Bravo Indonesia, saya ucapkan Selamat kepada Negara Bangsa Indonesia dan seluruh rakyatnya yang telah melakukan Pemilihan Presiden pada tanggal 8 Juli 2009 dengan tenang dan damai.
Walaupun hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum diumumkan, tetapi berdasarkan Quick Count dan Exit Poll telah didapatkan gambaran hasil Pemilihan Presiden sebagai berikut:
Pasangan Jawa & Jawa, Susilo Bambang Yudhoyono & Budiono memperoleh suara -/+ 62 %.
Pasangan Jawa & Jawa, Megawati Sukarno Putri & Prabowo Subianto memperoleh suara -/+ 28%.
Pasangan Luar Jawa & Jawa, Jusuf Kalla & Wiranto memperoleh suara -/+ 10%.
Mengingat perolehan suara ketiga pasangan tersebut di atas sangat berbeda jauh, maka apapun hasil resmi Komisi Pemilihan Umum dapat dipastikan tidak akan mengubah urutan kemenangan ketiga pasangan tersebut.
Terlihat bahwa Pasangan yang konon ideal yakni Pasangan Luar Jawa & Jawa, Jusuf Kalla & Wiranto hanya memperoleh suara yang sangat minim. Pasangan ini hanya menang di beberapa Propinsi di Pulau Sulawesi, pulau dimana Jusuf Kalla dilahirkan dan dibesarkan. Di Kawasan Luar Jawa lainnya Jusuf Kalla atau JK dan pasangannya tidak menang sama sekali yang berarti di Kawasan Timur Indonesiapun pasangan JK & Wiranto kurang penggemarnya.
Hal ini tentu menggembirakan yang berarti dikotomi Jawa & Luar Jawa semakin pupus dan berarti Selamat Tinggal Primordialisme.
Yang lebih menggembirakan pasangan JK & Wiranto yang pada akhir-akhir masa kampanye tampak didukung oleh para petinggi Islam rupanya pada Pemilihan Presiden diabaikan oleh wong cilik atau kaum akar rumput yang lebih memilih Nasionalisme Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan politik di Indonesia telah dewasa dan independen.
Matinya Primodialisme dalam Pemilihan Presiden tentunya merupakan angin surga bagi Kawin Campur/Silang Beda Ras/Etnis/Suku Beda Agama/Keyakinan menuju Pembauran Sejati.
Tampilkan postingan dengan label membaur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label membaur. Tampilkan semua postingan
Kamis, 09 Juli 2009
Jumat, 01 Mei 2009
Pembauran Jawa dan Luar Jawa
Malam ini beberapa jam yang lalu Jumat, 1 Mei 2009 Golkar dan Hanura mendeklarasikan Jusuf Kalla dan Wiranto sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden yang akan datang. Deklarasi ini mendahului kubu PDIP/Megawati dan kubu Demokrat/SBY.
Dalam pernyataannya Wiranto maupun JK menyatakan ini adalah pasangan yang ideal:
Jawa - Luar Jawa
Pedagang - Birokrat
Bahkan Wiranto memperkenalkan istrinya yang berasal dari Sulawesi.
Sedangkan JK menyatakan istrinya berasal dari Sumatra dan kesemua mantunya adalah orang Jawa.
Selanjutnya JK menyatakan bahwa ini adalah keberagaman - Bhinneka Tunggal Ika.
Tampaknya bahkan dalam dunia politikpun Pembauran itu perlu.
Akankah kubu Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono juga akan menunjukkan Pembauran - Bhinneka Tunggal Ika?
Prediksi anda dapat disampaikan dalam blog ini atau langsung kepada:
gsarwa@indosat.net.id
Dalam pernyataannya Wiranto maupun JK menyatakan ini adalah pasangan yang ideal:
Jawa - Luar Jawa
Pedagang - Birokrat
Bahkan Wiranto memperkenalkan istrinya yang berasal dari Sulawesi.
Sedangkan JK menyatakan istrinya berasal dari Sumatra dan kesemua mantunya adalah orang Jawa.
Selanjutnya JK menyatakan bahwa ini adalah keberagaman - Bhinneka Tunggal Ika.
Tampaknya bahkan dalam dunia politikpun Pembauran itu perlu.
Akankah kubu Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono juga akan menunjukkan Pembauran - Bhinneka Tunggal Ika?
Prediksi anda dapat disampaikan dalam blog ini atau langsung kepada:
gsarwa@indosat.net.id
Langganan:
Postingan (Atom)