Looking at the list of International Celeb below that the Truly Mixing/Assimilation through Mixed Married that there Celeb has only 1/8 certain race/ethnic/tribe just like Tiger Woods. Or even that there is Celeb who the Mixing already complex/complicated and difficult to trace/tracked back as well as Nicole Richie. Seems Mixing/Assimilation Surge as a Snowball.
With the good actual recording of Genealogy, so anyone can know what the blood flowing in him/her. Genealogy DNA can better ensure which components are included in the Mix Married. Not impossible that we are descendants of Genghis Khan/Kubilai Khan who according to calculation of experts now the descendants reach dozens of million people around the world (Many White persons in Europe might be not realize that they also have blood of Genghis Khan/Kubilai Khan!)
For a list of Indonesian Celeb Mix Married (in Indonesian Language - Bahasa Indonesia), please click:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/seleb-indonesia-internasional-kawin.html
International Celeb result of Mix Married:
Halle Berry, Actress, her mother is White British, her father is Afro-American.
Sam Brodie, Reality TV England contestant, his/her father is Scotland, his/her mother is Indonesian; he/she would like become an Indonesian famous artist as well as done abroad, but seemly fail, might be easier become an artist in abroad comparing in Indonesia?!
Naomi Campbell, Model, Jamaican mother, Jamaican-Chinese father.
Mariah Carey, Singer, Irish-American mother with Afro-Venezuelan father.
Mark Dacascos, Filipino Actor, Spanish and Chinese on his father's side, Irish and Japanese on his mother's.
Ryan Giggs, Welsh footballer, mixed Black and White father, White mother.
Mata Hari, Spy, Dancer, Dutch father and Japanese mother.
Jimi Hendrix, American musician, White Irish, Black and Cherokee.
Enrique Iglesias, Singer, son of Spanish singer Julio Iglesias and Spanish-Filipino - Mestiza Socialite and Journalist Isabel Preysler.
Alicia Keys, Singer, her mother's Irish Italian, Jamaican father.
Nancy Kwan, Actress (The World of Suzie Wong), Chinese father (architect Kwan Wing Hong), White British mother (model Marquita Scott).
Bruce Lee, Martial Artist and Actor, 3/4 Chinese, 1/4 German.
Bob Marley, Musician, Welsh father, Jamaican mother.
Yannick Noah, French tennis player and also popular singer, White French mother, African Cameroonian father.
Barack Obama, President of the United States of America, Kenyan father and White American mother.
Quddus, MTV VJ, 3/4 Black, 1/4 White.
Keanu Reeves, Actor, Chinese, Hawaiian and Irish father with British mother.
George Richards, President of Trinidad and Tobago, Chinese, European, African, Carib (Amerindian).
Nicole Richie, Television Personality, Richie has stated that she is a mix of a number of extractions; Main ones are African-American, White and unspecified Hispanic.
Nicole Scherzinger, Lead Singer of The Pussycat Dolls, Hawaiian, Filipino, German and Russian descent.
Rob Schneider, Actor and Comedian, 1/2 Jewish, 1/4 Filipino, 1/4 Other European.
Kimora Lee Simmons, Baby Phat CEO, Black father, Japanese mother.
Donita Rose, MTV VJ, 1/2 Filipino and 1/2 American.
JRD Tata, Businessman, India/Indian father and French mother.
David Usher, Canadian rock musician, Jewish father and Thai mother.
Giovanni van Bronckhorst, Dutch soccer player, Dutch and Indonesian parentage.
Vanessa Williams, American Singer and Actress. The first African-American woman to be crowned as Miss America. Half African-American/half white father and Half African-American/half white mother.
Tiger Woods, Professional Golfer, 1/4 Chinese, 1/4 Thai, 1/4 African-American, 1/8 Native American, 1/8 Dutch.
Tata Young, Thai pop music singer and actress, Half White European and Half Thai.
For a list of Indonesian Celeb Mix Married (in Bahasa Indonesia - Indonesian Language) please click:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/seleb-indonesia-internasional-kawin.html
Tampilkan postingan dengan label chinese. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chinese. Tampilkan semua postingan
Rabu, 23 September 2009
Kamis, 02 Juli 2009
Kawin Campur Beda Agama
Di Indonesia Kawin Campur/Silang Beda Etnis/Ras/Suku, tetapi agamanya Sama tampaknya lebih mudah terjadi daripada Kawin Campur/Silang Satu Etnis/Ras/Suku Beda Agama/Keyakinan.
10 hari yang lalu, saya menghadiri resepsi pernikahan saudara jauh saya, pemberkatan pernikahan dilakukan di Gereja Kathedral Jakarta, tetapi saya tidak menghadirinya.
Kawin Campur Sesama Cina/Tionghoa Beda Agama ini diberikan Dispensasi oleh Gereja Katolik, tetapi tidak oleh pihak Gereja Kristen Non-Katolik.
Suatu hal yang 'aneh' terjadi saat pemberkatan pernikahan, pihak Non-Katolik ingin ikut serta dalam upacara pemberkatan pernikahan. Berkat 'lobby' mempelai wanita yang Katolik terhadap 3 Pastor yang memberkati, maka pihak Non-Katolik diperkenankan ikut serta, tetapi tidak untuk melakukan kepemimpinan dalam pemberkatan pernikahan. Maka terjadilah pemberkatan pernikahan yang 'unik' dimana Firman Tuhan dibacakan oleh pihak Non-Katolik disertai lilin-lilin. Alhasil prosesi berlangsung selama 2,5 jam.
Pada resepsi pernikahan saya coba mendapatkan opini dari seseorang yang masih anggota keluarga mempelai wanita yang Katolik, tetapi beragama Kristen Non-Katolik. Saya katakan bahwa Gereja Katolik cukup toleran terhadap Kawin Campur Beda Agama, tetapi dia menyatakan bahwa seharusnya Firman Tuhan Harus Diikuti.
Setahu saya Gereja Katolik lebih mendukung Perkawinan Seiman, tetapi berhubung untuk mendapatkan teman hidup seiman tidak selalu mudah terjadi, maka Gereja Katolik bersikap realistis: Mengingat hak nikah itu termasuk hak azasi manusia (HAM), maka Gereja Katolik memberikan Dispensasi untuk Perkawinan Campur (Beda Gereja dan/atau Beda Agama). Sama sekali tidak pernah disebutkan Beda Ras/Etnis/Suku.
Saya juga pernah menghadiri pemberkatan pernikahan teman yang ayahnya Ambon dan ibunya Cina dengan gadis Cina teman Satu Gereja yang juga merupakan putri Pendeta Muda Gereja yang bersangkutan. Perkawinan seiman ini tidak mengalami hambatan/retensi Beda Etnis/Suku dari kedua belah pihak keluarga.
Tampaknya Kawin Campur Beda Agama Satu Ras/Etnis/Suku lebih mengalami hambatan/retensi daripada Kawin Campur Satu Agama Beda Ras/Etnis/Suku.
Setujukah anda bila dikatakan bahwa Agama, Kaum Agamawan dan mereka yang Agama Fanatik dikatakan menghambat Kawin Campur/Silang menuju Pembauran Sejati? Please Email to: gsarwa@indosat.net.id
Silakan baca juga:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/05/pembauran-ala-adjie-massaid-dan.html
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2008/12/pembauran-vs-fanatisme.html
10 hari yang lalu, saya menghadiri resepsi pernikahan saudara jauh saya, pemberkatan pernikahan dilakukan di Gereja Kathedral Jakarta, tetapi saya tidak menghadirinya.
Kawin Campur Sesama Cina/Tionghoa Beda Agama ini diberikan Dispensasi oleh Gereja Katolik, tetapi tidak oleh pihak Gereja Kristen Non-Katolik.
Suatu hal yang 'aneh' terjadi saat pemberkatan pernikahan, pihak Non-Katolik ingin ikut serta dalam upacara pemberkatan pernikahan. Berkat 'lobby' mempelai wanita yang Katolik terhadap 3 Pastor yang memberkati, maka pihak Non-Katolik diperkenankan ikut serta, tetapi tidak untuk melakukan kepemimpinan dalam pemberkatan pernikahan. Maka terjadilah pemberkatan pernikahan yang 'unik' dimana Firman Tuhan dibacakan oleh pihak Non-Katolik disertai lilin-lilin. Alhasil prosesi berlangsung selama 2,5 jam.
Pada resepsi pernikahan saya coba mendapatkan opini dari seseorang yang masih anggota keluarga mempelai wanita yang Katolik, tetapi beragama Kristen Non-Katolik. Saya katakan bahwa Gereja Katolik cukup toleran terhadap Kawin Campur Beda Agama, tetapi dia menyatakan bahwa seharusnya Firman Tuhan Harus Diikuti.
Setahu saya Gereja Katolik lebih mendukung Perkawinan Seiman, tetapi berhubung untuk mendapatkan teman hidup seiman tidak selalu mudah terjadi, maka Gereja Katolik bersikap realistis: Mengingat hak nikah itu termasuk hak azasi manusia (HAM), maka Gereja Katolik memberikan Dispensasi untuk Perkawinan Campur (Beda Gereja dan/atau Beda Agama). Sama sekali tidak pernah disebutkan Beda Ras/Etnis/Suku.
Saya juga pernah menghadiri pemberkatan pernikahan teman yang ayahnya Ambon dan ibunya Cina dengan gadis Cina teman Satu Gereja yang juga merupakan putri Pendeta Muda Gereja yang bersangkutan. Perkawinan seiman ini tidak mengalami hambatan/retensi Beda Etnis/Suku dari kedua belah pihak keluarga.
Tampaknya Kawin Campur Beda Agama Satu Ras/Etnis/Suku lebih mengalami hambatan/retensi daripada Kawin Campur Satu Agama Beda Ras/Etnis/Suku.
Setujukah anda bila dikatakan bahwa Agama, Kaum Agamawan dan mereka yang Agama Fanatik dikatakan menghambat Kawin Campur/Silang menuju Pembauran Sejati? Please Email to: gsarwa@indosat.net.id
Silakan baca juga:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/05/pembauran-ala-adjie-massaid-dan.html
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2008/12/pembauran-vs-fanatisme.html
Label:
Angelica Sondakh,
Barack Obama,
Cerai,
China,
chinese,
Community,
Dilema,
Forum,
Gereja,
Iman,
Katolik,
Keyakinan,
Korban,
Membandingkan,
Mudah,
Nafa Urbach,
Perbedaan Agama,
Poligami,
Terbaik,
US
Rabu, 10 Juni 2009
Mixing vs Fanaticism (Religion and Ethnic/Tribe)
With Mixing, we expect decrease in Horizontal Conflict.
Horizontal Conflict occurs, because there are parties who feel more than the other, though perhaps equally poor.
The trigger can be religion because that is dogmatic or cannot be touched.
With the limited perspective of the followers, the Fanaticsm can arise especially when this is associated with a particular tribe or ethnic. Where the Mixing occured through Mix Married between 2 different tribe/ethnic also added by different religion of the couple, so Religion Fanaticsm and Horizontal Conflict will be eased next can be avoided or not even appear.
It is my hope that input from readers about the success of couple who has run the Mixing.
The success does not mean a lot of money. Harmony Family with Happiness I think is a success also.
Your comment is waiting, or you may also contact:
gsarwa@indosat.net.id
Horizontal Conflict occurs, because there are parties who feel more than the other, though perhaps equally poor.
The trigger can be religion because that is dogmatic or cannot be touched.
With the limited perspective of the followers, the Fanaticsm can arise especially when this is associated with a particular tribe or ethnic. Where the Mixing occured through Mix Married between 2 different tribe/ethnic also added by different religion of the couple, so Religion Fanaticsm and Horizontal Conflict will be eased next can be avoided or not even appear.
It is my hope that input from readers about the success of couple who has run the Mixing.
The success does not mean a lot of money. Harmony Family with Happiness I think is a success also.
Your comment is waiting, or you may also contact:
gsarwa@indosat.net.id
Minggu, 07 Juni 2009
Stats: Mix Married in USA (White-Black-Asia/Yellow-Other)
Statistics Truly Mixing through Mix Married in United States of America is as follows: (developed from Wikipedia)
Year 2006:
Married couples was 59.5 million more.
Couples who married without Mix Married over 57.2 million (96.1%).
Couples who married with Mix Married over 2.3 million (3.9%).
In Mix Married society is classified into 4 groups, namely:
White, Black, Asian and Other (not included in White/Black/Asian).
Details Mix Married are as follows:
White - Other : 44.6%
White - Asian : 30.7%
White - Black : 17.6%
Black - Other : 2.9%
Asian - Other : 2.4%
Black - Asian : 1.8%
*When people ... in Indonesia there are statistics such as this?*
Seen that the Mix Married involving the skin of many White people, because the skin of White population is the majority/dominant. But in the Mix Married, White skin prefer Other than Black or Asian. Also Other more selected by the Black and Asian compared to Mix Married between Black-Asian.
The more interesting in Mix Married White-Other, then White Husband choose Wife classified as Other and Husband classified as Other choose White Wife come to balance amount. This does not happen on a combination of other/different Mix Married. Single motor drive of Mix Married seems classified as Other and this could be because fathers Others may have experienced the Mix Married many times, so They are difficult to claim that they are ethnic/tribe specific.
Group classified as Other could be a 'snow ball' in Mix Married toward Truly Mixing.
Personal Contact E-mail: gsarwa@indosat.net.id
Year 2006:
Married couples was 59.5 million more.
Couples who married without Mix Married over 57.2 million (96.1%).
Couples who married with Mix Married over 2.3 million (3.9%).
In Mix Married society is classified into 4 groups, namely:
White, Black, Asian and Other (not included in White/Black/Asian).
Details Mix Married are as follows:
White - Other : 44.6%
White - Asian : 30.7%
White - Black : 17.6%
Black - Other : 2.9%
Asian - Other : 2.4%
Black - Asian : 1.8%
*When people ... in Indonesia there are statistics such as this?*
Seen that the Mix Married involving the skin of many White people, because the skin of White population is the majority/dominant. But in the Mix Married, White skin prefer Other than Black or Asian. Also Other more selected by the Black and Asian compared to Mix Married between Black-Asian.
The more interesting in Mix Married White-Other, then White Husband choose Wife classified as Other and Husband classified as Other choose White Wife come to balance amount. This does not happen on a combination of other/different Mix Married. Single motor drive of Mix Married seems classified as Other and this could be because fathers Others may have experienced the Mix Married many times, so They are difficult to claim that they are ethnic/tribe specific.
Group classified as Other could be a 'snow ball' in Mix Married toward Truly Mixing.
Personal Contact E-mail: gsarwa@indosat.net.id
Selasa, 23 Desember 2008
Obama vs Mix Culture
Too many articles about Barack Obama, but it's my opinion. Obama clearly product of Assimilation and have so many Mix Culture such as Kenya, Indonesia, Mainland America and mostly Hawaii. Hawaii itself is rich of Mix Culture. Obama isn't truly Black, but neither truly White. It is confusing but also give such benefit, because it seems 2 worlds unifying. His spouse: Michelle is more darker. Their children will not 'rainbow' as their father and might be not represents Assimilation. If his spouse ... let's say is Asian, so more colourfull rainbow will be happen. But choosing spouse is one of our human right.
Telah banyak tulisan tentang Barack Obama, tetapi inilah opini saya.
Obama jelas hasil Kawin Campur dan mengalami berbagai Mix Culture seperti Kenya, Indonesia, Amerika Daratan dan terutama Hawaii. Hawaii kaya akan Mix Culture.
Obama tidak Hitam , tetapi tidak juga Putih. Hal ini membingungkannya sekaligus menguntungkannya, karena seolah-olah ia mewakili 2 dunia.
Ia menikahi Michelle yang lebih hitam.
Anak-anaknya tidak akan sepelangi bapaknya dan mungkin tidak akan mewakili Pembauran.
Telah banyak tulisan tentang Barack Obama, tetapi inilah opini saya.
Obama jelas hasil Kawin Campur dan mengalami berbagai Mix Culture seperti Kenya, Indonesia, Amerika Daratan dan terutama Hawaii. Hawaii kaya akan Mix Culture.
Obama tidak Hitam , tetapi tidak juga Putih. Hal ini membingungkannya sekaligus menguntungkannya, karena seolah-olah ia mewakili 2 dunia.
Ia menikahi Michelle yang lebih hitam.
Anak-anaknya tidak akan sepelangi bapaknya dan mungkin tidak akan mewakili Pembauran.
Label:
assimilation,
Barack Obama,
Biografi,
Change,
chinese,
Election,
Facebook,
Hawaii,
Indonesia,
kolonialisme,
Korubo,
Lyre,
Mix Culture,
Need,
Pembauran Sejati,
Pembauran Sosial,
tionghoa,
Yes we can
GSM vs CDMA
Manakah yang lebih hebat antara GSM vs CDMA?
Yang pasti GSM lebih populer dan lebih menyebar di Indonesia, karena terbit duluan.
Padahal CDMA secara teknis lebih unggul daripada GSM, karena platform CDMA adalah Code jadi dengan mudah masih dapat dikembangkan lebih lanjut.
Lalu apa hubungannya dengan Pembauran?
GSM dan CDMA sekarang 'bersekutu'. GSM dapat jalan pada platform CDMA. Ini disebut Konvergensi.
Apakah Pembauran akan menuju Konvergensi pula?
Tidak dapat diramalkan arah Pembauran apakah Konvergensi atau Divergensi, karena masalah Kawin Campur adalah masalah selera dan jodoh.
Bagaimana menurut anda?
Kirimkan perkiraan/prediksi anda ke: gsarwa@indosat.net.id
Yang pasti GSM lebih populer dan lebih menyebar di Indonesia, karena terbit duluan.
Padahal CDMA secara teknis lebih unggul daripada GSM, karena platform CDMA adalah Code jadi dengan mudah masih dapat dikembangkan lebih lanjut.
Lalu apa hubungannya dengan Pembauran?
GSM dan CDMA sekarang 'bersekutu'. GSM dapat jalan pada platform CDMA. Ini disebut Konvergensi.
Apakah Pembauran akan menuju Konvergensi pula?
Tidak dapat diramalkan arah Pembauran apakah Konvergensi atau Divergensi, karena masalah Kawin Campur adalah masalah selera dan jodoh.
Bagaimana menurut anda?
Kirimkan perkiraan/prediksi anda ke: gsarwa@indosat.net.id
Senin, 22 Desember 2008
Pembauran vs Fanatisme (Agama dan Etnis/Suku)
Dengan adanya Pembauran, maka diharapkan akan berkurangnya konflik horizontal.
Konflik horizontal terjadi, karena adanya pihak-pihak yang merasa lebih dari yang lainnya, walaupun mungkin sama-sama miskin.
Pencetusnya bisa karena Agama yang sifatnya Dogmatis atau tidak boleh diutik-utik. Dengan sempitnya wawasan umat tersebut, maka dapat timbul Fanatisme apalagi jika ini dikaitkan dengan suku atau etnis tertentu.
Pembauran dimana terjadi kawin campur antara 2 suku/etnis yang berbeda ditambah juga dengan perbedaan agama antara pasutri, maka Fanatisme Agama dan Konflik Horizontal akan teredam selanjutnya dapat dihindari atau bahkan tak muncul.
Saya Sangat mengharapkan masukan dari pembaca mengenai kesuksesan Pasutri yang telah menjalankan Pembauran ini.
Kesuksesan bukan berarti banyak duit lo. Keluarga yang adem tenterem dan bahagia menurut saya sudah merupakan Kesuksesan.
Komentar anda sangat saya tunggu atau boleh juga hubungi: gsarwa@indosat.net.id
Konflik horizontal terjadi, karena adanya pihak-pihak yang merasa lebih dari yang lainnya, walaupun mungkin sama-sama miskin.
Pencetusnya bisa karena Agama yang sifatnya Dogmatis atau tidak boleh diutik-utik. Dengan sempitnya wawasan umat tersebut, maka dapat timbul Fanatisme apalagi jika ini dikaitkan dengan suku atau etnis tertentu.
Pembauran dimana terjadi kawin campur antara 2 suku/etnis yang berbeda ditambah juga dengan perbedaan agama antara pasutri, maka Fanatisme Agama dan Konflik Horizontal akan teredam selanjutnya dapat dihindari atau bahkan tak muncul.
Saya Sangat mengharapkan masukan dari pembaca mengenai kesuksesan Pasutri yang telah menjalankan Pembauran ini.
Kesuksesan bukan berarti banyak duit lo. Keluarga yang adem tenterem dan bahagia menurut saya sudah merupakan Kesuksesan.
Komentar anda sangat saya tunggu atau boleh juga hubungi: gsarwa@indosat.net.id
PEMBAURAN/ASSIMILATION Mix Married Mixing
Assimilation is debatable, but truly so many nuance and gradation in Assimilation. Extremly might be divided as:
Salad Bowl: As 'gado-gado' (traditional mix vegetables Indonesian cuisine), so the components still clearly examined such as peanut, cabbage, etc. For example: United States of America which has every own State Law.
Melting Pot: It is advance of Salad Bowl which as due to Mix Marriage from many ethnic or races, so individual cannot claim that he/she belongs to certain ethnic. It is embryo of Nation State.
It is my intro, please welcome your comments or directly pass your email to: gsarwa@indosat.net.id
Pembauran banyak dikatakan atau diwacanakan, tetapi sebenarnya banyak gradasi atau nuansa dalam Pembauran.
Secara ekstrim dapat dibagi menjadi:
Salad Bowl: Seperti halnya gado-gado, maka komponen penyusunnya masih tampak -ada kacang, ada kol, ada timun, dsbnya. Contohnya: Amerika Serikat seperti juga tercermin dalam kata United States dimana masing-masing State punya hukum sendiri.
Melting Pot: Ini adalah tingkat lanjut dari Salad Bowl dimana dengan adanya kawin campur dari banyak suku atau etnis, maka seseorang tak dapat mengklaim bahwa ia murni dari suku atau etnis tertentu. Ini adalah cikal bakal dari Negara Bangsa.
Sekian intro saya, silakan menanggapi atau boleh juga kirim email ke: gsarwa@indosat.net.id
Salad Bowl: As 'gado-gado' (traditional mix vegetables Indonesian cuisine), so the components still clearly examined such as peanut, cabbage, etc. For example: United States of America which has every own State Law.
Melting Pot: It is advance of Salad Bowl which as due to Mix Marriage from many ethnic or races, so individual cannot claim that he/she belongs to certain ethnic. It is embryo of Nation State.
It is my intro, please welcome your comments or directly pass your email to: gsarwa@indosat.net.id
Pembauran banyak dikatakan atau diwacanakan, tetapi sebenarnya banyak gradasi atau nuansa dalam Pembauran.
Secara ekstrim dapat dibagi menjadi:
Salad Bowl: Seperti halnya gado-gado, maka komponen penyusunnya masih tampak -ada kacang, ada kol, ada timun, dsbnya. Contohnya: Amerika Serikat seperti juga tercermin dalam kata United States dimana masing-masing State punya hukum sendiri.
Melting Pot: Ini adalah tingkat lanjut dari Salad Bowl dimana dengan adanya kawin campur dari banyak suku atau etnis, maka seseorang tak dapat mengklaim bahwa ia murni dari suku atau etnis tertentu. Ini adalah cikal bakal dari Negara Bangsa.
Sekian intro saya, silakan menanggapi atau boleh juga kirim email ke: gsarwa@indosat.net.id
Label:
China,
chinese,
Community,
Indo Cina,
Indochine,
Indocina,
Indonesian,
Melting Pot,
Negara Bangsa,
Night,
Pembauran Sejati,
Restaurant,
Salad Bowl,
Segregation,
tionghoa,
US
Langganan:
Postingan (Atom)