Ajang Cari Pasangan Take Me Out Indonesia di Indosiar tampaknya menuai sukses, sehingga ditayangkan pula Take Him Out Indonesia bahkan Tayang Ulang Take Me Out Indonesia juga dilakukan. Durasi Tayang masing-masing acara -/+ 2,5 jam, maka ditambah acara Happy Song berdurasi -/+ 2 jam yang disiarkan tiap hari Senin s/d Sabtu - Indosiar tampaknya akan leluasa mengisi sisa slot acaranya dengan acara-acara lainnya yang bermutu.
Sebenarnya acara Reality Show Ajang Cari Jodoh semacam ini bukan yang pertama kali ditayangkan di Indonesia, dahulu pernah ada acara serupa yang dinamai Date Express. Bedanya acara yang sekarang ditayangkan Indosiar ini bersifat 'One from Many' yang maksudnya Seseorang memilih dari Banyak Calon Seseorang yang disukainya, sedangkan Date Express bersifat 'One/Many to One/Many yang artinya Tiap-tiap Orang memilih Sesorang dari Banyak Calon. Date Express mirip Setengah Kompetisi dimana masing-masing Peserta berkesempatan tanya jawab dengan Semua calon pasangannya satu persatu. Date Express lebih ditujukan kepada remaja ataupun pemuda-pemudi berusia tidak lebih dari 24 tahun. Pertanyaan di antara mereka cukup 'ganas', berani dan terbuka sesuai dengan Usia Muda mereka, meliputi Keperawanan, Sex sebelum Nikah, Banyak Kali Pacaran dan sebagainya.
Dalam acara Take Me/Him Out Indonesia si Pemilih memperkenalkan dirinya dengan Nama, Pekerjaan dan Agama (walaupun ada juga yang tidak menyebutkan Agamanya).
Agama tampaknya merupakan kriteria penting untuk Memilih atau Dipilih, sehingga ada Pemilih yang bertanya kepada Calon yang mungkin akan Dipilihnya: Apakah anda Kristen?
Pekerjaan yang Mapan untuk Pria/Lelaki tampaknya juga modal besar bagi dirinya untuk Memilih atau Dipilih. Ada seorang Direktur Utama pria yang sampai harus memilih satu di antara sembilan wanita yang masih memberi kesempatan padanya untuk memilih.
Beda Usia yang jauh tampaknya juga banyak dihindari. Seseorang Wanita berusia 21 tahun segera mematikan lampu (menolak), ketika calonnya berusia 37 tahun dan hanya beda usia 2 tahun dengan ayahnya. Walaupun demikian ada Wanita Matang yang Gesit berusia 24 tahun yang memilih Pria Mapan berusia 38 tahun.
Model, Artis, Seniman ataupun yang Nyentrik tampaknya sulit untuk mendapatkan jodoh, karena kurang mapan dan juga penampilannya yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan si Pencari Jodoh. Walaupun demikian ada seorang Model Catwalk Cantik berusia 21 tahun yang 'berhasil' dalam menemukan jodohnya. Kadang-kadang saya berpikir apakah sebagian calon-calon ini memang sengaja disiapkan oleh Indosiar sendiri sebagai Penggembira untuk memeriahkan suasana. Juru Keplok, Juru Sorak ataupun Juru Tawa dalam acara TV sekarang ini kan lagi marak. Coba saja perhatikan baik-baik tayangan: Bukan Empat Mata, Tawa Sutra, Missing Lyrics bahkan Happy Song (Dalam Happy Song selalu ada Sorakan: Ayo ... (Nama Peserta)).
Paket maksudnya Single Parent. Single Parent Pria maupun Single Parent Wanita tampaknya sama-sama sulit untuk mendapatkan jodoh. Sampai-sampai Jessie meneteskan air matanya, ketika untuk kesekian kalinya tidak terpilih dan bergumam: Tidak Laku Lagi. Baru ada masing-masing satu Single Parent Pria dan Single Parent Wanita yang mendapatkan jodohnya.
Wanita Sangat Cerdas. Yenita seorang Ibu Dosen dengan 5 gelar tampaknya juga sulit untuk mendapatkan jodohnya bahkan sekarang ini sudah tidak tampil lagi, entah mengundurkan diri atau entah sengaja 'dilengserkan' oleh Indosiar? Tampaknya Pria belum berani menghadapi Wanita Sangat Cerdas dibandingkan menghadapi Wanita Mapan.
Sejauh ini baru ada satu pasang peserta yang putus cintanya sebelum mencapi usia seminggu. Juiz si Penari Salsa menyatakan bahwa belum menemukan gregetnya selama ini bersama Alfonso yang Cukup Mapan.
Kemapanan/Harta boleh jadi bukan satu-satunya faktor penentu mencari Soul Mate apalagi kalau sang Wanita juga Mapan atau Anaknya Orang Kaya.
Mengamati Reality Show dengan cukup banyak Sample semacam ini, walaupun mungkin tidak cukup Valid/Sah, karena bukan Random Sampling, tetapi hanya melalui Audisi, sebenarnya dapat menggambarkan Pola Pencarian Jodoh.
Yang luput dari perhatian mungkin adalah Perbedaan Etnis. Menurut pengamatan saya Pria Etnis Cina hanya memilih Wanita Etnis Cina, tetapi Pria Etnis Pribumi ada yang berusaha memilih Wanita Etnis Cina. Yang menggembirakan adalah adanya beberapa Wanita Pribumi yang berhasil memilih Pria Etnis Cina (Take Him Out Indonesia). Pengamatan saya ini mungkin saja bisa salah mengingat tidak pernah sekalipun peseserta menyebutkan Suku/Ras (Etnis Cina) mereka, kecuali yaa ... Agama.
Pernikahan mungkin masih jauh, tetapi bukan mustahil beberapa Kawin Campur Silang menuju Pembauran Sejati akan terwujud melalui Ajang Cari Jodoh ini.
Tulisan lain mengenai Unreality Show Take Me/Him Out Indonesia dapat dibaca pada:
http://serbasarwa.blogspot.com/2009/10/unreality-show-take-mehim-out-indonesia.html
Sabtu, 15 Agustus 2009
Senin, 03 Agustus 2009
Kawin Campur Selebriti Indonesia Internasional (lanjutan)
Terlihat dalam daftar Seleb Internasional di bawah ini, bahwa dalam Pembauran Sejati melalui Kawin Campur/Silang terdapat Seleb yang memiliki hanya 1/8 ras/etnis/suku tertentu saja seperti halnya Tiger Woods. Atau bahkan terdapat Seleb yang menyatakan percampurannya sudah rumit/kompleks dan sulit untuk dirunut/dilacak kembali seperti halnya Nicole Richie.
Sebenarnya dengan pencatatan Silsilah/Genealogy yang baik, maka siapapun dapat mengetahui darah apa saja yang mengalir dalam dirinya. Genealogy DNA dapat lebih memastikan komponen apa saja yang terdapat dalam Kawin Campur/Silang. Tidak mustahil bahwa kita masih keturunan Genghis Khan/Kubilai Khan yang menurut perhitungan para ahli keturunannya sekarang ini mencapai belasan juta orang di seluruh dunia (Banyak Bule di Eropa yang tidak menyangka bahwa dalam dirinya mengalir juga darah Genghis Khan/Kubilai Khan!).
Untuk daftar Kawin Campur Seleb Indonesia, silakan klik:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/seleb-indonesia-internasional-kawin.html
Seleb Internasional hasil Kawin Campur/Silang:
Jessica Alba, aktris, ibunya Denmark-Perancis, ayahnya Meztizo Meksiko.
Halle Berry, aktris, ibunya Inggris kulit putih, ayahnya Afro-Amerika.
Sam Brodie, kontestan Reality TV Inggris, ayahnya Skotlandia, ibunya Indonesia; ingin menjadi artis Indonesia yang terkenal seperti halnya di Luar Negeri.
Naomi Campbell, model, ibunya Jamaika, ayahnya Cina-Jamaika.
Mariah Carey, penyanyi, ibunya Irlandia-Amerika, ayahnya Afro-Venezuela.
Nadine Chandrawinata, peserta Miss Universe 2006, ayahnya Jawa, ibunya Jerman.
Mark Dacascos, Philipino, ayahnya Cina-Spanyol, ibunya Irlandia-Jepang.
Ryann Giggs, pesepakbola Inggris, ayahnya campuran Hitam dan Putih, ibunya kulit Putih.
Mata Hari, penari, mata-mata, ayahnya Belanda, ibunya Jawa.
Jimi Hendrix, musisi Amerika, kulit putih Irlandia, Hitam dan Cherokee.
Nadya Hutagalung, model, Batak Indonesia dengan Australia.
Enrique Iglesias, penyanyi, putra penyanyi Spanyol Julio Iglesias dan Isabel Preysler seorang mestiza Filipino-Spanyol.
Alicia Keys, penyanyi, ibunya Irlandia-Italia, ayahnya Jamaika.
Nancy Kwan, aktris (the World of Suzie Wong), ayahnya Cina, ibunya model Inggris.
Bruce Lee, aktor Kung Fu, 3/4 Cina, 1/4 Jerman.
Bob Marley, musisi, ayahnya Inggris, ibunya Jamaika.
Yannick Noah, petenis Perancis dan penyanyi terkenal, ibunya Perancis kulit Putih, ayahnya Kamerun.
Barack Obama, Presiden Amerika Serikat, ayahnya Kenya, ibunya Amerika kulit Putih.
Sean Paul, artis hiphop/reggae, ibunya 1/2 Inggris dan 1/2 Cina, ayahnya 1/4 Hitam, 1/4 Inggris dan 1/2 Portugis.
Quddus, MTV VJ, 3/4 Hitam, 1/4 Putih.
Keanu Reeves, aktor, ayahnya Cina, Hawaii dan Irlandia, ibunya Inggris.
George Richards, Presiden Trinidad dan Tobago, campuran dari China, Eropa, Afrika, Karibia.
Nicole Richie, artis TV, Richie menyatakan bahwa ia campuran dari beberapa campuran, yang terutama Afro-Amerika, kulit Putih dan Hispanik.
Nicole Scherzinger, anggota Pussycat Dolls, keturunan Hawaii, Philipina, Jerman dan Rusia.
Rob Schneider, aktor, 1/2 Yahudi, 1/4 Filipino, 1/4 Eropa.
Kimora Lee Simmons, CEO Baby Phat, ayahnya Hitam, ibunya Jepang.
Donita Rose, MTV VJ, 1/2 Filipino, 1/2 Amerika.
JRD Tata, pengusaha, ayahnya India, ibunya Perancis.
David Usher, musisi rock Kanada, ibunya Thailand, ayahnya Yahudi.
Giovanni van Bronckhorst, pesepakbola Belanda, Belanda Kawin campur dengan Indonesia.
Vanessa Williams, aktris dan penyanyi, Afro-Amerika yang pertama dimahkotai sebagai Miss America. Ayahnya 1/2 Afro-Amerika, 1/2 kulit Putih dan Ibunya 1/2 Afro-Amerika, 1/2 kulit Putih.
Tiger Woods, pegolf profesional, 1/4 Cina, 1/4 Thailand, 1/4 Afro-Amerika, 1/8 Pribumi Amerika, 1/8 Belanda.
Tata Young, aktris dan penyanyi Thailand, hasil Kawin Campur/Silang Thai dan kulit Putih Eropa.
Untuk daftar Kawin Campur Seleb Indonesia silakan klik:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/seleb-indonesia-internasional-kawin.html
Sebenarnya dengan pencatatan Silsilah/Genealogy yang baik, maka siapapun dapat mengetahui darah apa saja yang mengalir dalam dirinya. Genealogy DNA dapat lebih memastikan komponen apa saja yang terdapat dalam Kawin Campur/Silang. Tidak mustahil bahwa kita masih keturunan Genghis Khan/Kubilai Khan yang menurut perhitungan para ahli keturunannya sekarang ini mencapai belasan juta orang di seluruh dunia (Banyak Bule di Eropa yang tidak menyangka bahwa dalam dirinya mengalir juga darah Genghis Khan/Kubilai Khan!).
Untuk daftar Kawin Campur Seleb Indonesia, silakan klik:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/seleb-indonesia-internasional-kawin.html
Seleb Internasional hasil Kawin Campur/Silang:
Jessica Alba, aktris, ibunya Denmark-Perancis, ayahnya Meztizo Meksiko.
Halle Berry, aktris, ibunya Inggris kulit putih, ayahnya Afro-Amerika.
Sam Brodie, kontestan Reality TV Inggris, ayahnya Skotlandia, ibunya Indonesia; ingin menjadi artis Indonesia yang terkenal seperti halnya di Luar Negeri.
Naomi Campbell, model, ibunya Jamaika, ayahnya Cina-Jamaika.
Mariah Carey, penyanyi, ibunya Irlandia-Amerika, ayahnya Afro-Venezuela.
Nadine Chandrawinata, peserta Miss Universe 2006, ayahnya Jawa, ibunya Jerman.
Mark Dacascos, Philipino, ayahnya Cina-Spanyol, ibunya Irlandia-Jepang.
Ryann Giggs, pesepakbola Inggris, ayahnya campuran Hitam dan Putih, ibunya kulit Putih.
Mata Hari, penari, mata-mata, ayahnya Belanda, ibunya Jawa.
Jimi Hendrix, musisi Amerika, kulit putih Irlandia, Hitam dan Cherokee.
Nadya Hutagalung, model, Batak Indonesia dengan Australia.
Enrique Iglesias, penyanyi, putra penyanyi Spanyol Julio Iglesias dan Isabel Preysler seorang mestiza Filipino-Spanyol.
Alicia Keys, penyanyi, ibunya Irlandia-Italia, ayahnya Jamaika.
Nancy Kwan, aktris (the World of Suzie Wong), ayahnya Cina, ibunya model Inggris.
Bruce Lee, aktor Kung Fu, 3/4 Cina, 1/4 Jerman.
Bob Marley, musisi, ayahnya Inggris, ibunya Jamaika.
Yannick Noah, petenis Perancis dan penyanyi terkenal, ibunya Perancis kulit Putih, ayahnya Kamerun.
Barack Obama, Presiden Amerika Serikat, ayahnya Kenya, ibunya Amerika kulit Putih.
Sean Paul, artis hiphop/reggae, ibunya 1/2 Inggris dan 1/2 Cina, ayahnya 1/4 Hitam, 1/4 Inggris dan 1/2 Portugis.
Quddus, MTV VJ, 3/4 Hitam, 1/4 Putih.
Keanu Reeves, aktor, ayahnya Cina, Hawaii dan Irlandia, ibunya Inggris.
George Richards, Presiden Trinidad dan Tobago, campuran dari China, Eropa, Afrika, Karibia.
Nicole Richie, artis TV, Richie menyatakan bahwa ia campuran dari beberapa campuran, yang terutama Afro-Amerika, kulit Putih dan Hispanik.
Nicole Scherzinger, anggota Pussycat Dolls, keturunan Hawaii, Philipina, Jerman dan Rusia.
Rob Schneider, aktor, 1/2 Yahudi, 1/4 Filipino, 1/4 Eropa.
Kimora Lee Simmons, CEO Baby Phat, ayahnya Hitam, ibunya Jepang.
Donita Rose, MTV VJ, 1/2 Filipino, 1/2 Amerika.
JRD Tata, pengusaha, ayahnya India, ibunya Perancis.
David Usher, musisi rock Kanada, ibunya Thailand, ayahnya Yahudi.
Giovanni van Bronckhorst, pesepakbola Belanda, Belanda Kawin campur dengan Indonesia.
Vanessa Williams, aktris dan penyanyi, Afro-Amerika yang pertama dimahkotai sebagai Miss America. Ayahnya 1/2 Afro-Amerika, 1/2 kulit Putih dan Ibunya 1/2 Afro-Amerika, 1/2 kulit Putih.
Tiger Woods, pegolf profesional, 1/4 Cina, 1/4 Thailand, 1/4 Afro-Amerika, 1/8 Pribumi Amerika, 1/8 Belanda.
Tata Young, aktris dan penyanyi Thailand, hasil Kawin Campur/Silang Thai dan kulit Putih Eropa.
Untuk daftar Kawin Campur Seleb Indonesia silakan klik:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/seleb-indonesia-internasional-kawin.html
Sabtu, 01 Agustus 2009
Celebrity Tree DNA Genealogy Mix Married
Are Famous Celebs need Tree DNA Genealogy?
Genealogy is a hobby at this time a flare (trend) in North America.
Genealogy is simple as can be said about Science or Philosophy of Descendants.
At the present in Indonesia, Tree Genealogy has very rarely especially to descendant of to-6. If we want to see published in the Web is certainly more rare.
But once we get it and we scrutinize it, we will surprise that so many things that do not yet know before. Suppose that we have fathers who are White and still far brothers with Kwik Kian Gie (the Famous Chinese Indonesian Minister).
Examine the actual names we can roughly estimate ethinicity/tribe, for example, Sambodo marry with Ni Nyoman means the Javanese Mix Married with the Balinese.
Name of model Jessica Michibata shows that she was White-Japanese and the ex-girlfriend of the F1 racer Jenson Button actually is the daughter of Original Japanese mother with mix of Mr. Spain, Argentina and Italy. Jessica visible using the clan name of her mother, who may also become a trend at this time. I heard Indonesian actress Ayu Azhari also apply to the Court so that her children can be given the name 'clan' of Azhari legally. (Azhari is a family birth name of Ayu and not a family name from her ex-husband or neither related to Dr. Azhari, the Terorist!). While the name of Putri Miranti shows that she is the daughter of mother Miranti (Putri is Indonesian language of daughter (of)).
In fact the Mixing through Mix Married has occured many centuries ago and Tree Genealogy shows it.
Genealogy Tree DNA will reveal more (Truly) Mixing and it is useful not only for Famous Celebrities but for all of us.
Genealogy is a hobby at this time a flare (trend) in North America.
Genealogy is simple as can be said about Science or Philosophy of Descendants.
At the present in Indonesia, Tree Genealogy has very rarely especially to descendant of to-6. If we want to see published in the Web is certainly more rare.
But once we get it and we scrutinize it, we will surprise that so many things that do not yet know before. Suppose that we have fathers who are White and still far brothers with Kwik Kian Gie (the Famous Chinese Indonesian Minister).
Examine the actual names we can roughly estimate ethinicity/tribe, for example, Sambodo marry with Ni Nyoman means the Javanese Mix Married with the Balinese.
Name of model Jessica Michibata shows that she was White-Japanese and the ex-girlfriend of the F1 racer Jenson Button actually is the daughter of Original Japanese mother with mix of Mr. Spain, Argentina and Italy. Jessica visible using the clan name of her mother, who may also become a trend at this time. I heard Indonesian actress Ayu Azhari also apply to the Court so that her children can be given the name 'clan' of Azhari legally. (Azhari is a family birth name of Ayu and not a family name from her ex-husband or neither related to Dr. Azhari, the Terorist!). While the name of Putri Miranti shows that she is the daughter of mother Miranti (Putri is Indonesian language of daughter (of)).
In fact the Mixing through Mix Married has occured many centuries ago and Tree Genealogy shows it.
Genealogy Tree DNA will reveal more (Truly) Mixing and it is useful not only for Famous Celebrities but for all of us.
Kamis, 09 Juli 2009
Selamat Tinggal Primordialisme, Hidup Indonesia!
Bravo Indonesia, saya ucapkan Selamat kepada Negara Bangsa Indonesia dan seluruh rakyatnya yang telah melakukan Pemilihan Presiden pada tanggal 8 Juli 2009 dengan tenang dan damai.
Walaupun hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum diumumkan, tetapi berdasarkan Quick Count dan Exit Poll telah didapatkan gambaran hasil Pemilihan Presiden sebagai berikut:
Pasangan Jawa & Jawa, Susilo Bambang Yudhoyono & Budiono memperoleh suara -/+ 62 %.
Pasangan Jawa & Jawa, Megawati Sukarno Putri & Prabowo Subianto memperoleh suara -/+ 28%.
Pasangan Luar Jawa & Jawa, Jusuf Kalla & Wiranto memperoleh suara -/+ 10%.
Mengingat perolehan suara ketiga pasangan tersebut di atas sangat berbeda jauh, maka apapun hasil resmi Komisi Pemilihan Umum dapat dipastikan tidak akan mengubah urutan kemenangan ketiga pasangan tersebut.
Terlihat bahwa Pasangan yang konon ideal yakni Pasangan Luar Jawa & Jawa, Jusuf Kalla & Wiranto hanya memperoleh suara yang sangat minim. Pasangan ini hanya menang di beberapa Propinsi di Pulau Sulawesi, pulau dimana Jusuf Kalla dilahirkan dan dibesarkan. Di Kawasan Luar Jawa lainnya Jusuf Kalla atau JK dan pasangannya tidak menang sama sekali yang berarti di Kawasan Timur Indonesiapun pasangan JK & Wiranto kurang penggemarnya.
Hal ini tentu menggembirakan yang berarti dikotomi Jawa & Luar Jawa semakin pupus dan berarti Selamat Tinggal Primordialisme.
Yang lebih menggembirakan pasangan JK & Wiranto yang pada akhir-akhir masa kampanye tampak didukung oleh para petinggi Islam rupanya pada Pemilihan Presiden diabaikan oleh wong cilik atau kaum akar rumput yang lebih memilih Nasionalisme Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan politik di Indonesia telah dewasa dan independen.
Matinya Primodialisme dalam Pemilihan Presiden tentunya merupakan angin surga bagi Kawin Campur/Silang Beda Ras/Etnis/Suku Beda Agama/Keyakinan menuju Pembauran Sejati.
Walaupun hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum diumumkan, tetapi berdasarkan Quick Count dan Exit Poll telah didapatkan gambaran hasil Pemilihan Presiden sebagai berikut:
Pasangan Jawa & Jawa, Susilo Bambang Yudhoyono & Budiono memperoleh suara -/+ 62 %.
Pasangan Jawa & Jawa, Megawati Sukarno Putri & Prabowo Subianto memperoleh suara -/+ 28%.
Pasangan Luar Jawa & Jawa, Jusuf Kalla & Wiranto memperoleh suara -/+ 10%.
Mengingat perolehan suara ketiga pasangan tersebut di atas sangat berbeda jauh, maka apapun hasil resmi Komisi Pemilihan Umum dapat dipastikan tidak akan mengubah urutan kemenangan ketiga pasangan tersebut.
Terlihat bahwa Pasangan yang konon ideal yakni Pasangan Luar Jawa & Jawa, Jusuf Kalla & Wiranto hanya memperoleh suara yang sangat minim. Pasangan ini hanya menang di beberapa Propinsi di Pulau Sulawesi, pulau dimana Jusuf Kalla dilahirkan dan dibesarkan. Di Kawasan Luar Jawa lainnya Jusuf Kalla atau JK dan pasangannya tidak menang sama sekali yang berarti di Kawasan Timur Indonesiapun pasangan JK & Wiranto kurang penggemarnya.
Hal ini tentu menggembirakan yang berarti dikotomi Jawa & Luar Jawa semakin pupus dan berarti Selamat Tinggal Primordialisme.
Yang lebih menggembirakan pasangan JK & Wiranto yang pada akhir-akhir masa kampanye tampak didukung oleh para petinggi Islam rupanya pada Pemilihan Presiden diabaikan oleh wong cilik atau kaum akar rumput yang lebih memilih Nasionalisme Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan politik di Indonesia telah dewasa dan independen.
Matinya Primodialisme dalam Pemilihan Presiden tentunya merupakan angin surga bagi Kawin Campur/Silang Beda Ras/Etnis/Suku Beda Agama/Keyakinan menuju Pembauran Sejati.
Label:
Amin,
Ayu Azhari,
Balance,
Barack Obama,
Barat,
Baru,
Bhinneka Tunggal Ika,
Blogger,
Check,
Community,
Data,
Election,
integrasi,
Investor,
Jawa,
Manusia,
membaur,
Primordial,
Seleb,
Statistik
Jumat, 03 Juli 2009
Different Religion Mix Married
In Indonesia Different Ethnic/Race/Tribe Mix Married with Same Religion seems easier than going Different Religion/Faith Mix Married with Same Ethnic/Race/Tribe.
2 weeks ago, I attended the wedding reception of my sister away; wedding bless done in Jakarta Cathedral Church, but I did not present.
Mix Married of Different Religion Chinese fellow is given Dispensation by the Catholic Church, but not by the Non-Catholic Christian Church.
A matter of 'strange' happens when wedding bless will occur, the Christian Non-Catholics want to participate in the wedding bless ceremony. Thanks to the 'lobby' of Catholic bride to 3 Pastor who give blessing, the Non-Catholics allowed to participate, but not to make leadership in wedding bless. Then there were 'unique' wedding bless in which the Word of God is read by the Non-Catholics along with candle-wax. Consequently procession lasted for 2.5 hours.
At the wedding reception I try to get opinions from someone who is still family member of the Catholic bride, but he is Christian Non-Catholic. I say that the Catholic Church was quite tolerant of Different Religion Mix Married, but he said that should be the Word of God should be followed.
As a far I know the Catholic Church more support Same Catholic Married, but in fact to get same friend living faith is not easy going, so the Catholic Church come to be realistic: Marriage right is one of Human Rights, so Catholic Church provide exemption for Mix Married (Different Church and/or Different Religion). Is never mentioned Different Race/Ethnic/Tribe.
Before I also attended a friend's wedding bless who his father is Ambonese and his mother is Chinese which marry a Chinese maiden who is also the daughter of Young Priest of the Church. This same faith married is not get any obstacle/retention of Different Ethnic/Tribe from the two sides of the family.
Seems Different Religion Mix Married with Same Race/Ethnic/Tribe have more obstacles/retentions than Same Religion Mix Married with Different Race/Ethnic/Tribe.
Are you agree if someone said The Religion and who Religious Fanatics disturb flowing of Mix Married toward Truly Mixing? Please your comments to: gsarwa@indosat.net.id
Please read also:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/mixing-vs-fanaticsm-religion-and.html
2 weeks ago, I attended the wedding reception of my sister away; wedding bless done in Jakarta Cathedral Church, but I did not present.
Mix Married of Different Religion Chinese fellow is given Dispensation by the Catholic Church, but not by the Non-Catholic Christian Church.
A matter of 'strange' happens when wedding bless will occur, the Christian Non-Catholics want to participate in the wedding bless ceremony. Thanks to the 'lobby' of Catholic bride to 3 Pastor who give blessing, the Non-Catholics allowed to participate, but not to make leadership in wedding bless. Then there were 'unique' wedding bless in which the Word of God is read by the Non-Catholics along with candle-wax. Consequently procession lasted for 2.5 hours.
At the wedding reception I try to get opinions from someone who is still family member of the Catholic bride, but he is Christian Non-Catholic. I say that the Catholic Church was quite tolerant of Different Religion Mix Married, but he said that should be the Word of God should be followed.
As a far I know the Catholic Church more support Same Catholic Married, but in fact to get same friend living faith is not easy going, so the Catholic Church come to be realistic: Marriage right is one of Human Rights, so Catholic Church provide exemption for Mix Married (Different Church and/or Different Religion). Is never mentioned Different Race/Ethnic/Tribe.
Before I also attended a friend's wedding bless who his father is Ambonese and his mother is Chinese which marry a Chinese maiden who is also the daughter of Young Priest of the Church. This same faith married is not get any obstacle/retention of Different Ethnic/Tribe from the two sides of the family.
Seems Different Religion Mix Married with Same Race/Ethnic/Tribe have more obstacles/retentions than Same Religion Mix Married with Different Race/Ethnic/Tribe.
Are you agree if someone said The Religion and who Religious Fanatics disturb flowing of Mix Married toward Truly Mixing? Please your comments to: gsarwa@indosat.net.id
Please read also:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/06/mixing-vs-fanaticsm-religion-and.html
Label:
Barack Obama,
Bikini,
Catholic,
China,
Christian Sugiono,
Destination,
Hawaii,
Hindu Bali,
Indulgent,
Katolik,
Korubo,
Kuta,
Legian,
Lombok,
Lyre,
Melting Pot,
Nude,
Panties,
Travel,
Vacation
Kamis, 02 Juli 2009
Kawin Campur Beda Agama
Di Indonesia Kawin Campur/Silang Beda Etnis/Ras/Suku, tetapi agamanya Sama tampaknya lebih mudah terjadi daripada Kawin Campur/Silang Satu Etnis/Ras/Suku Beda Agama/Keyakinan.
10 hari yang lalu, saya menghadiri resepsi pernikahan saudara jauh saya, pemberkatan pernikahan dilakukan di Gereja Kathedral Jakarta, tetapi saya tidak menghadirinya.
Kawin Campur Sesama Cina/Tionghoa Beda Agama ini diberikan Dispensasi oleh Gereja Katolik, tetapi tidak oleh pihak Gereja Kristen Non-Katolik.
Suatu hal yang 'aneh' terjadi saat pemberkatan pernikahan, pihak Non-Katolik ingin ikut serta dalam upacara pemberkatan pernikahan. Berkat 'lobby' mempelai wanita yang Katolik terhadap 3 Pastor yang memberkati, maka pihak Non-Katolik diperkenankan ikut serta, tetapi tidak untuk melakukan kepemimpinan dalam pemberkatan pernikahan. Maka terjadilah pemberkatan pernikahan yang 'unik' dimana Firman Tuhan dibacakan oleh pihak Non-Katolik disertai lilin-lilin. Alhasil prosesi berlangsung selama 2,5 jam.
Pada resepsi pernikahan saya coba mendapatkan opini dari seseorang yang masih anggota keluarga mempelai wanita yang Katolik, tetapi beragama Kristen Non-Katolik. Saya katakan bahwa Gereja Katolik cukup toleran terhadap Kawin Campur Beda Agama, tetapi dia menyatakan bahwa seharusnya Firman Tuhan Harus Diikuti.
Setahu saya Gereja Katolik lebih mendukung Perkawinan Seiman, tetapi berhubung untuk mendapatkan teman hidup seiman tidak selalu mudah terjadi, maka Gereja Katolik bersikap realistis: Mengingat hak nikah itu termasuk hak azasi manusia (HAM), maka Gereja Katolik memberikan Dispensasi untuk Perkawinan Campur (Beda Gereja dan/atau Beda Agama). Sama sekali tidak pernah disebutkan Beda Ras/Etnis/Suku.
Saya juga pernah menghadiri pemberkatan pernikahan teman yang ayahnya Ambon dan ibunya Cina dengan gadis Cina teman Satu Gereja yang juga merupakan putri Pendeta Muda Gereja yang bersangkutan. Perkawinan seiman ini tidak mengalami hambatan/retensi Beda Etnis/Suku dari kedua belah pihak keluarga.
Tampaknya Kawin Campur Beda Agama Satu Ras/Etnis/Suku lebih mengalami hambatan/retensi daripada Kawin Campur Satu Agama Beda Ras/Etnis/Suku.
Setujukah anda bila dikatakan bahwa Agama, Kaum Agamawan dan mereka yang Agama Fanatik dikatakan menghambat Kawin Campur/Silang menuju Pembauran Sejati? Please Email to: gsarwa@indosat.net.id
Silakan baca juga:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/05/pembauran-ala-adjie-massaid-dan.html
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2008/12/pembauran-vs-fanatisme.html
10 hari yang lalu, saya menghadiri resepsi pernikahan saudara jauh saya, pemberkatan pernikahan dilakukan di Gereja Kathedral Jakarta, tetapi saya tidak menghadirinya.
Kawin Campur Sesama Cina/Tionghoa Beda Agama ini diberikan Dispensasi oleh Gereja Katolik, tetapi tidak oleh pihak Gereja Kristen Non-Katolik.
Suatu hal yang 'aneh' terjadi saat pemberkatan pernikahan, pihak Non-Katolik ingin ikut serta dalam upacara pemberkatan pernikahan. Berkat 'lobby' mempelai wanita yang Katolik terhadap 3 Pastor yang memberkati, maka pihak Non-Katolik diperkenankan ikut serta, tetapi tidak untuk melakukan kepemimpinan dalam pemberkatan pernikahan. Maka terjadilah pemberkatan pernikahan yang 'unik' dimana Firman Tuhan dibacakan oleh pihak Non-Katolik disertai lilin-lilin. Alhasil prosesi berlangsung selama 2,5 jam.
Pada resepsi pernikahan saya coba mendapatkan opini dari seseorang yang masih anggota keluarga mempelai wanita yang Katolik, tetapi beragama Kristen Non-Katolik. Saya katakan bahwa Gereja Katolik cukup toleran terhadap Kawin Campur Beda Agama, tetapi dia menyatakan bahwa seharusnya Firman Tuhan Harus Diikuti.
Setahu saya Gereja Katolik lebih mendukung Perkawinan Seiman, tetapi berhubung untuk mendapatkan teman hidup seiman tidak selalu mudah terjadi, maka Gereja Katolik bersikap realistis: Mengingat hak nikah itu termasuk hak azasi manusia (HAM), maka Gereja Katolik memberikan Dispensasi untuk Perkawinan Campur (Beda Gereja dan/atau Beda Agama). Sama sekali tidak pernah disebutkan Beda Ras/Etnis/Suku.
Saya juga pernah menghadiri pemberkatan pernikahan teman yang ayahnya Ambon dan ibunya Cina dengan gadis Cina teman Satu Gereja yang juga merupakan putri Pendeta Muda Gereja yang bersangkutan. Perkawinan seiman ini tidak mengalami hambatan/retensi Beda Etnis/Suku dari kedua belah pihak keluarga.
Tampaknya Kawin Campur Beda Agama Satu Ras/Etnis/Suku lebih mengalami hambatan/retensi daripada Kawin Campur Satu Agama Beda Ras/Etnis/Suku.
Setujukah anda bila dikatakan bahwa Agama, Kaum Agamawan dan mereka yang Agama Fanatik dikatakan menghambat Kawin Campur/Silang menuju Pembauran Sejati? Please Email to: gsarwa@indosat.net.id
Silakan baca juga:
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2009/05/pembauran-ala-adjie-massaid-dan.html
http://pembauran-sejati.blogspot.com/2008/12/pembauran-vs-fanatisme.html
Label:
Angelica Sondakh,
Barack Obama,
Cerai,
China,
chinese,
Community,
Dilema,
Forum,
Gereja,
Iman,
Katolik,
Keyakinan,
Korban,
Membandingkan,
Mudah,
Nafa Urbach,
Perbedaan Agama,
Poligami,
Terbaik,
US
Rabu, 01 Juli 2009
China/Chinese, Arab Mixing
Title at the top should be added with Pakistan Mixing, India Mixing and so on. Title just want to show the existence of a quite significant different between the two.
Arab Mixing generally not problematic in Indonesia, probably because they are Moslem and the majority of Indonesian citizens also Islamite (Is this because the Khilafah Islamiyah?). Some of them even still the descendants of the Prophet Muhammad SAW. Arab children's Mixing next married again with many other Indonesian citizens.
While China Mixing is generally not Moslem and a lot of Chinese children's Mixing married with the other children of Chinese Mixing or in the other words same hybrid hybrid marry। This is the cause as though Sustainable/Sustainability Mixing seems stopped in the place. So Truly Mixing in Chinese Community through Mixed Married as ideal aim is difficult to achieve.
White Mixing in Indonesia pattern is rather similar to the Arab Mixing, although many of them are non-Moslem.
While India Mixing pattern more similar to Chinese Mixing, but they are relatively small on population, so they rarely highlighted although they have their own temples and sometimes more introvert/solitaire than Chinese.
If you have a different view of this article please reply or can also directly contact to: gsarwa@indosat.net.id
Very different views will be esteem highly. We are Unity in Diversity, aren't we?
Arab Mixing generally not problematic in Indonesia, probably because they are Moslem and the majority of Indonesian citizens also Islamite (Is this because the Khilafah Islamiyah?). Some of them even still the descendants of the Prophet Muhammad SAW. Arab children's Mixing next married again with many other Indonesian citizens.
While China Mixing is generally not Moslem and a lot of Chinese children's Mixing married with the other children of Chinese Mixing or in the other words same hybrid hybrid marry। This is the cause as though Sustainable/Sustainability Mixing seems stopped in the place. So Truly Mixing in Chinese Community through Mixed Married as ideal aim is difficult to achieve.
White Mixing in Indonesia pattern is rather similar to the Arab Mixing, although many of them are non-Moslem.
While India Mixing pattern more similar to Chinese Mixing, but they are relatively small on population, so they rarely highlighted although they have their own temples and sometimes more introvert/solitaire than Chinese.
If you have a different view of this article please reply or can also directly contact to: gsarwa@indosat.net.id
Very different views will be esteem highly. We are Unity in Diversity, aren't we?
Langganan:
Postingan (Atom)