Jumat, 03 Juli 2009

Different Religion Mix Married

In Indonesia Different Ethnic/Race/Tribe Mix Married with Same Religion seems easier than going Different Religion/Faith Mix Married with Same Ethnic/Race/Tribe.

2 weeks ago, I attended the wedding reception of my sister away; wedding bless done in Jakarta Cathedral Church, but I did not present.
Mix Married of Different Religion Chinese fellow is given Dispensation by the Catholic Church, but not by the Non-Catholic Christian Church.
A matter of 'strange' happens when wedding bless will occur, the Christian Non-Catholics want to participate in the wedding bless ceremony. Thanks to the 'lobby' of Catholic bride to 3 Pastor who give blessing, the Non-Catholics allowed to participate, but not to make leadership in wedding bless. Then there were 'unique' wedding bless in which the Word of God is read by the Non-Catholics along with candle-wax. Consequently procession lasted for 2.5 hours.

At the wedding reception I try to get opinions from someone who is still family member of the Catholic bride, but he is Christian Non-Catholic. I say that the Catholic Church was quite tolerant of Different Religion Mix Married, but he said that should be the Word of God should be followed.
As a far I know the Catholic Church more support Same Catholic Married, but in fact to get same friend living faith is not easy going, so the Catholic Church come to be realistic: Marriage right is one of Human Rights, so Catholic Church provide exemption for Mix Married (Different Church and/or Different Religion). Is never mentioned Different Race/Ethnic/Tribe.

Before I also attended a friend's wedding bless who his father is Ambonese and his mother is Chinese which marry a Chinese maiden who is also the daughter of Young Priest of the Church. This same faith married is not get any obstacle/retention of Different Ethnic/Tribe from the two sides of the family.

Seems Different Religion Mix Married with Same Race/Ethnic/Tribe have more obstacles/retentions than Same Religion Mix Married with Different Race/Ethnic/Tribe.
Are you agree if someone said The Religion and who Religious Fanatics disturb flowing of Mix Married toward Truly Mixing? Please your comments to: gsarwa@indosat.net.id
Please read also:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/mixing-vs-fanaticsm-religion-and.html

Kamis, 02 Juli 2009

Kawin Campur Beda Agama

Di Indonesia Kawin Campur/Silang Beda Etnis/Ras/Suku, tetapi agamanya Sama tampaknya lebih mudah terjadi daripada Kawin Campur/Silang Satu Etnis/Ras/Suku Beda Agama/Keyakinan.

10 hari yang lalu, saya menghadiri resepsi pernikahan saudara jauh saya, pemberkatan pernikahan dilakukan di Gereja Kathedral Jakarta, tetapi saya tidak menghadirinya.
Kawin Campur Sesama Cina/Tionghoa Beda Agama ini diberikan Dispensasi oleh Gereja Katolik, tetapi tidak oleh pihak Gereja Kristen Non-Katolik.
Suatu hal yang 'aneh' terjadi saat pemberkatan pernikahan, pihak Non-Katolik ingin ikut serta dalam upacara pemberkatan pernikahan. Berkat 'lobby' mempelai wanita yang Katolik terhadap 3 Pastor yang memberkati, maka pihak Non-Katolik diperkenankan ikut serta, tetapi tidak untuk melakukan kepemimpinan dalam pemberkatan pernikahan. Maka terjadilah pemberkatan pernikahan yang 'unik' dimana Firman Tuhan dibacakan oleh pihak Non-Katolik disertai lilin-lilin. Alhasil prosesi berlangsung selama 2,5 jam.

Pada resepsi pernikahan saya coba mendapatkan opini dari seseorang yang masih anggota keluarga mempelai wanita yang Katolik, tetapi beragama Kristen Non-Katolik. Saya katakan bahwa Gereja Katolik cukup toleran terhadap Kawin Campur Beda Agama, tetapi dia menyatakan bahwa seharusnya Firman Tuhan Harus Diikuti.
Setahu saya Gereja Katolik lebih mendukung Perkawinan Seiman, tetapi berhubung untuk mendapatkan teman hidup seiman tidak selalu mudah terjadi, maka Gereja Katolik bersikap realistis: Mengingat hak nikah itu termasuk hak azasi manusia (HAM), maka Gereja Katolik memberikan Dispensasi untuk Perkawinan Campur (Beda Gereja dan/atau Beda Agama). Sama sekali tidak pernah disebutkan Beda Ras/Etnis/Suku.

Saya juga pernah menghadiri pemberkatan pernikahan teman yang ayahnya Ambon dan ibunya Cina dengan gadis Cina teman Satu Gereja yang juga merupakan putri Pendeta Muda Gereja yang bersangkutan. Perkawinan seiman ini tidak mengalami hambatan/retensi Beda Etnis/Suku dari kedua belah pihak keluarga.

Tampaknya Kawin Campur Beda Agama Satu Ras/Etnis/Suku lebih mengalami hambatan/retensi daripada Kawin Campur Satu Agama Beda Ras/Etnis/Suku.
Setujukah anda bila dikatakan bahwa Agama, Kaum Agamawan dan mereka yang Agama Fanatik dikatakan menghambat Kawin Campur/Silang menuju Pembauran Sejati? Please Email to: gsarwa@indosat.net.id
Silakan baca juga:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/05/pembauran-ala-adjie-massaid-dan.html
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2008/12/pembauran-vs-fanatisme.html

Rabu, 01 Juli 2009

China/Chinese, Arab Mixing

Title at the top should be added with Pakistan Mixing, India Mixing and so on. Title just want to show the existence of a quite significant different between the two.

Arab Mixing generally not problematic in Indonesia, probably because they are Moslem and the majority of Indonesian citizens also Islamite (Is this because the Khilafah Islamiyah?). Some of them even still the descendants of the Prophet Muhammad SAW. Arab children's Mixing next married again with many other Indonesian citizens.

While China Mixing is generally not Moslem and a lot of Chinese children's Mixing married with the other children of Chinese Mixing or in the other words same hybrid hybrid marry। This is the cause as though Sustainable/Sustainability Mixing seems stopped in the place. So Truly Mixing in Chinese Community through Mixed Married as ideal aim is difficult to achieve.

White Mixing in Indonesia pattern is rather similar to the Arab Mixing, although many of them are non-Moslem.

While India Mixing pattern more similar to Chinese Mixing, but they are relatively small on population, so they rarely highlighted although they have their own temples and sometimes more introvert/solitaire than Chinese.

If you have a different view of this article please reply or can also directly contact to: gsarwa@indosat.net.id

Very different views will be esteem highly. We are Unity in Diversity, aren't we?

Sabtu, 13 Juni 2009

Seleb Indonesia-Internasional Kawin Campur (Bola Salju?!)

Kaum Selebritas tampaknya akan menjadi Bola Salju Kawin Campur/Silang di Indonesia dan Dunia.
Seleb belum tentu Artis, tetapi Seleb adalah siapapun yang cukup terkenal dan biasanya menghiasi Layar Infotaintment. Hingga kini belum ada Data Statistik Indonesia yang menyatakan bahwa kaum Seleb lebih banyak melakukan Kawin Campur/Silang menuju Pembauran Sejati daripada kaum Kebanyakan atau Khalayak Ramai, tetapi karena kaum Seleb menjadi Sorotan, maka tidak mustahil mereka juga akan menjadi Panutan (Bola salju).


Daftar ringan di bawah ini ingin mencoba memaparkan beberapa Seleb Indonesia yang telah melakukan Kawin Campur:
Anggota DPR, Adjie Massaid, Jawa Kawin Campur dengan Anggota DPR, Angelica 'Angie' Sondakh, Manado.
Artis, Christian Sugiono, Kristen Kawin Campur dengan Artis, Titi Kamal, Islam.
Anggun Cipta Sasmi, Penyanyi, sekarang Warga Negara Perancis pernah Kawin Campur dengan Michael de Gea, Perancis pada usia 18 tahun kemudian Kawin Campur dengan Oliver Maury, Kanada dan akhirnya Kawin Campur dengan Cyril Montana, Perancis dan dikaruniai seorang Putri yang dinamai Kirana.
Yulia Perez Kawin Campur dengan Damian Perez, Perancis.
Fauzi Baadilla Kawin Campur dengan Senk Lotta model Uzbekistan. Saya prediksi di masa yang akan datang akan terjadi banyak Kawin Campur dengan model Uzbekistan di Indonesia, karena mereka Cantik dan Muslim, sehingga tak ada hambatan Beda Agama.
R.A. Srimulat, 42 tahun Kawin Campur dengan Teguh Slamet Rahardjo (Kho Djien Tiong), 24 tahun dan kemudian Teguh Srimulat Kawin Campur dengan Jujuk Djuariah.
Feby Febiola Kawin Campur dengan Bruce Nicolas Delteil, Perancis.
Maudy Koesnaedi Kawin Campur dengan Erick Meijer, Belanda.
Marcellius Hamonangan Siahaan atau lebih dikenal dengan Marcell Siahaan mantan suami Dewi Lestari Kawin Campur dengan Rima Melati Sheila Adams, artis Singapura.
Anne J. Cotto Kawin Campur dengan Mark Hanusz, Amerika.
Tamara Geraldine Kawin Campur dengan Tien Thinh Pham, Vietnam.
Tamara Blezinsky pernah Kawin Campur dengan Teuku Rafli Pasha, Aceh.
(bersambung/berlanjut ...)

Rabu, 10 Juni 2009

Mixing vs Fanaticism (Religion and Ethnic/Tribe)

With Mixing, we expect decrease in Horizontal Conflict.
Horizontal Conflict occurs, because there are parties who feel more than the other, though perhaps equally poor.
The trigger can be religion because that is dogmatic or cannot be touched.
With the limited perspective of the followers, the Fanaticsm can arise especially when this is associated with a particular tribe or ethnic. Where the Mixing occured through Mix Married between 2 different tribe/ethnic also added by different religion of the couple, so Religion Fanaticsm and Horizontal Conflict will be eased next can be avoided or not even appear.

It is my hope that input from readers about the success of couple who has run the Mixing.
The success does not mean a lot of money. Harmony Family with Happiness I think is a success also.

Your comment is waiting, or you may also contact:
gsarwa@indosat.net.id

Minggu, 07 Juni 2009

Stats: Mix Married in USA (White-Black-Asia/Yellow-Other)

Statistics Truly Mixing through Mix Married in United States of America is as follows: (developed from Wikipedia)
Year 2006:
Married couples was 59.5 million more.
Couples who married without Mix Married over 57.2 million (96.1%).
Couples who married with Mix Married over 2.3 million (3.9%).

In Mix Married society is classified into 4 groups, namely:
White, Black, Asian and Other (not included in White/Black/Asian).
Details Mix Married are as follows:
White - Other : 44.6%
White - Asian : 30.7%
White - Black : 17.6%
Black - Other : 2.9%
Asian - Other : 2.4%
Black - Asian : 1.8%
*When people ... in Indonesia there are statistics such as this?*
Seen that the Mix Married involving the skin of many White people, because the skin of White population is the majority/dominant. But in the Mix Married, White skin prefer Other than Black or Asian. Also Other more selected by the Black and Asian compared to Mix Married between Black-Asian.

The more interesting in Mix Married White-Other, then White Husband choose Wife classified as Other and Husband classified as Other choose White Wife come to balance amount. This does not happen on a combination of other/different Mix Married. Single motor drive of Mix Married seems classified as Other and this could be because fathers Others may have experienced the Mix Married many times, so They are difficult to claim that they are ethnic/tribe specific.
Group classified as Other could be a 'snow ball' in Mix Married toward Truly Mixing.

Personal Contact E-mail: gsarwa@indosat.net.id

Kamis, 04 Juni 2009

Barack Obama inspirasi PEMBAURAN SEJATI: Kawin Campur/Silang

Apakah Pembauran Sejati akhirnya dapat terwujud, maka dengan mengutip election jargon Barack Hussein Obama saya katakan: Yes We Can. Perubahan harus terjadi - Barack Obama's YouTube/Facebook: change we need, change we believe in. Barack Obama salah satu pemimpin sejati yang memberi pencerahan tentang Negara Bangsa - There are only United States of America and Americans.
Pembauran Sejati tidak bisa tidak hanya terwujud dengan adanya Kawin Campur/Silang atau percampuran darah antara mereka yang berlainan ras/etnis/suku melalui perkawinan. Sebuah pernyataan yang Kontroversial, tetapi mungkin benar adanya.

Ada penulis yang menyatakan bahwa Pembauran/Asimilasi telah terjadi dengan sangat baik di Makassar antara Tionghoa/Chinese yang hidup harmonis dan membaur/berbaur dengan Pribumi. Padahal yang terjadi di Makassar tersebut hanya percampuran kebudayaan belaka atau penerimaan budaya pendatang oleh Pribumi atau diterimanya budaya lokal oleh kaum Pendatang. Tentunya ini bukan Pembauran Sejati atau Pembauran yang sesungguhnya terbukti dengan terjadinya Kerusuhan Rasial yang berulang di Makassar sejak tahun 1965.

Dikatakan bahwa terjadinya kerusuhan rasial tersebut kemungkinan besar akibat 'kecemburuan sosial' atau 'kesenjangan ekonomi' yang tercipta akibat adanya Kolonialisme Penjajah. Hal ini malah jelas menunjukkan adanya 2 kelompok sosial yang berbeda, yakni Cina dan Pribumi yang belum membaur/berbaur. Generasi Pertama Cina Pendatang banyak yang kawin dengan Pribumi, karena jodoh/cinta ataupun mungkin karena keterpaksaan (mayoritas Pendatang hanya lelaki saja). Keturunan para Pendatang Cina tersebut kemudian kawin dengan keturunan para Pendatang Cina lainnya atau dengan perkataan lain Peranakan mencari Peranakan. Akibatnya Asimilasi/Pembauran Lestari berkelanjutan/berkesinambungan seolah-olah terhenti (mati suri).

Sesuatu yang mungkin Kontroversial seperti halnya Pembauran Sejati seharusnya telah diajarkan di sekolah sejak dini agar wawasan sosial anak didik kita menjadi luas dan akan tercipta generasi manusia Indonesia Baru dalam kerangka Negara Bangsa Indonesia ter-Integrasi (Persatuan dan Kesatuan). Sesuatu yang Kontroversial sudah selayaknya tidak boleh dijadikan tabu dalam iklim/forum/community kehidupan bebas keterbukaan dewasa ini.

Personal Contact E-mail: gsarwa@indosat.net.id