Malam ini beberapa jam yang lalu Jumat, 1 Mei 2009 Golkar dan Hanura mendeklarasikan Jusuf Kalla dan Wiranto sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden yang akan datang. Deklarasi ini mendahului kubu PDIP/Megawati dan kubu Demokrat/SBY.
Dalam pernyataannya Wiranto maupun JK menyatakan ini adalah pasangan yang ideal:
Jawa - Luar Jawa
Pedagang - Birokrat
Bahkan Wiranto memperkenalkan istrinya yang berasal dari Sulawesi.
Sedangkan JK menyatakan istrinya berasal dari Sumatra dan kesemua mantunya adalah orang Jawa.
Selanjutnya JK menyatakan bahwa ini adalah keberagaman - Bhinneka Tunggal Ika.
Tampaknya bahkan dalam dunia politikpun Pembauran itu perlu.
Akankah kubu Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono juga akan menunjukkan Pembauran - Bhinneka Tunggal Ika?
Prediksi anda dapat disampaikan dalam blog ini atau langsung kepada:
gsarwa@indosat.net.id
Tampilkan postingan dengan label Golkar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Golkar. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 Mei 2009
Minggu, 12 April 2009
Hasil Pemilu Legislatif dan Pembauran
Hasil resmi Pemilu Legislatif belum diumumkan oleh KPU, tetapi melalui Quick Count kita yakin bahwa 3 besar pemenangnya adalah: Partai Demokrat, PDIP dan Golkar. Ketiganya adalah partai yang majemuk/plural. Saya tak mengatakan mereka partai berhaluan nasionalis, karena yang lainnya pun mengaku Nasionalis.
Selanjutnya diikuti oleh 4 partai bernuansa Islam, sedangkan partai bernuansa non-Islam tampaknya hanya menjadi Penggembira saja.
Lalu apa hubungannya Hasil Pemilu Legislatif dengan Pembauran?
Kemenangan partai yang majemuk/plural tentunya menggembirakan, karena berarti pengkotak-kotakan berdasarkan Etnis atau Agama tampaknya mulai ditinggalkan. Kaum Agamawan ataupun mereka yang aktif dalam kegiatan keagamaan tampaknya bernasib sama dengan Guru. 50 tahun yang lalu mereka mungkin cukup berperan: di GUgu (diikuti) dan di tiRU, tetapi sekarang kalau mereka ngomong/ngebacot dan rasional yaa mungkin diikuti, tetapi kalau tidak yaa dicuekin.
Ke depan mungkin partai bernuansa Islam harus Merger seperti halnya Bank2 Kecil/Gurem kan katanya Islam itu Satu, walaupun ada Sunni, ada Syiah dan mungkin ada yang lainnya.
Sedangkan partai PDS yang telah menampung mereka yang bernuansa Kristen atau Katolik dan mungkin juga akan/telah menampung mereka yang bernuansa Budha, Hindu Bali dan Aliran Kepercayaan lainnya mungkin harus menganti logo Salibnya atau menambahkan dengan logo Kelenteng, Borobudur, Prambanan, Kuil ataupun logo-logo lainnya. Hehehe. Alternatif lain yaa Tutup Buku.
Selanjutnya diikuti oleh 4 partai bernuansa Islam, sedangkan partai bernuansa non-Islam tampaknya hanya menjadi Penggembira saja.
Lalu apa hubungannya Hasil Pemilu Legislatif dengan Pembauran?
Kemenangan partai yang majemuk/plural tentunya menggembirakan, karena berarti pengkotak-kotakan berdasarkan Etnis atau Agama tampaknya mulai ditinggalkan. Kaum Agamawan ataupun mereka yang aktif dalam kegiatan keagamaan tampaknya bernasib sama dengan Guru. 50 tahun yang lalu mereka mungkin cukup berperan: di GUgu (diikuti) dan di tiRU, tetapi sekarang kalau mereka ngomong/ngebacot dan rasional yaa mungkin diikuti, tetapi kalau tidak yaa dicuekin.
Ke depan mungkin partai bernuansa Islam harus Merger seperti halnya Bank2 Kecil/Gurem kan katanya Islam itu Satu, walaupun ada Sunni, ada Syiah dan mungkin ada yang lainnya.
Sedangkan partai PDS yang telah menampung mereka yang bernuansa Kristen atau Katolik dan mungkin juga akan/telah menampung mereka yang bernuansa Budha, Hindu Bali dan Aliran Kepercayaan lainnya mungkin harus menganti logo Salibnya atau menambahkan dengan logo Kelenteng, Borobudur, Prambanan, Kuil ataupun logo-logo lainnya. Hehehe. Alternatif lain yaa Tutup Buku.
Sudah banyak partai yang tutup buku dan bahkan generasi muda sekarang kemungkinan besar sudah tak mengetahuinya, misalnya:
Masyumi ---> Gua tahu siih Mas Bejo.
Murba ------> Murbei kale. ........PSII --------> PSSI! Bola kan.
Bagi mereka yang menang saya ucapkan Selamat dan bagi mereka yang kalah saya ucapkan juga Selamat-Merenung ...
Label:
Agamawan,
Aliran Kepercayaan,
Budha,
Demokrat,
Golkar,
Gurem,
Guru,
Hindu Bali,
Islam,
Kelenteng,
Majemuk/Plural,
Masyumi,
Murba,
Nasionalis,
PDIP,
Penggembira,
PSII,
Quick Count,
Sunni,
Syiah
Langganan:
Postingan (Atom)