Tampilkan postingan dengan label Pembauran Sejati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembauran Sejati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Mei 2009

Statistik: Kawin Campur/Silang di USA (Putih-Hitam-Asia/Kuning-Lainnya)

Statistik Pembauran Sejati melalui Perkawinan Campur/Silang di Amerika Serikat adalah sebagai berikut:
Tahun 2006:
Pasangan yang menikah berjumlah 59.5 Juta lebih.
Pasangan yang menikah tanpa Kawin Campur/Silang 57.2 Juta lebih (96.1%).
Pasangan yang menikah dengan Kawin Campur/Silang 2.3 Juta lebih (3.9%).

Dalam Kawin Campur/Silang ini masyarakat digolongkan ke dalam 4 kelompok, yakni: Putih, Hitam, Asia dan Lainnya (tidak termasuk ke dalam Putih/Hitam/Asia).
Detail Kawin Campur/Silang tersebut adalah sbb:
Putih - Lainnya : 44.6%
Putih - Asia : 30.7%
Putih - Hitam : 17.6%
Hitam - Lainnya: 2.9%
Asia - Lainnya : 2.4%
Hitam - Asia : 1.8%
*Kapan yaa ... di Indonesia terdapat Statistik semacam ini?*
Terlihat bahwa Kawin Campur/Silang melibatkan paling banyak orang kulit Putih, karena memang populasi orang kulit Putih adalah mayoritas/dominan.
Tetapi dalam Kawin Campur/Silang ini orang kulit Putih lebih memilih Lainnya daripada Asia atau Hitam. Lainnya juga lebih dipilih oleh Hitam dan Asia dibandingkan Kawin Campur/Silang di antara Hitam-Asia.

Yang lebih menarik pada Kawin Campur/Silang Putih-Lainnya, maka Suami Putih - Istri Lainnya dan Suami Lainnya - Istri Putih jumlahnya seimbang. Hal ini tidak terjadi pada kombinasi Kawin Campur/Silang lainnya. Tampaknya motor penggerak Kawin Campur/Silang adalah Lainnya dan bisa jadi hal ini karena nenek moyang Lainnya mungkin telah mengalami Kawin Campur/Silang berkali-kali, sehingga merekapun sulit untuk meng-claim bahwa mereka adalah suku/etnis tertentu.
Bisa jadi kelompok Lainnya ini dapat menjadi 'bola salju' dalam Kawin Campur/Silang menuju Pembauran Sejati.

Rabu, 13 Mei 2009

Tajuk: Langkah Berani SBY

Sang 'Peragu' Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengambil langkah berani dengan menggandeng Boediono sebagai Cawapres. Tampaknya Boediono tidak akan sekedar dijadikan 'Ban serep', tetapi lebih sebagai Penasihat, walaupun mungkin tidak akan dibiarkan 'liar' seperti halnya Jusuf Kalla. Boediono dengan pengalamannya yang segudang di bidang Fiskal dan Moneter tentunya dapat efektif sebagai 'Pembisik' yang baik.

Langkah peminangan Boediono ditentang setidaknya oleh 3 partai bernuansa Islam yakni: PKS, PAN dan PPP. Amien Rais menyatakan bahwa pemilihan Boediono tidak ideal, karena Jawa-Jawa padahal Soekarno-Hatta adalah Jawa-LuarJawa. Selanjutnya ia mengatakan Kelompok Islam tidak diwakili padahal mereka juga Plural-Majemuk, Nasionalis dan dadanya Merah-Putih. Amien Rais tampaknya lupa bahwa Soekarno-Hatta adalah Nasionalis-Nasionalis.

Akankah pasangan SBY-Boediono dapat memenangkan Pemilihan Presiden, walaupun menurut Amien Rais akan 'kempes'. Hal ini merupakan 'test case' yang menarik dan tentunya pemilihan Boediono sebagai Cawapres telah dipertimbangkan masak-masak. Ketokohan Yudhoyono akan sangat membantu, sehingga siapapun Cawapresnya tidak akan terlalu mempengaruhi calon Pemilih. Bagi yang modern dan cukup berpendidikan tampaknya tidak akan mempersoalkan Jawa-Jawa, demikian pula bagi yang tidak fanatik tidak akan mempersoalkan apakah Cawapresnya dari Partai bernuansa Islam atau tidak. Lain halnya, jika Boediono beragama non-Islam. Memang seyogyanya pengkotak-kotakan berdasarkan ras/etnis dan agama sudah pantas ditinggalkan. Kedewasaan masyarakat Pemilih akan teruji dalam test case ini.

Kemajuan pemikiran masyarakat akibat pendidikan yang semakin baik tidak akan dapat dibendung. Mungkin sebaiknya Partai-partai bernuansa Islam melupakan untuk memajukan calonnya sebagai Cawapres. Mengusung sendiri Calon Presiden dan Cawapresnya tanpa koalisi dengan kaum Nasionalis tampaknya juga mustahil, karena tidak memiliki tokoh-tokoh yang dapat dijual. Kalaupun menang mayoritas Parlemen adalah Kaum Nasionalis. Sebaiknya Amien dkk mulai sekarang ini lebih memusatkan pikiran untuk Kabinet (jika diajak) dan Parlemen yad. Atau jika cukup ksatria dapat memilih cara PDIP sekarang ini yakni menjadi Oposisi yang Baik, karena bagaimanapun Check and Balance itu sangat perlu.

Kaum Investor tampaknya akan diuntungkan dengan terpilihnya nanti Presiden dan Wakilnya yang Pro-Pasar.

Tambahan: Kemarin malam Jumat 15 May 2009 akhirnya dideklarasikan pasangan Capres-Cawapres SBY-Boediono. Partai bernuansa Islam yang tadinya omong keras dan mengancam akan membentuk Poros Alternatif ujung-ujungnya seperti menjilat ludah sendiri mendukung pasangan SBY-Berboedi. Mungkin kursi Cawapres lepas dapat kursi Menteri yaa lumayan juga kan. Tidak hadir dalam Deklarasi tersebut Hidayat Nur Wahid 'Cawapres' dari PKS, Sutrisno Bachir dan Amien Rais dari PAN. Beberapa jam kemudian pasangan Capres-Cawapres Megawati-Prabowo (MegaPro-seperti Merek Motor Yaa ...) dideklarasikan. Siapapun nantinya pasangan Capres-Cawapres yang menang, maka yang menang adalah Kaum Nasionalis dan TNI ;-))

Jumat, 01 Mei 2009

Pembauran Jawa dan Luar Jawa

Malam ini beberapa jam yang lalu Jumat, 1 Mei 2009 Golkar dan Hanura mendeklarasikan Jusuf Kalla dan Wiranto sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden yang akan datang. Deklarasi ini mendahului kubu PDIP/Megawati dan kubu Demokrat/SBY.


Dalam pernyataannya Wiranto maupun JK menyatakan ini adalah pasangan yang ideal:
Jawa - Luar Jawa
Pedagang - Birokrat
Bahkan Wiranto memperkenalkan istrinya yang berasal dari Sulawesi.
Sedangkan JK menyatakan istrinya berasal dari Sumatra dan kesemua mantunya adalah orang Jawa.
Selanjutnya JK menyatakan bahwa ini adalah keberagaman - Bhinneka Tunggal Ika.


Tampaknya bahkan dalam dunia politikpun Pembauran itu perlu.


Akankah kubu Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono juga akan menunjukkan Pembauran - Bhinneka Tunggal Ika?
Prediksi anda dapat disampaikan dalam blog ini atau langsung kepada:
gsarwa@indosat.net.id

Kamis, 30 April 2009

Arab Pembauran dan Cina Pembauran

Judul di atas seharusnya ditambah dengan Pakistan Pembauran, India Pembauran dan seterusnya. Judul di atas hanya ingin menunjukkan adanya perbedaan yang cukup significant/nyata antara keduanya.


Arab Pembauran umumnya tidak bermasalah di Indonesia, mungkin karena mereka beragama Islam dan mayoritas warga Indonesia juga beragama Islam (Apakah hal ini karena Khilafah Islamiyah?). Beberapa di antara mereka bahkan masih keturunan Nabi Muhammad SAW. Anak Arab Pembauran selanjutnya menikah kembali dengan banyak warga Indonesia lainnya.

Sedangkan Cina Pembauran umumnya tidak beragama Islam dan Anak Cina Pembauran banyak yang menikah dengan Anak Cina Pembauran lainnya atau dengan kata lain Peranakan menikahi Peranakan. Hal ini yang menyebabkan seolah-olah Pembauran Berkelanjutan/Berkesinambungan tampaknya terhenti atau jalan di tempat.


Bule/Indo Pembauran agak mirip polanya dengan Arab Pembauran, walaupun banyak di antara mereka yang non-Muslim.

Sedangkan India Pembauran polanya lebih mirip Cina Pembauran, tetapi berhubung jumlah mereka relatif sedikit maka mereka jarang disorot padahal mereka memiliki kuil tersendiri segala.


Jika anda memiliki pandangan yang berbeda silakan reply tulisan ini atau dapat juga langsung kepada: gsarwa@indosat.net.id

Pandangan yang sangat berbedapun akan sangat saya hargai. Bukankah kita ber-Aneka Ragam.

Minggu, 19 April 2009

AS dan Belanda boikot Anti Rasisme

Running Text Metro TV beberapa jam yang lalu menampilkan bahwa:
AS dan Belanda boikot konperensi Anti Rasisme di Jenewa. Hal ini membuat PBB kaget!

Saya tidak terlalu kaget mendengarnya. Karena sering sekali mereka menerapkan Standar Ganda atau yang di bibir lain dengan perbuatan.
AS misalnya mengecam Cina yang konon melanggar HAM, tetapi mereka bahkan telah memenjarakan banyak warga asing di Guantanamo selama bertahun-tahun tanpa pengadilan apapun.

Dugaan saya mereka memboikot, karena mereka memang masih Rasis dan tidak sepenuhnya mendukung Pembauran. Mungkin dalam hal ini Indonesia lebih baik.

Pembaruan dan Pembauran

Saya agak kaget ketika saya mengetikan kata kunci 'Pembauran' pada Goggle dan mendapat pesan mungkin maksud anda adalah 'Pembaruan'. Jadi bahkan Googlepun tidak dapat membedakan antara 'Pembauran' dengan 'Pembaruan'. Untungnya saat ini Google telah dapat membedakannya dan tidak menganggap hal tersebut sebagai misspelling.

Kata Pembauran bagi kita mungkin sudah familiar, tetapi pelaksanaannya masih setengah hati. Walaupun mungkin tidak berani mencela, tetapi mereka mungkin enggan atau bahkan tidak setuju ketika dirinya atau anaknya akan menikah dengan insan yang berbeda etnis maupun agama.
Titi Kamal yang menikah dengan Christian Sugionopun dimana mereka berbeda agama tampaknya masyarakat tidak terlalu antusias menyambutnya. Bahkan UU Perkawinan NKRI juga tidak mefasilitasinya atau boleh saya katakan ketinggalan zaman (out of date). Maaf, kalau saya keliru.

Tetapi saya yakin seperti halnya Google yang sekarang telah melek kata 'Pembauran', maka di masa yang akan datang Pembauran Sejati akan terwujud.

Silakan menyatakan ketidaksetujuan anda pada blog ini atau langsung kepada:
gsarwa@indosat.net.id

Rabu, 24 Desember 2008

TIDAK BOLEH Merry Christmas (Oknum?)

Tidak Boleh Merry Christmas. Sepintas lalu judul di atas tampak aneh. Lupakan dulu hal itu.
Kuucapkan Merry Christmas kepada semua yang merayakannya.
Tanpa mengetahui agamaku, maka kuucapkan juga Selamat Lebaran pada saat Lebaran, Selamat Waicak pada saat Waicak, kuucapkan juga Selamat Nyepi-Galungan-Kuningan dst-nya.
Tetapi ada sebagian masyarakat yang tak mengucapkan Selamat kepada umat yang tak seagama dengannya, karena mengangap yang lain Kafir. Mereka hanya meyakini Hanya Yesus yang menyelamatkan, Hanya Allah dan Muhammad yang menyelamatkan dsb-nya.
Masing-masing Fanatik terhadap agamanya dan yang lain adalah sampah.
Jelas mereka tidak mengenal Pembauran bahkan pada tingkat yang paling rendah yakni Pembauran Sosial. Tetapi mereka itu ada.

Tugas berat di depan mata agar Pembauran Sejati dapat terwujud.

Komentar dapat juga dialamatkan langsung pada: gsarwa@indosat.net.id

Tambahan: Saya telah berbincang dengan seseorang yang mengaku lulusan S-2 jurusan Agama-agama Perbandingan dari Mesir yang menyatakan perbuatan tidak memberi Selamat Hari Raya kepada umat yang berbeda agama adalah perbuatan oknum. Masalahnya ternyata yang namanya oknum tersebut cukup banyak dan mereka banyak yang mengikuti apa yang dikatakan atasannya/panutannya.

Selasa, 23 Desember 2008

Obama vs Mix Culture

Too many articles about Barack Obama, but it's my opinion. Obama clearly product of Assimilation and have so many Mix Culture such as Kenya, Indonesia, Mainland America and mostly Hawaii. Hawaii itself is rich of Mix Culture. Obama isn't truly Black, but neither truly White. It is confusing but also give such benefit, because it seems 2 worlds unifying. His spouse: Michelle is more darker. Their children will not 'rainbow' as their father and might be not represents Assimilation. If his spouse ... let's say is Asian, so more colourfull rainbow will be happen. But choosing spouse is one of our human right.

Telah banyak tulisan tentang Barack Obama, tetapi inilah opini saya.
Obama jelas hasil Kawin Campur dan mengalami berbagai Mix Culture seperti Kenya, Indonesia, Amerika Daratan dan terutama Hawaii. Hawaii kaya akan Mix Culture.
Obama tidak Hitam , tetapi tidak juga Putih. Hal ini membingungkannya sekaligus menguntungkannya, karena seolah-olah ia mewakili 2 dunia.
Ia menikahi Michelle yang lebih hitam.
Anak-anaknya tidak akan sepelangi bapaknya dan mungkin tidak akan mewakili Pembauran.

GSM vs CDMA

Manakah yang lebih hebat antara GSM vs CDMA?
Yang pasti GSM lebih populer dan lebih menyebar di Indonesia, karena terbit duluan.
Padahal CDMA secara teknis lebih unggul daripada GSM, karena platform CDMA adalah Code jadi dengan mudah masih dapat dikembangkan lebih lanjut.
Lalu apa hubungannya dengan Pembauran?
GSM dan CDMA sekarang 'bersekutu'. GSM dapat jalan pada platform CDMA. Ini disebut Konvergensi.
Apakah Pembauran akan menuju Konvergensi pula?
Tidak dapat diramalkan arah Pembauran apakah Konvergensi atau Divergensi, karena masalah Kawin Campur adalah masalah selera dan jodoh.
Bagaimana menurut anda?
Kirimkan perkiraan/prediksi anda ke: gsarwa@indosat.net.id

Senin, 22 Desember 2008

Pembauran vs Fanatisme (Agama dan Etnis/Suku)

Dengan adanya Pembauran, maka diharapkan akan berkurangnya konflik horizontal.
Konflik horizontal terjadi, karena adanya pihak-pihak yang merasa lebih dari yang lainnya, walaupun mungkin sama-sama miskin.
Pencetusnya bisa karena Agama yang sifatnya Dogmatis atau tidak boleh diutik-utik. Dengan sempitnya wawasan umat tersebut, maka dapat timbul Fanatisme apalagi jika ini dikaitkan dengan suku atau etnis tertentu.
Pembauran dimana terjadi kawin campur antara 2 suku/etnis yang berbeda ditambah juga dengan perbedaan agama antara pasutri, maka Fanatisme Agama dan Konflik Horizontal akan teredam selanjutnya dapat dihindari atau bahkan tak muncul.

Saya Sangat mengharapkan masukan dari pembaca mengenai kesuksesan Pasutri yang telah menjalankan Pembauran ini.
Kesuksesan bukan berarti banyak duit lo. Keluarga yang adem tenterem dan bahagia menurut saya sudah merupakan Kesuksesan.
Komentar anda sangat saya tunggu atau boleh juga hubungi: gsarwa@indosat.net.id

PEMBAURAN/ASSIMILATION Mix Married Mixing

Assimilation is debatable, but truly so many nuance and gradation in Assimilation. Extremly might be divided as:
Salad Bowl: As 'gado-gado' (traditional mix vegetables Indonesian cuisine), so the components still clearly examined such as peanut, cabbage, etc. For example: United States of America which has every own State Law.
Melting Pot: It is advance of Salad Bowl which as due to Mix Marriage from many ethnic or races, so individual cannot claim that he/she belongs to certain ethnic. It is embryo of Nation State.

It is my intro, please welcome your comments or directly pass your email to: gsarwa@indosat.net.id

Pembauran banyak dikatakan atau diwacanakan, tetapi sebenarnya banyak gradasi atau nuansa dalam Pembauran.
Secara ekstrim dapat dibagi menjadi:
Salad Bowl: Seperti halnya gado-gado, maka komponen penyusunnya masih tampak -ada kacang, ada kol, ada timun, dsbnya. Contohnya: Amerika Serikat seperti juga tercermin dalam kata United States dimana masing-masing State punya hukum sendiri.
Melting Pot: Ini adalah tingkat lanjut dari Salad Bowl dimana dengan adanya kawin campur dari banyak suku atau etnis, maka seseorang tak dapat mengklaim bahwa ia murni dari suku atau etnis tertentu. Ini adalah cikal bakal dari Negara Bangsa.

Sekian intro saya, silakan menanggapi atau boleh juga kirim email ke: gsarwa@indosat.net.id