengan perkataan lain Peranakan mencari Peranakan. Akibatnya Asimilasi/Pembauran Lestari berkelanjutan/berkesinambungan seolah-olah terhenti (mati suri).
Sesuatu yang mungkin Kontroversial seperti halnya Pembauran Sejati seharusnya telah diajarkan di sekolah sejak dini agar wawasan sosial anak didik kita menjadi luas dan akan tercipta generasi manusia Indonesia Baru dalam kerangka Negara Bangsa Indonesia ter-Integrasi (Persatuan dan Kesatuan). Sesuatu yang Kontroversial sudah selayaknya tidak boleh dijadikan tabu dalam iklim/forum/community kehidupan bebas keterbukaan dewasa ini.
Personal Contact E-mail: gsarwa@indosat.net.id
Pembauran Sejati tidak bisa tidak hanya terwujud dengan adanya Kawin Campur/Silang atau percampuran darah antara mereka yang berlainan ras/etnis/suku melalui perkawinan. Sebuah pernyataan yang Kontroversial, tetapi mungkin benar adanya.
Ada penulis yang menyatakan bahwa Pembauran/Asimilasi telah terjadi dengan sangat baik di Makassar antara Tionghoa/Chinese yang hidup harmonis dan membaur/berbaur dengan Pribumi. Padahal yang terjadi di Makassar tersebut hanya percampuran kebudayaan belaka atau penerimaan budaya pendatang oleh Pribumi atau diterimanya budaya lokal oleh kaum Pendatang. Tentunya ini bukan Pembauran Sejati atau Pembauran yang sesungguhnya terbukti dengan terjadinya Kerusuhan Rasial yang berulang di Makassar sejak tahun 1965.
Dikatakan bahwa terjadinya kerusuhan rasial tersebut kemungkinan besar akibat 'kecemburuan sosial' atau 'kesenjangan ekonomi' yang tercipta akibat adanya Kolonialisme Penjajah. Hal ini malah jelas menunjukkan adanya 2 kelompok sosial yang berbeda, yakni Cina dan Pribumi yang belum membaur/berbaur. Generasi Pertama Cina Pendatang banyak yang kawin dengan Pribumi, karena jodoh/cinta ataupun mungkin karena keterpaksaan (mayoritas Pendatang hanya lelaki saja). Keturunan para Pendatang Cina tersebut kemudian kawin dengan keturunan para Pendatang Cina lainnya atau dengan perkataan lain Peranakan mencari Peranakan. Akibatnya Asimilasi/Pembauran Lestari berkelanjutan/berkesinambungan seolah-olah terhenti (mati suri).
Sesuatu yang mungkin Kontroversial seperti halnya Pembauran Sejati seharusnya telah diajarkan di sekolah sejak dini agar wawasan sosial anak didik kita menjadi luas dan akan tercipta generasi manusia Indonesia Baru dalam kerangka Negara Bangsa Indonesia ter-Integrasi (Persatuan dan Kesatuan). Sesuatu yang Kontroversial sudah selayaknya tidak boleh dijadikan tabu dalam iklim/forum/community kehidupan bebas keterbukaan dewasa ini.
Personal Contact E-mail: gsarwa@indosat.net.id
Label:
Akulturasi,
Barack Obama,
Biografi,
Blogger,
Change we need,
China,
Community,
Election,
Eramuslim,
Gratis,
Indonesia,
Inggris,
Kawin Campur Silang,
Mudah,
Muslim,
Ngeblog,
Yahudi,
Yes we can
Senin, 22 Desember 2008
PEMBAURAN/ASSIMILATION Mix Married Mixing
Assimilation is debatable, but truly so many nuance and gradation in Assimilation. Extremly might be divided as:
Salad Bowl: As 'gado-gado' (traditional mix vegetables Indonesian cuisine), so the components still clearly examined such as peanut, cabbage, etc. For example: United States of America which has every own State Law.
Melting Pot: It is advance of Salad Bowl which as due to Mix Marriage from many ethnic or races, so individual cannot claim that he/she belongs to certain ethnic. It is embryo of Nation State.
It is my intro, please welcome your comments or directly pass your email to: gsarwa@indosat.net.id
Pembauran banyak dikatakan atau diwacanakan, tetapi sebenarnya banyak gradasi atau nuansa dalam Pembauran.
Secara ekstrim dapat dibagi menjadi:
Salad Bowl: Seperti halnya gado-gado, maka komponen penyusunnya masih tampak -ada kacang, ada kol, ada timun, dsbnya. Contohnya: Amerika Serikat seperti juga tercermin dalam kata United States dimana masing-masing State punya hukum sendiri.
Melting Pot: Ini adalah tingkat lanjut dari Salad Bowl dimana dengan adanya kawin campur dari banyak suku atau etnis, maka seseorang tak dapat mengklaim bahwa ia murni dari suku atau etnis tertentu. Ini adalah cikal bakal dari Negara Bangsa.
Sekian intro saya, silakan menanggapi atau boleh juga kirim email ke: gsarwa@indosat.net.id
Salad Bowl: As 'gado-gado' (traditional mix vegetables Indonesian cuisine), so the components still clearly examined such as peanut, cabbage, etc. For example: United States of America which has every own State Law.
Melting Pot: It is advance of Salad Bowl which as due to Mix Marriage from many ethnic or races, so individual cannot claim that he/she belongs to certain ethnic. It is embryo of Nation State.
It is my intro, please welcome your comments or directly pass your email to: gsarwa@indosat.net.id
Pembauran banyak dikatakan atau diwacanakan, tetapi sebenarnya banyak gradasi atau nuansa dalam Pembauran.
Secara ekstrim dapat dibagi menjadi:
Salad Bowl: Seperti halnya gado-gado, maka komponen penyusunnya masih tampak -ada kacang, ada kol, ada timun, dsbnya. Contohnya: Amerika Serikat seperti juga tercermin dalam kata United States dimana masing-masing State punya hukum sendiri.
Melting Pot: Ini adalah tingkat lanjut dari Salad Bowl dimana dengan adanya kawin campur dari banyak suku atau etnis, maka seseorang tak dapat mengklaim bahwa ia murni dari suku atau etnis tertentu. Ini adalah cikal bakal dari Negara Bangsa.
Sekian intro saya, silakan menanggapi atau boleh juga kirim email ke: gsarwa@indosat.net.id
Label:
China,
chinese,
Community,
Indo Cina,
Indochine,
Indocina,
Indonesian,
Melting Pot,
Negara Bangsa,
Night,
Pembauran Sejati,
Restaurant,
Salad Bowl,
Segregation,
tionghoa,
US
Langganan:
Postingan (Atom)