Di Indonesia Kawin Campur/Silang Beda Etnis/Ras/Suku, tetapi agamanya Sama tampaknya lebih mudah terjadi daripada Kawin Campur/Silang Satu Etnis/Ras/Suku Beda Agama/Keyakinan.
10 hari yang lalu, saya menghadiri resepsi pernikahan saudara jauh saya, pemberkatan pernikahan dilakukan di Gereja Kathedral Jakarta, tetapi saya tidak menghadirinya.
Kawin Campur Sesama Cina/Tionghoa Beda Agama ini diberikan Dispensasi oleh Gereja Katolik, tetapi tidak oleh pihak Gereja Kristen Non-Katolik.
Suatu hal yang 'aneh' terjadi saat pemberkatan pernikahan, pihak Non-Katolik ingin ikut serta dalam upacara pemberkatan pernikahan. Berkat 'lobby' mempelai wanita yang Katolik terhadap 3 Pastor yang memberkati, maka pihak Non-Katolik diperkenankan ikut serta, tetapi tidak untuk melakukan kepemimpinan dalam pemberkatan pernikahan. Maka terjadilah pemberkatan pernikahan yang 'unik' dimana Firman Tuhan dibacakan oleh pihak Non-Katolik disertai lilin-lilin. Alhasil prosesi berlangsung selama 2,5 jam.
Pada resepsi pernikahan saya coba mendapatkan opini dari seseorang yang masih anggota keluarga mempelai wanita yang Katolik, tetapi beragama Kristen Non-Katolik. Saya katakan bahwa Gereja Katolik cukup toleran terhadap Kawin Campur Beda Agama, tetapi dia menyatakan bahwa seharusnya Firman Tuhan Harus Diikuti.
Setahu saya Gereja Katolik lebih mendukung Perkawinan Seiman, tetapi berhubung untuk mendapatkan teman hidup seiman tidak selalu mudah terjadi, maka Gereja Katolik bersikap realistis: Mengingat hak nikah itu termasuk hak azasi manusia (HAM), maka Gereja Katolik memberikan Dispensasi untuk Perkawinan Campur (Beda Gereja dan/atau Beda Agama). Sama sekali tidak pernah disebutkan Beda Ras/Etnis/Suku.
Saya juga pernah menghadiri pemberkatan pernikahan teman yang ayahnya Ambon dan ibunya Cina dengan gadis Cina teman Satu Gereja yang juga merupakan putri Pendeta Muda Gereja yang bersangkutan. Perkawinan seiman ini tidak mengalami hambatan/retensi Beda Etnis/Suku dari kedua belah pihak keluarga.
Tampaknya Kawin Campur Beda Agama Satu Ras/Etnis/Suku lebih mengalami hambatan/retensi daripada Kawin Campur Satu Agama Beda Ras/Etnis/Suku.
Setujukah anda bila dikatakan bahwa Agama, Kaum Agamawan dan mereka yang Agama Fanatik dikatakan menghambat Kawin Campur/Silang menuju Pembauran Sejati? Please Email to: gsarwa@indosat.net.id
Silakan baca juga:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/05/pembauran-ala-adjie-massaid-dan.html
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2008/12/pembauran-vs-fanatisme.html
Tampilkan postingan dengan label Poligami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poligami. Tampilkan semua postingan
Kamis, 02 Juli 2009
Kawin Campur Beda Agama
Label:
Angelica Sondakh,
Barack Obama,
Cerai,
China,
chinese,
Community,
Dilema,
Forum,
Gereja,
Iman,
Katolik,
Keyakinan,
Korban,
Membandingkan,
Mudah,
Nafa Urbach,
Perbedaan Agama,
Poligami,
Terbaik,
US
Rabu, 24 Desember 2008
TIDAK BOLEH Merry Christmas (Oknum?)
Tidak Boleh Merry Christmas. Sepintas lalu judul di atas tampak aneh. Lupakan dulu hal itu.
Kuucapkan Merry Christmas kepada semua yang merayakannya.
Tanpa mengetahui agamaku, maka kuucapkan juga Selamat Lebaran pada saat Lebaran, Selamat Waicak pada saat Waicak, kuucapkan juga Selamat Nyepi-Galungan-Kuningan dst-nya.
Tetapi ada sebagian masyarakat yang tak mengucapkan Selamat kepada umat yang tak seagama dengannya, karena mengangap yang lain Kafir. Mereka hanya meyakini Hanya Yesus yang menyelamatkan, Hanya Allah dan Muhammad yang menyelamatkan dsb-nya.
Masing-masing Fanatik terhadap agamanya dan yang lain adalah sampah.
Jelas mereka tidak mengenal Pembauran bahkan pada tingkat yang paling rendah yakni Pembauran Sosial. Tetapi mereka itu ada.
Tugas berat di depan mata agar Pembauran Sejati dapat terwujud.
Komentar dapat juga dialamatkan langsung pada: gsarwa@indosat.net.id
Tambahan: Saya telah berbincang dengan seseorang yang mengaku lulusan S-2 jurusan Agama-agama Perbandingan dari Mesir yang menyatakan perbuatan tidak memberi Selamat Hari Raya kepada umat yang berbeda agama adalah perbuatan oknum. Masalahnya ternyata yang namanya oknum tersebut cukup banyak dan mereka banyak yang mengikuti apa yang dikatakan atasannya/panutannya.
Kuucapkan Merry Christmas kepada semua yang merayakannya.
Tanpa mengetahui agamaku, maka kuucapkan juga Selamat Lebaran pada saat Lebaran, Selamat Waicak pada saat Waicak, kuucapkan juga Selamat Nyepi-Galungan-Kuningan dst-nya.
Tetapi ada sebagian masyarakat yang tak mengucapkan Selamat kepada umat yang tak seagama dengannya, karena mengangap yang lain Kafir. Mereka hanya meyakini Hanya Yesus yang menyelamatkan, Hanya Allah dan Muhammad yang menyelamatkan dsb-nya.
Masing-masing Fanatik terhadap agamanya dan yang lain adalah sampah.
Jelas mereka tidak mengenal Pembauran bahkan pada tingkat yang paling rendah yakni Pembauran Sosial. Tetapi mereka itu ada.
Tugas berat di depan mata agar Pembauran Sejati dapat terwujud.
Komentar dapat juga dialamatkan langsung pada: gsarwa@indosat.net.id
Tambahan: Saya telah berbincang dengan seseorang yang mengaku lulusan S-2 jurusan Agama-agama Perbandingan dari Mesir yang menyatakan perbuatan tidak memberi Selamat Hari Raya kepada umat yang berbeda agama adalah perbuatan oknum. Masalahnya ternyata yang namanya oknum tersebut cukup banyak dan mereka banyak yang mengikuti apa yang dikatakan atasannya/panutannya.
Label:
Allah,
Fanatik,
Galungan,
Kafir,
Kawin Campur Silang,
Kuningan,
Lebaran,
Merry Christmas,
Muhammad,
Nyepi,
Pembauran,
Pembauran Sejati,
Pembauran Sosial,
Poligami,
Waicak,
Yesus
Selasa, 23 Desember 2008
GSM vs CDMA
Manakah yang lebih hebat antara GSM vs CDMA?
Yang pasti GSM lebih populer dan lebih menyebar di Indonesia, karena terbit duluan.
Padahal CDMA secara teknis lebih unggul daripada GSM, karena platform CDMA adalah Code jadi dengan mudah masih dapat dikembangkan lebih lanjut.
Lalu apa hubungannya dengan Pembauran?
GSM dan CDMA sekarang 'bersekutu'. GSM dapat jalan pada platform CDMA. Ini disebut Konvergensi.
Apakah Pembauran akan menuju Konvergensi pula?
Tidak dapat diramalkan arah Pembauran apakah Konvergensi atau Divergensi, karena masalah Kawin Campur adalah masalah selera dan jodoh.
Bagaimana menurut anda?
Kirimkan perkiraan/prediksi anda ke: gsarwa@indosat.net.id
Yang pasti GSM lebih populer dan lebih menyebar di Indonesia, karena terbit duluan.
Padahal CDMA secara teknis lebih unggul daripada GSM, karena platform CDMA adalah Code jadi dengan mudah masih dapat dikembangkan lebih lanjut.
Lalu apa hubungannya dengan Pembauran?
GSM dan CDMA sekarang 'bersekutu'. GSM dapat jalan pada platform CDMA. Ini disebut Konvergensi.
Apakah Pembauran akan menuju Konvergensi pula?
Tidak dapat diramalkan arah Pembauran apakah Konvergensi atau Divergensi, karena masalah Kawin Campur adalah masalah selera dan jodoh.
Bagaimana menurut anda?
Kirimkan perkiraan/prediksi anda ke: gsarwa@indosat.net.id
Senin, 22 Desember 2008
Pembauran vs Fanatisme (Agama dan Etnis/Suku)
Dengan adanya Pembauran, maka diharapkan akan berkurangnya konflik horizontal.
Konflik horizontal terjadi, karena adanya pihak-pihak yang merasa lebih dari yang lainnya, walaupun mungkin sama-sama miskin.
Pencetusnya bisa karena Agama yang sifatnya Dogmatis atau tidak boleh diutik-utik. Dengan sempitnya wawasan umat tersebut, maka dapat timbul Fanatisme apalagi jika ini dikaitkan dengan suku atau etnis tertentu.
Pembauran dimana terjadi kawin campur antara 2 suku/etnis yang berbeda ditambah juga dengan perbedaan agama antara pasutri, maka Fanatisme Agama dan Konflik Horizontal akan teredam selanjutnya dapat dihindari atau bahkan tak muncul.
Saya Sangat mengharapkan masukan dari pembaca mengenai kesuksesan Pasutri yang telah menjalankan Pembauran ini.
Kesuksesan bukan berarti banyak duit lo. Keluarga yang adem tenterem dan bahagia menurut saya sudah merupakan Kesuksesan.
Komentar anda sangat saya tunggu atau boleh juga hubungi: gsarwa@indosat.net.id
Konflik horizontal terjadi, karena adanya pihak-pihak yang merasa lebih dari yang lainnya, walaupun mungkin sama-sama miskin.
Pencetusnya bisa karena Agama yang sifatnya Dogmatis atau tidak boleh diutik-utik. Dengan sempitnya wawasan umat tersebut, maka dapat timbul Fanatisme apalagi jika ini dikaitkan dengan suku atau etnis tertentu.
Pembauran dimana terjadi kawin campur antara 2 suku/etnis yang berbeda ditambah juga dengan perbedaan agama antara pasutri, maka Fanatisme Agama dan Konflik Horizontal akan teredam selanjutnya dapat dihindari atau bahkan tak muncul.
Saya Sangat mengharapkan masukan dari pembaca mengenai kesuksesan Pasutri yang telah menjalankan Pembauran ini.
Kesuksesan bukan berarti banyak duit lo. Keluarga yang adem tenterem dan bahagia menurut saya sudah merupakan Kesuksesan.
Komentar anda sangat saya tunggu atau boleh juga hubungi: gsarwa@indosat.net.id
Langganan:
Postingan (Atom)