Saya sangat sayang dan kagum pada Garudaku yang Gagah Berani menjaga Bhinneka Tunggal Ika dengan cengkeramannya yang kuat. Di dadanya ada perisai/tameng yang menyimbolkan PancaSila dengan Sila Pertamanya: Ketuhanan Yang Maha Esa dan terletak di tengah-tengah. Secara Subyektif harus saya nyatakan bahwa Garudaku selain Gagah Berani juga paling Cakap/Cantik dibandingkan Garudanya Paman Sam (USA/Amerika Serikat) atau Garudanya Republik Federasi Jerman.
Saya Prediksikan berabad-abad yang akan datang tidak mustahil terbentuk Negara Bangsa Indonesia yang sesungguhnya.
Berhubung Data Statistik Indonesia belum saya punyai atau malah mungkin belum tersedia secara lengkap, maka saya akan menguraikan Data Statistik Amerika Serikat (US Census Bureau) sebagai ilustrasi mengenai Minoritas-Mayoritas yang maksudnya secara Nasional adalah Minoritas, tetapi pada Daerah-daerah tertentu menjadi Mayoritas.
Tahun 2006:
Hampir Sepersepuluh dari 3141 Daerah atau sebanyak 303 Daerah telah menjadi Daerah Minoritas-Mayoritas dimana lebih dari 50% populasinya (Mayoritas) adalah kaum yang dikategorikan sebagai Minoritas secara Nasional.
Secara garis besar kelompok masyarakat tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
Hispanik: Starr County, Texas populasi Hispaniknya mencapai 97%. 11 County terbesar populasi Hispaniknya terletak di Negara Bagian Texas yang berbatasan langsung dengan Negara Mexico.
Hitam: Claiborne County, Miss. memiliki penduduk 85% orang berkulit Hitam. Seluruh 50 County dengan persentase Hitam terbesar terletak di Bagian Selatan Amerika Serikat. Ini tentunya berhubungan dengan perbudakan pada zamannya.
Asia: Honolulu County, Hawaii memiliki penduduk Asia 59%.
Indian Amerika dan Pribumi Alaska: Shennon County, South Dakota berpenduduk 88% kelompok ini.
Pribumi Hawaii dan Penduduk Pulau-pulau Lainnya di Pasifik: Tidak terdapat kelompok ini sebagai Minoritas-Mayoritas.
Terlihat bahwa pola penyebaran Ras/Etnis/Suku ternyata sangat beragam.
Di Indonesia kasus Minoritas-Mayoritas mungkin dapat dicontohkan terdapat di Singkawang, kurang lebih 100 km Utara Pontianak, Kalimantan Barat dimana Orang Cina menjadi Mayoritas padahal secara Nasional Orang Cina adalah Minoritas. Glodok China Town juga merupakan kasus Minoritas-Mayoritas untuk Jakarta.
Dari sudut Agama, maka Bali juga dapat dikatakan kasus Minoritas-Mayoritas.
Pembauran ataupun Kawin Campur/Silang tentunya dapat terjadi di mana saja. tetapi akan lebih mudah terjadi di tempat dimana penduduknya sangat Heterogen.
Jika seseorang penduduk Jakarta ditanya: Orang apa?, maka jawabannya mungkin adalah Saya Orang Jakarta daripada susah-susah menerangkan bahwa Ayahnya Jawa Madura sedangkan Ibunya Sunda Bali apalagi Istrinya juga hasil Kawin Campur/Silang Batak Minang Ambon Papua.
Beberapa abad yang akan datang penduduk Kota-kota Besar di Indonesia yang juga diikuti penduduk Kota-kota Kecil Lainnya pasti akan mirip penduduk Metropolitan Jakarta.
We change believe in, saya percaya suatu hari kelak Pembauran Sejati Negara Bangsa Indonesia yang sesungguhnya akan terwujud.
Tampilkan postingan dengan label tionghoa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tionghoa. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 September 2009
Minggu, 07 Juni 2009
Stats: Mix Married in USA (White-Black-Asia/Yellow-Other)
Statistics Truly Mixing through Mix Married in United States of America is as follows: (developed from Wikipedia)
Year 2006:
Married couples was 59.5 million more.
Couples who married without Mix Married over 57.2 million (96.1%).
Couples who married with Mix Married over 2.3 million (3.9%).
In Mix Married society is classified into 4 groups, namely:
White, Black, Asian and Other (not included in White/Black/Asian).
Details Mix Married are as follows:
White - Other : 44.6%
White - Asian : 30.7%
White - Black : 17.6%
Black - Other : 2.9%
Asian - Other : 2.4%
Black - Asian : 1.8%
*When people ... in Indonesia there are statistics such as this?*
Seen that the Mix Married involving the skin of many White people, because the skin of White population is the majority/dominant. But in the Mix Married, White skin prefer Other than Black or Asian. Also Other more selected by the Black and Asian compared to Mix Married between Black-Asian.
The more interesting in Mix Married White-Other, then White Husband choose Wife classified as Other and Husband classified as Other choose White Wife come to balance amount. This does not happen on a combination of other/different Mix Married. Single motor drive of Mix Married seems classified as Other and this could be because fathers Others may have experienced the Mix Married many times, so They are difficult to claim that they are ethnic/tribe specific.
Group classified as Other could be a 'snow ball' in Mix Married toward Truly Mixing.
Personal Contact E-mail: gsarwa@indosat.net.id
Year 2006:
Married couples was 59.5 million more.
Couples who married without Mix Married over 57.2 million (96.1%).
Couples who married with Mix Married over 2.3 million (3.9%).
In Mix Married society is classified into 4 groups, namely:
White, Black, Asian and Other (not included in White/Black/Asian).
Details Mix Married are as follows:
White - Other : 44.6%
White - Asian : 30.7%
White - Black : 17.6%
Black - Other : 2.9%
Asian - Other : 2.4%
Black - Asian : 1.8%
*When people ... in Indonesia there are statistics such as this?*
Seen that the Mix Married involving the skin of many White people, because the skin of White population is the majority/dominant. But in the Mix Married, White skin prefer Other than Black or Asian. Also Other more selected by the Black and Asian compared to Mix Married between Black-Asian.
The more interesting in Mix Married White-Other, then White Husband choose Wife classified as Other and Husband classified as Other choose White Wife come to balance amount. This does not happen on a combination of other/different Mix Married. Single motor drive of Mix Married seems classified as Other and this could be because fathers Others may have experienced the Mix Married many times, so They are difficult to claim that they are ethnic/tribe specific.
Group classified as Other could be a 'snow ball' in Mix Married toward Truly Mixing.
Personal Contact E-mail: gsarwa@indosat.net.id
Selasa, 23 Desember 2008
Obama vs Mix Culture
Too many articles about Barack Obama, but it's my opinion. Obama clearly product of Assimilation and have so many Mix Culture such as Kenya, Indonesia, Mainland America and mostly Hawaii. Hawaii itself is rich of Mix Culture. Obama isn't truly Black, but neither truly White. It is confusing but also give such benefit, because it seems 2 worlds unifying. His spouse: Michelle is more darker. Their children will not 'rainbow' as their father and might be not represents Assimilation. If his spouse ... let's say is Asian, so more colourfull rainbow will be happen. But choosing spouse is one of our human right.
Telah banyak tulisan tentang Barack Obama, tetapi inilah opini saya.
Obama jelas hasil Kawin Campur dan mengalami berbagai Mix Culture seperti Kenya, Indonesia, Amerika Daratan dan terutama Hawaii. Hawaii kaya akan Mix Culture.
Obama tidak Hitam , tetapi tidak juga Putih. Hal ini membingungkannya sekaligus menguntungkannya, karena seolah-olah ia mewakili 2 dunia.
Ia menikahi Michelle yang lebih hitam.
Anak-anaknya tidak akan sepelangi bapaknya dan mungkin tidak akan mewakili Pembauran.
Telah banyak tulisan tentang Barack Obama, tetapi inilah opini saya.
Obama jelas hasil Kawin Campur dan mengalami berbagai Mix Culture seperti Kenya, Indonesia, Amerika Daratan dan terutama Hawaii. Hawaii kaya akan Mix Culture.
Obama tidak Hitam , tetapi tidak juga Putih. Hal ini membingungkannya sekaligus menguntungkannya, karena seolah-olah ia mewakili 2 dunia.
Ia menikahi Michelle yang lebih hitam.
Anak-anaknya tidak akan sepelangi bapaknya dan mungkin tidak akan mewakili Pembauran.
Label:
assimilation,
Barack Obama,
Biografi,
Change,
chinese,
Election,
Facebook,
Hawaii,
Indonesia,
kolonialisme,
Korubo,
Lyre,
Mix Culture,
Need,
Pembauran Sejati,
Pembauran Sosial,
tionghoa,
Yes we can
GSM vs CDMA
Manakah yang lebih hebat antara GSM vs CDMA?
Yang pasti GSM lebih populer dan lebih menyebar di Indonesia, karena terbit duluan.
Padahal CDMA secara teknis lebih unggul daripada GSM, karena platform CDMA adalah Code jadi dengan mudah masih dapat dikembangkan lebih lanjut.
Lalu apa hubungannya dengan Pembauran?
GSM dan CDMA sekarang 'bersekutu'. GSM dapat jalan pada platform CDMA. Ini disebut Konvergensi.
Apakah Pembauran akan menuju Konvergensi pula?
Tidak dapat diramalkan arah Pembauran apakah Konvergensi atau Divergensi, karena masalah Kawin Campur adalah masalah selera dan jodoh.
Bagaimana menurut anda?
Kirimkan perkiraan/prediksi anda ke: gsarwa@indosat.net.id
Yang pasti GSM lebih populer dan lebih menyebar di Indonesia, karena terbit duluan.
Padahal CDMA secara teknis lebih unggul daripada GSM, karena platform CDMA adalah Code jadi dengan mudah masih dapat dikembangkan lebih lanjut.
Lalu apa hubungannya dengan Pembauran?
GSM dan CDMA sekarang 'bersekutu'. GSM dapat jalan pada platform CDMA. Ini disebut Konvergensi.
Apakah Pembauran akan menuju Konvergensi pula?
Tidak dapat diramalkan arah Pembauran apakah Konvergensi atau Divergensi, karena masalah Kawin Campur adalah masalah selera dan jodoh.
Bagaimana menurut anda?
Kirimkan perkiraan/prediksi anda ke: gsarwa@indosat.net.id
Senin, 22 Desember 2008
Pembauran vs Fanatisme (Agama dan Etnis/Suku)
Dengan adanya Pembauran, maka diharapkan akan berkurangnya konflik horizontal.
Konflik horizontal terjadi, karena adanya pihak-pihak yang merasa lebih dari yang lainnya, walaupun mungkin sama-sama miskin.
Pencetusnya bisa karena Agama yang sifatnya Dogmatis atau tidak boleh diutik-utik. Dengan sempitnya wawasan umat tersebut, maka dapat timbul Fanatisme apalagi jika ini dikaitkan dengan suku atau etnis tertentu.
Pembauran dimana terjadi kawin campur antara 2 suku/etnis yang berbeda ditambah juga dengan perbedaan agama antara pasutri, maka Fanatisme Agama dan Konflik Horizontal akan teredam selanjutnya dapat dihindari atau bahkan tak muncul.
Saya Sangat mengharapkan masukan dari pembaca mengenai kesuksesan Pasutri yang telah menjalankan Pembauran ini.
Kesuksesan bukan berarti banyak duit lo. Keluarga yang adem tenterem dan bahagia menurut saya sudah merupakan Kesuksesan.
Komentar anda sangat saya tunggu atau boleh juga hubungi: gsarwa@indosat.net.id
Konflik horizontal terjadi, karena adanya pihak-pihak yang merasa lebih dari yang lainnya, walaupun mungkin sama-sama miskin.
Pencetusnya bisa karena Agama yang sifatnya Dogmatis atau tidak boleh diutik-utik. Dengan sempitnya wawasan umat tersebut, maka dapat timbul Fanatisme apalagi jika ini dikaitkan dengan suku atau etnis tertentu.
Pembauran dimana terjadi kawin campur antara 2 suku/etnis yang berbeda ditambah juga dengan perbedaan agama antara pasutri, maka Fanatisme Agama dan Konflik Horizontal akan teredam selanjutnya dapat dihindari atau bahkan tak muncul.
Saya Sangat mengharapkan masukan dari pembaca mengenai kesuksesan Pasutri yang telah menjalankan Pembauran ini.
Kesuksesan bukan berarti banyak duit lo. Keluarga yang adem tenterem dan bahagia menurut saya sudah merupakan Kesuksesan.
Komentar anda sangat saya tunggu atau boleh juga hubungi: gsarwa@indosat.net.id
PEMBAURAN/ASSIMILATION Mix Married Mixing
Assimilation is debatable, but truly so many nuance and gradation in Assimilation. Extremly might be divided as:
Salad Bowl: As 'gado-gado' (traditional mix vegetables Indonesian cuisine), so the components still clearly examined such as peanut, cabbage, etc. For example: United States of America which has every own State Law.
Melting Pot: It is advance of Salad Bowl which as due to Mix Marriage from many ethnic or races, so individual cannot claim that he/she belongs to certain ethnic. It is embryo of Nation State.
It is my intro, please welcome your comments or directly pass your email to: gsarwa@indosat.net.id
Pembauran banyak dikatakan atau diwacanakan, tetapi sebenarnya banyak gradasi atau nuansa dalam Pembauran.
Secara ekstrim dapat dibagi menjadi:
Salad Bowl: Seperti halnya gado-gado, maka komponen penyusunnya masih tampak -ada kacang, ada kol, ada timun, dsbnya. Contohnya: Amerika Serikat seperti juga tercermin dalam kata United States dimana masing-masing State punya hukum sendiri.
Melting Pot: Ini adalah tingkat lanjut dari Salad Bowl dimana dengan adanya kawin campur dari banyak suku atau etnis, maka seseorang tak dapat mengklaim bahwa ia murni dari suku atau etnis tertentu. Ini adalah cikal bakal dari Negara Bangsa.
Sekian intro saya, silakan menanggapi atau boleh juga kirim email ke: gsarwa@indosat.net.id
Salad Bowl: As 'gado-gado' (traditional mix vegetables Indonesian cuisine), so the components still clearly examined such as peanut, cabbage, etc. For example: United States of America which has every own State Law.
Melting Pot: It is advance of Salad Bowl which as due to Mix Marriage from many ethnic or races, so individual cannot claim that he/she belongs to certain ethnic. It is embryo of Nation State.
It is my intro, please welcome your comments or directly pass your email to: gsarwa@indosat.net.id
Pembauran banyak dikatakan atau diwacanakan, tetapi sebenarnya banyak gradasi atau nuansa dalam Pembauran.
Secara ekstrim dapat dibagi menjadi:
Salad Bowl: Seperti halnya gado-gado, maka komponen penyusunnya masih tampak -ada kacang, ada kol, ada timun, dsbnya. Contohnya: Amerika Serikat seperti juga tercermin dalam kata United States dimana masing-masing State punya hukum sendiri.
Melting Pot: Ini adalah tingkat lanjut dari Salad Bowl dimana dengan adanya kawin campur dari banyak suku atau etnis, maka seseorang tak dapat mengklaim bahwa ia murni dari suku atau etnis tertentu. Ini adalah cikal bakal dari Negara Bangsa.
Sekian intro saya, silakan menanggapi atau boleh juga kirim email ke: gsarwa@indosat.net.id
Label:
China,
chinese,
Community,
Indo Cina,
Indochine,
Indocina,
Indonesian,
Melting Pot,
Negara Bangsa,
Night,
Pembauran Sejati,
Restaurant,
Salad Bowl,
Segregation,
tionghoa,
US
Langganan:
Postingan (Atom)